PTPP Targetkan Laba Bersih Tumbuh 18% Tahun Ini

PTPP meningkatkan kapabilitas penetrasi pasar, khususnya pada sektor champion yang menjadi keunggulan PT PP pada saat ini.
Image title
21 Januari 2022, 13:07
PTPP
www.bumn.go.id
PT PP (Persero) Tbk

PT PP (Persero) Tbk membidik perolehan laba bersih tumbuh sekitar 18% dengan raihan kontrak baru tumbuh sekitar 47% tahun ini, dibandingkan realisasi tahun 2021 lalu.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), untuk mencapai target pertumbuhan tersebut, PT PP telah menyusun berbagai strategi dan kebijakan di tahun ini.

Beberapa di antaranya adalah, peningkatan kapabilitas penetrasi pasar khususnya pada sektor champion yang menjadi keunggulan PT PP pada saat ini dan memperbesar dan berfokus pada portofolio milik pemerintah, BUMN, dan kerjasama BUMN.

Selain itu, perusahaan juga berupaya meningkatkan pengelolaan investasi, serta meningkatkan kapasitas balancesheet perusahaan yang dilakukan dengan berfokus pada program smart asset recycling, termasuk pada asset recycling sektor properti.

Advertisement

Sementara itu, untuk meningkatkan pengelolaan investasi, PT PP mengoptimalkan program investasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang. 

"PT PP memiliki peluang kontrak baru konstruksi dari adanya investasi tersebut, yang berasal dari pekerjaan proyek infrastruktur maupun pembangunan pabrik di kawasan tersebut," kata Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPP Agus Purbianto dalam keterangan resminya, Kamis (20/1).

Agus menjelaskan, pada tahun ini dan tahun mendatang, PT PP masih memiliki berbagai kesempatan untuk menggarap sejumlah proyek konstruksi lainnya di KIT Batang, di antaranya, pematangan lahan seluas 2.650 hektare, pembangunan pengelola dan sarana ibadah, pembangunan pabrik siap pakai, dryport, seaport, jetty, dan pembangunan infrastruktur dan utilitas lainnya.

Selain program investasi, pada 2022 ini PT PP juga melakukan asset recycling baik untuk sektor properti maupun non properti.

Di sektor non properti, PT PP akan melakukan divestasi atau asset recycling pada penjualan alat berat konstruksi, di mana hasil divestasi tersebut akan digunakan untuk pembaharuan dan investasi alat-alat berat baru, yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan anak perusahaan saat ini.

Selain itu, PT PP juga akan melakukan asset recycling melalui skema pelepasan saham pada empat perusahaan patungan yang didirikan oleh PT PP maupun anak usahanya di sektor properti, pembangkit listrik, dan minyak bumi.

Ia memaparkan, sebagai salah satu langkah untuk mewujudkan percepatan asset recycling di bidang properti, PT PP bekerjasama dengan PT Danareksa Sekuritas (Persero) akan meluncurkan program percepatan peningkatan kinerja pasca pandemi.

"Dengan dilaksanakannya program tersebut, diharapkan dapat membuka peluang bagi para investor untuk memiliki aset-aset persediaan properti yang dikelola oleh BUMN konstruksi," ujarnya.

Hal tersebut dilakukan melalui mekanisme pelepasan aset yang telah ditetapkan. Ia menyebut, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja BUMN dalam rangka transformasi perusahaan.

Dalam program ini, PT PP membuka peluang bagi para investor untuk memiliki aset anak perusahaannya yang bergerak dibidang properti. Sebanyak 19 aset properti yang dimiliki oleh PT PP Properti Tbk (PPRO) dan PT PP Urban (PPUB) akan dilepas dalam jumlah besar (bulk).

Aset properti tersebut berlokasi di kota-kota besar, yang terdiri dari high rise building seperti apartmen pelajar, apartemen premium, hingga apartemen kelas menengah ke bawah, dan lahan kosong (landed) dengan total luasan area sebesar 46,1 hektare.

Salah satu proyek milik PPRO yang mengikuti program tersebut adalah Grand Kamala Lagoon yang berlokasi di jantung kota Bekasi dan memiliki lifestyle mal di dalam kawasan.

Program tersebut juga merupakan alternatif pendanaan dari sisi ekuitas selain dari sumber pendanaan lainnnya, memperbaiki struktur permodalan perusahaan dengan menekan kenaikan utang berbunga dan dapat meningkatkan kinerja karena terdapat keuntungan yang dapat dibukukan dari transaksi tersebut.

Aset-aset properti tersebut akan ditawarkan sebagian secara berkelompok dan sebagian berdiri sendiri. Para investor yang berminat mengikuti program ini diharapkan dapat melengkapi proses administrasi dan proses registrasi. Adapun, keterangan lengkap terkait proses tersebut akan diumumkan pada saat acara peluncuran produk mendatang.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait