Riady Foundation Kucurkan Rp500 Miliar untuk Pendidikan AI-STEM 10 Juta Siswa

Septiani Teberlina
Oleh Septiani Teberlina - Tim Publikasi Katadata
28 Mei 2025, 15:47
(ki-ka) Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. M. Arskal Salim; Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Dr. M. Samsuri, S.Pd., M.T., IPU; Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’t
Dok. Riady Foundation
(ki-ka) Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. M. Arskal Salim; Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Dr. M. Samsuri, S.Pd., M.T., IPU; Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed; Pendiri Riady Foundation, Dr. Mochtar Riady; Chairman of Riady Foundation, Dr. (H.C.) James Riady; Inisiator Gerakan STEM Indonesia Cerdas dan Direktur Eksekutif Riady Foundation, Dr. Stephanie Riady.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pada Rabu (28/5), Riady Foundation secara resmi meluncurkan inisiatif nasional STEM Indonesia Cerdas bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi,Sains, dan Teknologi, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta lebih dari 500 satuan pendidikan perintis di seluruh Indonesia.

Program senilai Rp500 miliar ini mulai diimplementasikan pada kuartal ketiga 2025 dan menargetkan pemberian fondasi kecakapan AI dan STEM kepada 10 juta siswa di seluruh Indonesia.

Program ini akan menyediakan modul ajar yang inklusif, pelatihan guru, platform pembelajaran digital, serta sistem pemantauan dan evaluasi menyeluruh untuk mendorong transformasi pendidikan yang setara dan berkelanjutan.

Targetnya adalah mentransformasi sistem pendidikan bagi 10 juta siswa di seluruh Indonesia. Pada tahap awal, lebih dari 500 satuan pendidikan—termasuk sekolah negeri, swasta, madrasah, dan pesantren—akan terlibat.

Inisiatif ini mengusung kurikulum AI-STEM modular, platform digital terbuka, panduan guru, serta sistem pemantauan berbasis data, didukung oleh pelatihan terstruktur, evaluasi dampak, dan tata kelola kolaboratif lintas sektor.

Dr. Stephanie Riady, inisiator Gerakan STEM Indonesia Cerdas dan Direktur Eksekutif Riady Foundation menyatakan, "STEM Indonesia Cerdas adalah gerakan kolaboratif yang hadir untuk menjawab tantangan nyata: kesenjangan akses, kualitas, dan sumber daya dalam pendidikan STEM di Indonesia—terutama di daerah tertinggal dan pada madrasah yang selama ini belum banyak tersentuh. Kami ingin mengubah cara pandang terhadap sainstek dan matematika."

Dr. Stephanie juga mengatakan bahwa sains tidak harus rumit, teknologi tidak harus mahal, dan matematika tidak harus menakutkan. Justru sebaliknya, semua itu bisa dekat, terjangkau, relevan, dan menyenangkan bagi semua anak Indonesia.

"Hari ini kita memulai langkah awal yang penting—bukan sekadar seremoni, tetapi titik tolak dari sebuah gerakan bersama. Kita sedang membangun jejaring nasional pembelajar, karena sains tumbuh dari percakapan lintas disiplin dan eksperimen bersama," tambahnya.

Ke depan, komitmen senilai Rp500 miliar ini akan difokuskan untuk membangun infrastruktur pembelajaran AI-STEM, mencakup penguatan kapasitas guru, pengembangan teknologi pembelajaran, serta sistem tata kelola dan evaluasi yang dapat direplikasi secara nasional.

Dr. Mochtar Riady, Pendiri Riady Foundation yang kini memasuki usia 97 tahun, dalam uraiannya mengatakan, "Ini adalah panggilan bagi bangsa. Sepanjang hidup saya, saya telah terus berusaha bekerja dan mengabdi untuk Indonesia. Inisiatif ini mungkin menjadi dedikasi terakhir saya bagi bangsa yang saya cintai."

Dr. Mochtar juga mengingatkan bahwa pendidikan adalah warisan terbaik yang bisa kita tinggalkan untuk generasi penerus. "Saya mengajak seluruh keluarga Indonesia untuk berperan aktif. Anam-anak kita tidak hanya butuh mimpi, mereka butuh bekal untuk mewujudkannya," jelas Dr. Mochtar.

Ia menekankan bahwa inisiatif ini merupakan salah satu upaya penting untuk menjawab tantangan global dan membangun solusi nasional. Apalagi, perubahan global yang didorong oleh kecerdasan buatan dan transformasi digital menuntut kesiapan generasi muda. Tanpa inovasi dalam pendidikan, Indonesia berisiko tertinggal dalam kompetisi global.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini. "Gerakan ini merupakan bagian penting dari prioritas nasional. Indonesia Cerdas mendukung visi pertumbuhan ekonomi 8% dan pembangunan SDM yang mandiri," ujarnya.

Turut hadir pula Prof. Dr. Yudi Darma, Guru Besar Fisika di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Direktur Diseminasi Sains dan Teknologi di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

"Langkah Riady Foundation melalui inisiatif STEM Indonesia Cerdas adalah contoh nyata keberanian mengambil lompatan strategis dalam membangun ekosistem pendidikan sains dan teknologi yang berkelanjutan," ujar Prof. Yudi.

Menurutnya, kekuatan program ini tak hanya terletak pada skala dan pendanaannya, tetapi juga pada pendekatan kolaboratif yang menjembatani inovasi teknologi dengan kebutuhan nyata masyarakat. Ini adalah model yang sangat relevan bagi negara berkembang dengan potensi besar seperti Indonesia.

Dengan anggaran operasional tahunan lebih dari Rp2 triliun, Riady Foundation terus berkomitmen untuk memajukan pendidikan, kesehatan, pembangunan manusia daerah terpencil. STEM Indonesia Cerdas menjadi warisan strategis yayasan bagi Indonesia yang cerdas, adil, dan berdaya saing global.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan