Lock Up Dibuka, Saham GOTO Anjlok 6,6% ke Rp 141 dan Kena ARB

Lavinda
Oleh Lavinda
1 Desember 2022, 10:47
GOTO
Dokumentasi GOTO
GoTo melepas sebanyak 46,7 miliar saham dan meraih dana IPO senilai Rp 15,8 triliun.

Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali anjlok 6,62% atau 10 poin ke level Rp 141 pada perdagangan saham hari ini, Kamis (1/12), tepat saat mekanisme penguncian saham atau lock up mulai dibuka.

Harga saham GOTO juga menyentuh level terendah sepanjang masa, dan kini terkena auto reject bawah (ARB).

Mengutip data RTI, harga saham GOTO hari ini langsung dibuka turun ke level Rp 141, dari harga penutupan hari sebelumnya, Rp 151. Kemarin, harga saham emiten teknologi nasional ini juga terjerembab hingga 6,79% atau 11 poin. 

Saham ditransaksikan pada kisaran harga Rp 141 dan tak bergerak sejak pembukaan hingga 10.36 WIB, auto reject bawah (ARB). Volume saham Rp 372,88 juta dengan nilai transaksi Rp 52,58 miliar dan frekuensi 11.744 kali. Saat ini, kapitalisasi pasar Rp 167 triliun. 

Secara akumulasi, harga saham GOTO merosot 29,5% dalam kurun sebulan, dan 53,62% dalam waktu enam bulan terakhir. 

Pada saat melaksanakan IPO April 2022 lalu, GOTO menyebar 40,62 miliar saham dengan harga Rp 338 per lembar. 

Harga saham GOTO terus berakhir di zona merah, tertekan sentimen pemutusan hubungan kerja (PHK) 1.300 karyawan perseroan demi efisiensi. Di sisi lain, sejumlah investor GOTO dikabarkan akan menjual kepemilikan sahamnya terus menjadi sentimen negatif yang menekan harga saham emiten decacorn teknologi ini.

GOTO menerapkan mekanisme kunci saham bagi investor lamanya delapan bulan semenjak penawaran umum perdana saham (IPO) pada 11 April 2022. Sejumlah korporasi kakap yang tercatat sebagai pemegang saham di GOTO seperti Alibaba, SoftBank, BlackRock, Google, Facebook berpotensi melepas sebagian kepemilikan sahamnya.

Sinyal ini juga terendus kala manajemen GOTO menyebut akan ada perubahan komposisi kepemilikan setelah lock-up saham dibuka.

Dari pemberitaan Bloomberg sebelumnya disebutkan, GOTO sedang berdikusi dengan Alibaba dan SoftBank yang disebut akan menjual sahamnya senilai US$ 1 miliar atau setara Rp 15,5 triliun. Bila itu terealisasi, maka jumlah saham beredar GOTO berpotensi membanjiri pasar.

Saat ini, berdasarkan struktur pemegang saham yang berlaku efektif sampai dengan September 2022, kelimanya adalah Andre Soelistyo dengan kepemilikan saham 0,84%, Kevin Bryan Aluwi menggenggam kepemilikan saham 0,77%. CEO Tokopedia, William Tanuwijaya tercatat memiliki 1,77% saham. Lalu, Melissa Siska Juminto menggengam 0,43% saham.

Sedangkan, PT Saham Anak Bangsa tercatat memiliki 2,27% saham seri B. Selain direksi dan co-founder perusahaan, pemegang saham non-SDHSM GoTo terdiri dari sejumlah investor kakap. Misalnya, Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk (ADRO), Garibaldi Thohir. Pria yang akrab disapa Boy Thohir ini juga didaulat menjadi Komisaris Utama GoTo. Boy tercatat memiliki 0,09%.

Selanjutnya, Goto Peopleverse Fund tercatat memiliki 9,03% saham. SVF GT Subco (Singapore) Pte Ltd yang memiliki 8,71% sahamm. Kemudian, Taobao China Holding Limited, perusahaan yang sahamnya masih dimiliki Grup Alibaba menguasai sebanyak 8,84% saham GoTo.

Berikutnya, pemegang saham lain-lain dengan kepemilikan kurang dari lima persen, tercatat memiliki 63,04% saham. Pemegang saham publik menguasai 3,43% saham dan sisanya saham treasuri sebanyak 0,87%. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait