Ada Tiga Sektor Saham yang Jadi Incaran Investor Milenial dan Gen Z

Survei yang dilakukan Katadata Insight Center, Zigi.id, dan Stockbit menunjukkan generasi milenial dan generasi Z paling banyak investasi saham sektor finansial, pertambangan, dan barang konsumsi.
Image title
6 Desember 2021, 12:56
Saham
Katadata/Ihya Ulum
Aplikasi Stockbit

Instrumen investasi saham di sektor finansial menjadi primadona bagi investor generasi milenial dan generasi Z. Hal ini diketahui dari hasil survei Katadata Insight Center (KIC), Zigi.id bersama PT Stockbit Investa terkait investasi yang paling diminati generasi muda. 

Survei itu dilakukan pada 6-12 September 2021 di 33 provinsi dengan pengambilan data secara daring dan menggunakan metode non-probability sampling. Jumlah responden mencapai 1.939 responden, termasuk 514 pengguna Stockbit dengan margin of error sebesar 2,23%.

"Saham favorit seperti apa (dan) yang pernah dibeli seperti apa hampir sama, yakni saham finansial, pertambangan, dan consumer goods (barang konsumsi)," kata Manajer Riset KIC Vivie Zabkie dalam konferensi pers virtual, Senin (6/12).

Dalam survei itu, sebanyak 806 responden memiliki investasi berupa saham. Adapun, sebanyak 77,8% pernah membeli saham emiten sektor finansial, sementara itu sebanyak 39,5% memiliki saham emiten sektor finansial.

Di samping itu, sebanyak 68,8% responden menyatakan pernah membeli saham emiten sektor pertambangan, sedangkan yang memiliki saham emiten itu mencapai 15%. Responden yang pernah membeli saham emiten sektor consumer goods tercatat mencapai 62,1%, sedangkan yang memilikinya adalah 12,3%.

Mayoritas investor muda tercatat melakukan pembelian saham setiap bulannya, tetapi dengan jumlah yang sedikit. Sebanyak 63,1% responden dari generasi Z melakukan pembelian di bawah Rp 5 juta, sedangkan pembelian dalam jumlah yang sama pada generasi milenial sebanyak 39,4%.

Head of Financial Education Stockbit Vivi Handoyo Lie mengatakan, emiten yang paling digemari di Stockbit ada di sektor finansial, khususnya emiten dengan kapitalisasi besar. Menurutnya, salah satu pendorongnya adalah stabilitas harga yang dimiliki emiten-emiten itu.

"Investor merasa lebih aman kalau beli di sektor finansial karena dampak ke ekonomi sangat besar. Jadi, ada pemikiran kalau ekonomi kita doing well, biasanya sektor finansial kita doing well," kata Vivi.

Berdasarkan data Stockbit, indeks sektor finansial menguat 1,09% pada perdagangan sesi pertama hari ini, Senin (6/12). Adapun, lima emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar secara urut adalah PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Jago Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk.

Melirik Reksa Dana

Hasil survei juga menunjukkan, sebagian besar responden dari generasi Z tercatat baru mulai berinvestasi di reksa dana kurang dari satu tahun atau sebanyak 56,1%. Adapun, sebanyak 65,2% responden generasi Z berinvestasi kurang dari Rp 1 juta.

Frekuensi pembelian reksa dana lebih rutin dibandingkan dengan pembelian saham. Sebanyak 47,6% responden menyatakan membeli saham saat ada dana yang berlebih, sedangkan 41,3% responden mengaku melakukan pembelian reksadana rutin setiap bulan.

Jenis reksadana yang paling populer adalah reksadana pasar uang atau sebanyak 67% dari total responden. Sementara itu, jenis reksadana yang kurang diminati adalah reksadana campuran atau hanya 35,2% dari total responden.

Di luar responden Stockbit, platform yang paling populer dalam membeli reksa dana adalah Bibit atau sebanyak 71,9%. Sementara itu, platform selanjutnya adalah PT Bareksa Portal Investasi atau sebanyak 22,8%.  

Reporter: Andi M. Arief
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait