Astra dan Welab Kuasai Bank Jasa Jakarta, Ini Skema dan Porsi Sahamnya

Grup Astra bersama-sama dengan WeLab berinvestasi di Bank Jasa Jakarta dengan perolehan saham melalui penerbitan saham baru dan akusisi saham lama.
Image title
Oleh Lavinda
4 Juli 2022, 13:22
Astra
Dokumentasi Astra
Menara Astra

Grup Astra bersama dengan Welab Sky Limited akan segera menguasai kepemilikan saham Bank Jasa Jakarta. Hal itu dilakukan melalui pembelian saham baru dan akuisisi saham lama perusahaan perbankan Tanah Air tersebut.

Lalu, bagaimana komposisi kepemilikan saham Astra dan Welab atas Bank Jasa Jakarta?

Dalam pengumuman tertulis disebutkan, Grup Astra melalui PT Sedaya Multi Investama atau Astra Finansial, akan mengambil bagian atas 1,13 juta saham baru yang mewakili 49,56% dari seluruh modal Bank Jasa Jakarta. Nilai transaksi mencapai Rp 3,87 triliun.   

Kemudian, salah satu pemegang saham Bank Jasa Jakarta, Welab Sky Limited, juga akan meningkatkan kepemilikannya di perusahaan.

Advertisement

Setelah penyelesaian rencana transaksi, perusahaan milik Sequoia Capital dan miliarder Li Ka-Shing itu akan memiliki 49,56% dari seluruh modal yang telah ditempatkan dan disetor Bank Jasa Jakarta.

"Astra bersama-sama dengan WeLab berinvestasi di Bank Jasa Jakarta dengan perolehan saham melalui penerbitan saham baru dan akusisi saham lama," ujar Head of Investor Relation Astra International Tira Ardianti kepada Katadata.co.id, Senin (4/7).

Dia menambahkan, Astra akan menggunakan dana dari kas internal untuk membeli saham baru Bank Jasa Jakarta.

Sebagai langkah awal, Sedaya Multi Investama dan Bank Jasa Jakarta telah menandatangani Shares Subscription Agreement atau Perjanjian Pemesanan Saham pada 1 Juli 2022.

Sekretaris Perusahaan Astra International Gita Tiffani Boer mengatakan, transaksi ini bertujuan untuk mengembangkan usaha dan investasi Sedaya Multi Investama.

Nantinya, rencana transaksi tersebut akan rampung setelah seluruh persyaratan pendahuluan dalam perjanjian terpenuhi, termasuk persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Katadata.co.id telah berupaya meminta konfirmasi kepada pihak OJK. Namun, Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Kepala Eksekutif Pengawasn Perbankan Heru Kristiana tak memberi respons.

Sebagai informasi, Welab dikabarkan membeli 24% saham Bank Jasa Jakarta pada akhir tahun lalu. Dikutip dari Bloomberg, WeLab mengucurkan US$ 240 juta atau sekitar Rp 3,46 triliun dari investor lama dan investor baru untuk mendanai akuisisi tersebut.

Perusahaan teknologi finansial (Fintech) tersebut berencana mulai mengoperasikan bank digital di Indonesia pada semester kedua tahun ini.

Jika terealisasi, Bank Jasa Jakarta akan menjadi bank digital kedua WeLab, setelah peluncuran bank digital di Hong Kong pada 2019.

WeLab berencana menawarkan layanan perbankan digital lengkap di Indonesia, mulai dari produk simpanan, pinjaman, dan manajemen kekayaan. Saat ini, valuasinya diperkirakan mencapai sekitar US$1 miliar.

Ekspansi WeLab di pasar bank digital Indonesia sangat terbuka karena dikabarkan sedang dalam proses melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di bursa Hong Kong.

Kerja sama Astra dengan WeLab sebenarnya sudah terjalin sebelumnya. Pada April 2018, kedua entitas usaha ini membentuk perusahaan patungan di bidang fintech, yaitu PT Astra WeLab Digital Arta (AWDA).

Mereka meluncurkan platform fintech lending atau pinjaman online, Maucash, yang beroperasi di bawah PT Federal International Finance milik Astra.

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait