Direksi Kembali Borong Saham BCA, Totalnya Capai Rp 4 Miliar

Berdasarkan laporan keuangan, BCA membukukan laba bersih senilai Rp 8,1 triliun hingga kuartal I 2022 atau tumbuh 14,6% dari perolehan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Image title
23 Mei 2022, 11:42
BCA
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.
Wakil Presiden Direktur PT. Bank Central Asia Tbk (BCA) Suwignyo Budiman (kedua kiri) didampingi sejumlah Direktur BCA dan Ketua Panitia Pameran Petrus Karim (kiri) membuka BCA Expoversary 2022 di Indonesia Convention Exebation, Tangerang, Banten, Kamis (10/3/2022).

Empat petinggi PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali memborong saham perseroan dengan total nilai mencapai Rp 4,45 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur BCA Lianawaty Suwono menambah kepemilikan saham perseroan sebanyak 68.000 lembar denga nilai pembelian sebesar Rp 7.350 per lembar saham pada 13 Mei lalu. Secara total, nilai transaksi tersebut mencapai Rp 499,80 juta. Hal ini turut meningkatkan kepemilikan sahamnya menjadi 1,63 juta saham.

Di hari yang sama, Direktur BCA Santoso juga menambah kepemilikan sahamnya di perseroan sebanyak 30.000 lembar dengan harga pelaksanaan Rp 7.400 per lembar saham. Secara total, nilai transaksi tersebut mencapai Rp 222 juta dan menambah porsi kepemilikan sahamnya di BBCA menjadi 2 juta saham.

Sebelumnya, pada 12 Mei lalu, Direktur BCA lainnya yakni Vera Eve Lim melakukan pembelian saham perseroan sebanyak 136.500 lembar dengan nilai pembelian sebesar Rp 7.300 per lembar saham. Vera juga telah menambah kepemilikan saham perseroan pada 10 Mei dengan membeli sebanyak 264.500 lembar dengan harga pelaksanaan Rp 7.550 per lembar saham, sehingga secara total Vera memborong saham BBCA sebesar Rp 2,99 miliar.

Advertisement

Kemudian, Frengky Chandra Kusuma selaku Direktur BCA juga menambah kepemilikan sahamnya pada 10 Mei lalu sebanyak 100.00 lembar dengan harga pelaksanaan Rp 7.400 per lembar saham. Dengan transaksi tersebut, kepemilikan saham Frengky di BCA menjadi 1,67 juta lembar.

Sebagai informasi, direksi BCA lainnya juga telah melakukan pembeli saham perseroan sejak awal Mei lalu. Pada 9 dan 10 Mei lalu, Direktur BCA yang lain, yakni Subur Tan juga melakukan tiga kali pembelian saham. Subur Tan melakukan pembelian sebanyak 50 ribu saham BBCA di harga Rp 7.650 per saham pada 9 Mei 2022.

Kemudian, ia juga kembali melakukan pembelian sebanyak 50 ribu saham BCA di hari yang sama dengan harga Rp 7.675 per saham. Keesokan harinya, Subur Tan juga membeli sebanyak 50 ribu saham BCA di harga Rp 7.450 per saham. Hal ini meningkatkan kepemilikan sahamnya menjadi sebanyak 14,99 juta saham.

Direktur BCA John Kosasih juga melakukan pembelian saham sebanyak 50 ribu saham BCA. Transaksi pembelian itu dilakukan pada 10 Mei 2022 di harga Rp 7.450 per saham dengan status kepemilikan saham secara langsung.

Dengan transaksi tersebut, kepemilikan saham John Kosasih di BCA meningkat menjadi 14,99 juta saham dari sebelum transaksi 14,94 juta saham.

Berdasarkan laporan keuangan, BBCA membukukan laba bersih senilai Rp 8,1 triliun hingga kuartal I 2022 atau tumbuh 14,6% dari perolehan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun, pertumbuhan laba bersih perseoran ditopang oleh peningkatan kredit sebesar 8,6% secara tahunan.

Pertumbuhan kredit terjadi di semua segmen, baik kredit untuk bisnis maupun konsumsi. Perseroan sepanjang kuartal I 2022 telah menyalurkan kredit sebanyak Rp 637,1 triliun. Kredit korporasi masih menjadi penopang utama pertumbuhan kredit perseroan.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait