Laba Konsolidasi BUMN Kuartal III Tembus Rp155 T, Lampaui Torehan 2021

Capaian laba turut mendorong kontribusi BUMN bagi negara berupa pajak, bagi hasil, dividen dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Lavinda
Oleh Lavinda
6 Desember 2022, 06:20
BUMN
Dok. Kementerian BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir

Laba konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tercatat mencapai Rp 155 triliun (belum diaudit) hingga kuartal III 2022. Nilai ini melampaui laba konsolidasi BUMN sepanjang 2021 yang sebesar Rp 125 triliun, serta meroket dari capaian laba konsolidasi 2020 yang hanya Rp 13 triliun. 

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pencapaian ini menunjukkan hasil positif atas kinerja transformasi BUMN. "Artinya, sudah terjadi konsolidasi, efisiensi dan fokus pembangunan ekosistem," kata Erick dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI seperti dikutip Antara, Selasa (6/12).

Erick menjelaskan, laba konsolidasi BUMN pada kuartal III 2022 sejatinya lebih besar, yakni mencapai Rp 209 triliun, karena adanya laba hasil restrukturisasi Garuda Indonesia yang mencapai Rp 54 triliun. Namun, laba konsolidasi yang dipaparkan sebelumnya hanya laba riil.

"Kita hanya bicara laba yang cash, karena kalau yang cash dan non-cash digabungkan jadi tinggi sekali padahal tahun depan belum tentu ada yang non-cash sebesar ini," ujarnya.

Menurut dia, capaian tersebut turut mendorong kontribusi BUMN bagi negara berupa pajak, bagi hasil, dividen dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Dia menambahkan, sampai kuartal III 2022, untuk tiga tahun terakhir pada saat Covid-19, kontribusi total BUMN mencapai Rp 1.198 triliun kepada negara. Nilai ini terdiri dari pajak, bagi hasil, dan dividen.

"Artinya lebih tinggi Rp 68 triliun dari kumulatif tiga tahun (2017-2019) yang sebesar Rp 1.130 triliun," sebut Erick di hadapan Wakil Rakyat.

Di sisi lain, rasio utang terhadap modal BUMN juga terus turun dari 38,6% pada 2020, menjadi 36,2% pada 2021, dan hingga kuartal III 2022 mencapai 34%.

"Artinya, persepsi ketika BUMN seakan-akan utang, utang, utang, ya memang ada utang, tapi ketika dikonsolidasikan, ini sehat," kata Erick Thohir.

Kendati demikian, Erick mengaku tidak menutup mata bahwa ada BUMN yang tidak sehat. Maka itu, kementerian akan berfokus memulihkan kesehatan BUMN, khususnya di industri pangan dan pertahanan pada 2023

Erick menambahkan, kinerja BUMN juga terlihat dari performa BUMN di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia menyebut jika dibandingkan dengan sektor swasta, capital gain emiten BUMN mencapai 8,2% dengan dividen kumulatif mencapai 9,8%.

Sebaliknya, imbal hasil sektor swasta hanya 5,9% dengan dividen kumulasi sebesar 4,9%. Dengan demikian, tingkat pengembalian yang diterima pemegang saham BUMN mencapai 18%, jauh di bawah sektor swasta yang hanya sekitar 10%.

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait