Merger Indosat - Tri, Pengendali Borong Saham ISAT Rp 11,73 Triliun

Pada 16 September, Indosat dan H3I telah menandatangani perjanjian penggabungan bersyarat dengan pemilik saham kedua perusahaan yakni, CK Hutchison Indonesia dan Ooredoo South East Asia.
Image title
Oleh Lavinda
17 Januari 2022, 12:02
Indosat
Indosat, Tri
Logo Indosat dan Tri

Ooredoo Hutchison Asia Pte. Ltd membeli saham 1,76 miliar saham Indosat Tbk atau yang kini berganti nama menjadi PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk dengan harga Rp 6.460,6 per saham. Secara akumulasi, total dana yang digelontorkan mencapai Rp 11,37 triliun.

 

Berdasarkan pengumuman di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur Ooredoo Hutchison Asia Pte Ltd Sim Jek Sen Jason mengatakan, pada 4 Januari 2022, perusahaan memiliki 3,53 miliar saham atau 43,81% dari total saham Indosat. Saat ini, kepemilikan menjadi 5,29 miliar atau 65,64% dari seluruh saham yang ditempatkan.

"Transaksi dilakukan pada 5 Januari 2022," ujarnya, dikutip Senin (17/1).

Advertisement

Pelaksanaan ini sesuai dengan ringkasan rancangan penggabungan usaha yang diterbitkan pada 17 September 2021. Ini diubah melalui tambahan informasi dan atas perubahan ringkasan atas rancangan penggabungan usaha yang terbit pada 24 Desember 2021 dan 18 Desember 2021.

Daftar pemegang saham Indosat per 31 Desember 2021 tercatat, PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) Investasi Efek sebesar 14,29%, Ooredoo Asia Pte Ltd sebesar 65%, dan sisanya masyarakat.

Per 4 Januari, kepemilikan saham Ooredoo Asia Pte Ltd menyusut dari 65% menjadi 43,81%. kepemilikan PPA Investasi Efek merosot dari 14,29% menjadi 9,63%. PT Tiga Telekomunikasi Indonesia SA1 memiliki 10,77%, Hutchison Asia Telecommunications Limited memiliki 21,65%.

Akhirnya, pada 5 Januari, kepemilikan Hutchison Asia Telecommunications Limited di Indosat sebanyak 21,65% beralih ke Ooredoo Asia, sehingga kepemilikannya bertambah menjadi 65,64%.

Pada 16 September, Indosat dan H3I telah menandatangani perjanjian penggabungan bersyarat dengan pemilik saham kedua perusahaan yakni, CK Hutchison Indonesia dan Ooredoo South East Asia.

Perjanjian tersebut menetapkan syarat dan ketentuan yang berlaku terkait pelaksanaan penggabungan usaha. Ini termasuk syarat-syarat di mana semua aset, kewajiban, dan bisnis H3I akan digabungkan ke dalam Indosat dengan cara penggabungan menurut undang-undang berdasarkan hukum Indonesia dalam rangka penerbitan saham baru dalam entitas hasil penggabungan.

Sebelumnya, Grup Ooredoo, melalui Ooredoo Asia menjadi pemegang pengendali Indosat dengan menggenggam 65% saham. Dalam kesepakatan, CK Hutchison menerima saham baru yang diterbitkan Indosat sebesar 21,8%, dan PT Tiga Telekomunikasi Indonesia 10,8% saham dari Indosat Ooredoo Hutchison.

Bersamaan dengan itu, CK Hutchison mengakuisisi 50% saham Ooredoo Asia, dengan menukarkan 21,8% kepemilikannya di Indosat Ooredoo Hutchison dengan 33,3% saham di Ooredoo Asia. Selanjutnya, CK Hutchison mengakuisisi 16,7% saham dari Grup Ooredoo melalui transaksi tunai sebesar US$ 387 juta.

Setelah transaksi tersebut, masing-masing pihak akan memiliki 50% saham Ooredoo Asia yang diubah namanya menjadi Ooredoo Hutchison Asia. Keduanya akan mempertahankan 65,6% kepemilikan saham pengendali di perusahaan hasil merger.

Setelah penutupan transaksi, Indosat Ooredoo Hutchison akan dikendalikan bersama oleh Grup Ooredoo dan CK Hutchison.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait