Prasmul-eli Soroti Peran Executive Learning untuk Pertumbuhan Bisnis
Ikatan Alumni Prasetiya Mulya (IKA Prasmul) berkolaborasi dengan Prasmul Executive Learning Institute (prasmul-eli) dan CEO Club Prasmul menggelar OUTLOOK 2027: Winning the Next Growth Cycle.
Forum yang dihadiri lebih dari 200 pemimpin bisnis, eksekutif, pembuat kebijakan, dan akademisi ini membahas prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia serta strategi dunia usaha menghadapi 2027.
Mengusung tema “Learning from Where We Have Been, Shaping Where We Go Next”, forum tersebut membahas arah pertumbuhan ekonomi, daya saing sektor swasta, investasi, dan kepemimpinan di tengah dinamika ekonomi global serta percepatan transformasi teknologi.
Selain membahas prospek ekonomi, forum ini menyoroti kesiapan perusahaan menghadapi siklus pertumbuhan berikutnya melalui penguatan kepemimpinan dan kapabilitas organisasi.
Ketua Umum KADIN Indonesia periode 2024–2029 Anindya Novyan Bakrie hadir dalam sesi yang membahas arah pertumbuhan, modal, dan daya saing sektor swasta. Perspektif investasi Indonesia disampaikan Ichsan Zulkarnaen dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Sementara itu, Ric Roi, Professor of Leadership and Organization sekaligus Academic Director for IMD Voyager, membahas kepemimpinan dan organisasi dalam menghadapi tantangan masa depan.
Di dalam menghadapi perubahan pasar, perusahaan dinilai perlu meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan investasi, mempercepat inovasi, dan memperkuat kemampuan mengambil keputusan strategis. Upaya tersebut membutuhkan dukungan organisasi dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Prasmul-eli menilai pengembangan kapabilitas sumber daya manusia perlu terhubung dengan strategi perusahaan. Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran eksekutif atau executive learning tidak hanya berfungsi sebagai pelatihan kompetensi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya perusahaan menerjemahkan strategi menjadi kinerja.
Kebutuhan pengembangan setiap perusahaan pun berbeda, mulai dari penguatan kepemimpinan, peningkatan efektivitas operasional, percepatan transformasi digital, hingga persiapan menghadapi perubahan strategi. Karena itu, program pembelajaran perlu dirancang berdasarkan persoalan bisnis dan kesenjangan kapabilitas yang ingin diatasi.
Prasmul-eli mengembangkan pendekatan pembelajaran yang berangkat dari konteks bisnis, tantangan organisasi, dan prioritas strategis perusahaan. Pendekatan ini mencakup pengembangan kepemimpinan, penguatan perspektif strategis, serta peningkatan kompetensi yang dapat diterapkan dalam lingkungan kerja.
Penerapan hasil pembelajaran juga membutuhkan dukungan pimpinan, kesempatan bagi karyawan untuk menggunakan kompetensi baru, serta evaluasi terhadap hasil yang dicapai. Dengan demikian, investasi pembelajaran dapat dikaitkan dengan kebutuhan organisasi, baik untuk mendukung kinerja saat ini maupun mempersiapkan pertumbuhan jangka panjang.
OUTLOOK 2027 juga mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, akademisi, dan komunitas alumni untuk bertukar perspektif mengenai tantangan bisnis. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan membuka peluang pertukaran pengetahuan dan kerja sama dalam menghadapi perubahan ekonomi.
Melalui forum ini, IKA Prasmul, prasmul-eli, dan CEO Club Prasmul mendorong dialog mengenai hubungan antara prospek ekonomi, kepemimpinan, dan kesiapan organisasi dalam menghadapi siklus pertumbuhan berikutnya.
Pertumbuhan bisnis jangka panjang tidak hanya bergantung pada peluang pasar, tetapi juga pada kesiapan pemimpin dan organisasi untuk beradaptasi, mengambil keputusan strategis, serta mempertahankan daya saing.
