Kenali Penyebab Kram Kaki pada Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya
Berbicara tentang gangguan kesehatan pada bumil, salah satunya adalah nyeri dan kram kaki. Kaki kram adalah salah satu masalah yang sering dialami ibu hamil, terutama di trimester kedua dan ketiga.
Kaki kram dapat disebabkan oleh perubahan hormon selama kehamilan. Prevalensi kram kaki pada ibu hamil bervariasi, mulai dari 21 persen hingga 58 persen.
PAFI dengan alamat website pafitanahtoraja.org adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) berkomitmen dalam meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan farmasi melalui pengembangan kompetensi, etika, dan integritas profesi
Organisasi kesehatan PAFI turut aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab kaki kram pada ibu hamil, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.
Apa saja faktor penyebab terjadinya kram kaki pada ibu hamil?
Secara umum, pada ibu hamil yang mengalami kram kaki biasanya disebabkan oleh peningkatan hormon dan terjadi penumpukan cairan di dalam tubuh, yang menyebabkan bengkak di kaki. Selain penumpukan cairan, ibu hamil juga dapat mengalami kram kaki karena bertambahnya berat badan akibat pertumbuhan janin, dehidrasi, serta kekurangan kalsium dan magnesium. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya kram kaki pada ibu hamil yang perlu diperhatikan meliputi:
Perubahan sirkulasi darah
Selama kehamilan, volume darah dalam tubuh meningkat hampir dua kali lipat untuk mendukung pertumbuhan janin. Namun, sirkulasi darah dapat melambat, terutama di bagian kaki, yang dapat menyebabkan penumpukan cairan dan meningkatkan risiko kram. Selain itu, rahim yang membesar dapat memberikan tekanan pada pembuluh darah dan saraf di area kaki, mengganggu aliran darah yang normal.
Kekurangan nutrisi
Kekurangan mineral seperti kalsium, magnesium, dan kalium merupakan faktor penting yang dapat memicu kram kaki. Selama kehamilan, kebutuhan akan nutrisi ini meningkat, dan jika tidak terpenuhi, bisa menyebabkan otot menjadi tegang dan kram. Ibu hamil disarankan juga untuk mengonsumsi suplemen prenatal dan makanan kaya mineral untuk mencegah kondisi ini.
Kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi
Cairan tubuh yang tidak mencukupi dapat menyebabkan gangguan elektrolit, yang berkontribusi terhadap terjadinya kram. Ibu hamil perlu memastikan asupan cairan yang cukup, sekitar 8-12 gelas air per hari, untuk menjaga hidrasi dan sirkulasi darah yang baik. Dehidrasi dapat memperburuk masalah sirkulasi dan meningkatkan kemungkinan kram kaki.
Kelelahan otot
Kenaikan berat badan selama kehamilan memberikan tekanan tambahan pada otot-otot kaki. Kelelahan akibat aktivitas sehari-hari juga dapat menyebabkan ketegangan otot yang berujung pada kram. Ibu hamil sering merasa lelah lebih cepat karena tubuh mereka bekerja lebih keras untuk mendukung pertumbuhan janin.
Perubahan hormon
Hormon seperti relaxin meningkat selama kehamilan untuk membantu melonggarkan ligamen dan mempersiapkan tubuh untuk persalinan. Namun, peningkatan hormon ini juga dapat mempengaruhi postur tubuh dan pusat gravitasi, sehingga berpotensi menekan saraf di kaki dan menyebabkan kram.
Apa saja obat yang tepat untuk mengobati kram kaki pada ibu hamil?
PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab kaki kram pada ibu hamil. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala kaki kram pada bumil serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:
1. Shu Jin Lu
Shu Jin Lu merupakan obat gosok yang dapat mengatasi nyeri otot, sendi, dan pegal linu. Obat ini juga dapat membantu mengatasi memar, keseleo, dan otot yang kram. Cara kerja dengan cara memperlancar peredaran darah di area yang diobati, meningkatkan regenerasi sel rusak, meningkatkan daya tahan tubuh terhadap kuman penyakit.
2. Balsem
Balsem juga bisa dapat mengobati kaki kram pada ibu hamil. Balsem mengandung metil salisilat, minyak kamper, dan mentol sehingga mengurangi nyeri pada kaki yang terasa kram dan sakit.
3. Paracetamol
Paracetamol dapat digunakan oleh ibu hamil untuk mengatasi nyeri dan demam, tetapi penggunaannya harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh apoteker. Namun, untuk kram kaki, paracetamol tidak secara langsung mengobati penyebabnya, melainkan dapat membantu meredakan nyeri yang terkait dengan kram.
Selain mengonsumsi obat-obatan yang telah direkomendasikan, bagi ibu hamil juga dapat mencoba pijat pada kaki dengan menggunakan kompres air hangat. Mengompres kaki dengan air hangat dapat mengurangi ketegangan pada otot. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan dosis obat yang sesuai kebutuhan.
Dapatkan informasi kesehatan serta layanan farmasi gratis dengan mengunjungi pafitanahtoraja.org melalui smartphone Anda.
