Laba Dua Emiten Media SCMA dan MNCN Kompak Meroket Lebih 20%

Emiten media SCMA memperoleh laba Rp 727 miliar atau naik 21,05% semester I 2021. Sementara MNCN mengantongi laba bersih Rp 1,26 triliun atau melonjak 25,52%.
Image title
4 Agustus 2021, 19:13
Dua emiten media, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) kompak membukukan kenaikan laba bersih sepanjang semester I 2021.
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi media penyiaran

Dua emiten media, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) kompak membukukan kenaikan laba bersih sepanjang semester I 2021. Kenaikan itu sebagian besar ditunjang oleh pendapatan iklan yang juga meningkat.

Surya Citra Media membukukan laba bersih mencapai Rp 727,38 miliar pada semester I-2021. Laba bersih tersebut mengalami kenaikan mencapai 21,05% dibandingkan periode sama tahun lalu yang senilai Rp 600,91 miliar.

Perusahaan yang dikendalikan oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) tersebut mampu mencatatkan pendapatan bersih Rp 2,94 triliun dalam enam bulan pertama tahun ini. Pendapatan tersebut mengalami kenaikan hingga 24,82% secara tahunan dari Rp 2,36 triliun.

Pendapatan perusahaan yang menjalankan stasiun televisi SCTV dan Indosiar ini mayoritas berasal dari pendapatan iklan senilai Rp 3,2 triliun pada semester I-2021. Nilai tersebut mampu naik hingga 18,12% dibandingkan Rp 2,71 triliun.

Advertisement

Namun, SCMA harus menanggung potongan penjualan yang menggerus profitabilitas senilai Rp 628,32 miliar hingga Juni 2021. Nilai tersebut mengalami kenaikan 18,59% dibandingkan dengan potongan penjualan pada periode sama tahun lalu senilai Rp 529,82 miliar.

Sementara itu, pesaingnya, MNCN mampu membukukan laba bersih mencapai Rp 1,26 triliun pada semester I 2021. Laba bersih tersebut mengalami kenaikan hingga 25,52% dibandingkan periode sama tahun lalu, dimana laba bersihnya Rp 1 triliun.

Kenaikan laba bersih tersebut, juga ditunjang oleh pendapatan yang mencapai Rp 4,86 triliun hingga periode Juni 2021. Pendapatan tersebut mengalami kenaikan hingga 22,62% dibandingkan semester I-2020 yang hanya Rp 3,96 triliun.

Pendapatan MNCN mayoritas juga berasal dari pendapatan iklan yang mencapai Rp 4,59 triliun. Nilai tersebut mengalami kenaikan hingga 27,11% dibandingkan periode sama tahun lalu yang senilai Rp 3,61 triliun.

Analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya mengatakan, kenaikan belanja iklan pada stasiun televisi sejalan dengan perkembangan sektor e-commerce di Indonesia. Sektor e-commerce bisa mendongkrak pertumbuhan belanja iklan TV karena pertumbuhannya yang pesat.

Sementara itu, pihak Mirae Asset Sekuritas memperkirakan, pengeluaran untuk iklan di surat kabar atau majalah akan terus menurun ke depannya. "Kami percaya bahwa sektor e-commerce Indonesia yang berkembang akan memimpin pertumbuhan belanja iklan untuk televisi," kata Christine dalam risetnya.

Untuk itu, Christine mempertahankan pandangan, saham-saham emiten media akan mengalami kenaikan dibandingkan dengan sejumlah saham lainnya (overweight). Pasalnya, kinerja terendah dari belanja iklan sudah dilalui pada tahun lalu.

"Kami memperkirakan sedikit rebound dalam pendapatan iklan secara keseluruhan pada semester II-2021, yang telah menyebabkan perkiraan konservatif kami pada pendapatan dan laba tahun ini," katanya.

 

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait