Alasan Lutut Lansia Sering Terasa Nyeri, Bukan Cuma Karena Penuaan
Para lansia seringkali dihantui rasa nyeri di lutut; rasa sakit yang menusuk, kaku, atau bahkan bengkak. Hal ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan kualitas hidup, dan membatasi kemandirian di usia senja. Lantas, mengapa nyeri lutut begitu sering menghampiri mereka?
"Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan degeneratif, tak terkecuali pada persendian lutut," kata dr. Ricky Edwin P Hutapea, Sp.OT (K) Hip and Knee, Konsultan Lutut & Pinggul di Eka Hospital BSD, dalam keterangannya.
Sendi lutut, kata dia, merupakan persendian terbesar dan paling kompleks dalam tubuh, bertugas menopang berat badan dan memungkinkan berbagai gerakan seperti berjalan, berlari, dan menekuk kaki.
Proses Penuaan
dr. Ricky mengatakan proses penuaan membawa beberapa perubahan signifikan pada sendi lutut yang memicu rasa sakit, berikut rinciannya:
1. Penipisan tulang rawan
Tulang rawan adalah jaringan halus dan licin yang melapisi ujung tulang di dalam sendi, berfungsi sebagai bantalan dan mengurangi gesekan saat bergerak. Seiring waktu, tulang rawan dapat menipis dan kehilangan elastisitasnya, suatu kondisi yang dikenal sebagai osteoartritis atau pengapuran sendi.
2. Penurunan produksi cairan sinovial
Cairan sinovial adalah pelumas alami sendi yang membantu pergerakan halus dan memberikan nutrisi pada kartilago. Produksi cairan ini cenderung menurun pada lansia, menyebabkan gesekan antar tulang semakin besar.
3. Pelemahan otot dan ligamen
Otot-otot di sekitar lutut, seperti otot paha dan betis, serta ligamen yang menstabilkan sendi, juga dapat kehilangan kekuatan dan elastisitas seiring bertambahnya usia. Hal ini membuat lutut menjadi kurang stabil dan lebih rentan terhadap cedera.
Nyeri lutut (Eka Hospital)
Penyebab umum nyeri lutut selain penuaan
dr. Ricky mengatakan beberapa kondisi lain juga dapat menjadi penyebab umum nyeri lutut pada lansia selain akibat penuaan, yakni:
a. Osteoartritis (OA)
Ini adalah penyebab nyeri lutut kronis yang paling sering terjadi pada lansia. Kerusakan kartilago menyebabkan tulang saling bergesekan, menimbulkan rasa sakit, kaku, dan pembengkakan.
b. Artritis reumatoid (RA).
Ini merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada lapisan sendi (sinovium). RA dapat menyerang banyak sendi, termasuk lutut, dan menimbulkan nyeri, bengkak, kemerahan, serta kekakuan.
c. Gout
Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat di persendian, termasuk lutut. Serangan gout ditandai dengan nyeri hebat, kemerahan, panas, dan pembengkakan yang datang tiba-tiba.
d. Pseudogout (Kondrokalsinosis)
Mirip dengan gout, namun disebabkan oleh penumpukan kristal kalsium pirofosfat di sendi. Gejalanya meliputi nyeri, kaku, dan pembengkakan pada lutut.
e. Cedera lutut lama
Cedera lutut di masa muda, seperti robekan meniskus atau ligamen, dapat meningkatkan risiko terjadinya nyeri lutut kronis di kemudian hari.
f. Bursitis
Peradangan pada bursa, yaitu kantung berisi cairan yang berfungsi sebagai bantalan antara tulang, otot, dan tendon di sekitar lutut. Bursitis dapat menyebabkan nyeri dan pembengkakan lokal.
g. Tendinitis
Peradangan pada tendon, yaitu jaringan yang menghubungkan otot dengan tulang. Tendinitis pada tendon di sekitar lutut dapat menyebabkan nyeri saat bergerak.
Gejala yang perlu diwaspadai
Demi menghindari efek yang lebih parah, dr. Rikcy mengatakan lansia perlu waspada dan segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala nyeri lutut seperti di bawah ini:
● Nyeri yang parah dan tidak membaik dengan istirahat.
● Pembengkakan, kemerahan, atau rasa hangat pada lutut.
● Kekakuan lutut yang signifikan, terutama di pagi hari atau setelah beristirahat.
● Lutut terasa tidak stabil atau mengunci saat bergerak.
● Demam yang menyertai nyeri lutut.
● Kesulitan berjalan atau melakukan aktivitas sehari-hari akibat nyeri lutut.
Solusi medis untuk mengatasi nyeri lutut pada lansia
Penanganan nyeri lutut pada lansia akan disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. dr. Ricky merekomendasikan sejumlah solusi medis yang meliputi:
- Obat-obatan:
- Obat pereda nyeri (analgesik) seperti paracetamol.
- Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen atau naproxen.
- Obat-obatan untuk mengatasi artritis spesifik, seperti obat antirematik untuk RA atau obat penurun asam urat untuk gout.
- Injeksi kortikosteroid ke dalam sendi lutut untuk mengurangi peradangan dan nyeri.
- Terapi fisik: Latihan peregangan dan penguatan otot di sekitar lutut dapat membantu meningkatkan stabilitas sendi, mengurangi nyeri, dan meningkatkan rentang gerak.
- Alat bantu: Penggunaan alat bantu seperti tongkat atau penyangga lutut (knee brace) dapat membantu mengurangi tekanan pada lutut dan meredakan nyeri saat berjalan.
- Operasi: Jika nyeri lutut sangat parah dan tidak membaik dengan penanganan konservatif, operasi mungkin menjadi pilihan. Beberapa jenis operasi yang umum dilakukan pada lansia dengan nyeri lutut meliputi:
- Arthroscopy: Prosedur invasif minimal untuk memperbaiki kerusakan pada meniskus atau ligamen.
- Osteotomy: Prosedur untuk meluruskan tulang di sekitar lutut yang mengalami kerusakan akibat artritis.
- Penggantian Sendi Lutut Total (Total Knee Replacement/TKR): Prosedur di mana sendi lutut yang rusak diganti dengan sendi buatan (prostesis).
Alat Velys
Eka Hospital sebagai pelopor rumah sakit dengan teknologi advance menghadirkan inovasi terkini dalam operasi penggantian sendi lutut dengan menggunakan alat Velys Robotic-Assisted Total Knee Replacement (TKR).
Teknologi ini membantu dan memungkinkan ahli bedah untuk melakukan operasi dengan tingkat presisi yang lebih tinggi sehingga mempercepat pemulihan pasien.
"Jika Anda atau orang terkasih mengalami nyeri lutut yang mengganggu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi berpengalaman. dr. Ricky Edwin P Hutapea, Sp.OT (K) Hip and Knee di Eka Hospital siap membantu mendiagnosis penyebab nyeri lutut Anda dan memberikan solusi penanganan yang tepat dan komprehensif, termasuk pilihan inovatif seperti operasi penggantian sendi lutut dengan bantuan Velys," menurut keterangan RS.
Apa keunggulan teknologi ini?
● Perencanaan operasi yang lebih akurat: Sistem Velys menggunakan data anatomi pasien secara spesifik untuk membuat rencana operasi yang dipersonalisasi.
● Presisi tinggi: Lengan robotik membantu ahli bedah dalam memposisikan implan sendi dengan akurat, sesuai dengan rencana yang telah dibuat.
● Recovery pasca operasi lebih cepat : pasien melalakukan operasi pagi, siang dapat berdiri dan berjalan.
● Potensi hasil yang lebih baik: Akurasi yang lebih tinggi dapat meningkatkan fungsi lutut pasca operasi dan mengurangi risiko komplikasi.
"Dengan penanganan yang tepat, lansia dapat kembali bergerak aktif dan menikmati kualitas hidup yang lebih baik," menurut keterangan Eka Hospital.
