XL Axiata Raih Restu Terbitkan Saham Baru untuk Bayar Utang

Berdasarkan laporan perusahaan, XL Axiata berencana untuk menggunakan seluruh dana hasil rights issue untuk membayar utang.
Image title
Oleh Lavinda
10 Agustus 2022, 19:31
XL Axiata
Cindy Mutia Annur/Katadata
Jajaran pimpinan XL Axiata usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan, Senin (29/4).

PT XL Axiata Tbk (EXCL) memperoleh persetujuan dari pemegang saham untuk menambah modal melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. 

Persetujuan diperoleh melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Rabu (10/8) hari ini. Sebelumnya, perusahaan berencana menerbitkan maksimal 2,75 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham.  

"RUPSLB memberikan persetujuan atas perubahan ketentuan Pasal 4 Ayat (2) Anggaran Dasar perseroan sehubungan dengan pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas III dengan HMETD atau PUT III," demikian tertulis dalam pengumuman hasil RUPSLB XL Axiata yang terbit Rabu (10/8).

Berdasarkan laporan perusahaan, XL Axiata berencana untuk menggunakan seluruh dana hasil rights issue untuk membayar utang.

Advertisement

Direktur & Chief Financial Officer XL Axiata, Budi Pramantika mengatakan, perseroan memperkirakan rights issue dapat memperkuat struktur permodalan perseroan guna mengembangkan kegiatan usaha penyelenggaraan jasa telekomunikasi, jaringan telekomunikasi dan multimedia yang merupakan bagian dari kegiatan usaha utama EXCL.

"Juga peruntukan lainnya yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis perseroan sehingga akan berpengaruh positif terhadap kondisi keuangan Perseroan,” ujar Budi.

Rights issue dapat dilaksanakan setelah perusahaan menyampaikan pernyataan pendaftaran beserta dokumen pendukungnya, dan dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). XL Axiata memiliki waktu tidak lebih dari 12 bulan untuk melaksanakan rights issue

Dalam aksi korporasi tersebut, jika pemegang saham tidak melaksanakan haknya membeli saham baru, maka seluruh sisa saham baru akan dibeli oleh pembeli siaga yang akan ditunjuk kemudian. Nantinya, pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya akan mengalami penurunan porsi kepemilikan saham atau terdilusi maksinal 20,49%.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait