Milenial Siapkan Budget Lebaran Lebih Besar dari Gen Z

Dini Hariyanti
Oleh Dini Hariyanti - Tim Publikasi Katadata
18 Maret 2026, 05:48
baju lebaran gamis bini orang
Katadata/Fauza Syahputra
Calon pembeli melihat gamis yang dijual di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2026). Menjelang bulan Ramadan, sejumlah warga mulai mencari busana muslim mulai dari baju abaya, hijab, hingga gamis yang tengah viral dan diberi nama gamis bini orang.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Tak sedikit milenial yang mengalokasikan anggaran khusus untuk membeli fesyen Lebaran. Budget yang mereka siapkan biasanya lebih besar dibandingkan dengan kalangan generasi z, yakni mencapai lebih dari Rp1 juta.

Temuan tersebut berangkat dari survei yang dilakukan Populix terhadap 1.000 responden milenial dan gen z. Kajian melalui platform PopSurvey by Populix ini berlangsung pada 18-19 Februari 2026. 

Survei yang sama mencatat juga bahwa mayoritas responden (25 persen) mematok anggaran kurang dari Rp500.000 untuk satu set baju Lebaran. Dan sebagian besar, setara 82 persen responden, mengaku mencari sumber inspirasi pakaian Lebaran melalui media sosial.

Research Director Populix Susan Adi Putra mengatakan, mayoritas milenial dan gen z memilih gaya berpakaian yang minimalis dan rapi, seperti potongan sederhana dengan warna-warna netral.

“Selain itu, diikuti pakaian-pakaian fungsional dan praktis yang harapannya dapat dipakai kembali untuk aktivitas lain di luar Idulfitri,” ucapnya melalui keterangan resmi, Rabu (18/3). 

Populix juga memotret temuan menarik lain, yakni banyak perempuan yang tertarik dengan gaya busana modest syar’i. Sementara para laki-laki yang lebih pilih busana lebih sederhana bergaya minimalis rapi.

Susan Adi Putra juga menjelaskan bahwa terdapat perbedaan terkait selera warna di antara laki-laki dan perempuan. Mayoritas perempuan menyukai warna earth tone, seperti beige, olive, khaki, pastel, dan cokelat.

“Sebagian besar responden laki-laki, setara 33 persen, cenderung menyukai warna putih. Barulah diikuti warna earth tone,” ucapnya. 

Tren yang tergambar dari survei ini bukan sekadar angka, tetapi juga tampak jelas dalam geliat pasar busana menjelang Lebaran. Pasar grosir seperti Pasar Tanah Abang dan Pasar Grosir Baju Cirebon dipadati pemburu busana, dengan gamis “Bini Orang” menjadi pilihan utama karena keunikan siluet dan popularitas di media sosial.

Mengutip pemberitaan Katadata.co.id berjudul “Tren Baju Lebaran 2026: Gamis Bini Orang Ramai Diburu untuk Lebaran” diketahui, salah satu faktor yang membuat tren baju lebaran 2026 berbeda adalah penamaan model yang tidak biasa. Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, gamis “bini orang” sebenarnya bukan nama resmi produk tersebut. Nama aslinya adalah gamis Inara.

Selain nama yang menarik, desain gamis “bini orang” yang terbilang unik juga menjadi faktor utama tingginya minat pembeli. Model ini memiliki ciri khas pada bagian bawah rok yang dibuat berlayer dan bertingkat, dengan lengkungan tertentu yang memberikan kesan flowy dan elegan.

Sementara itu, dari sisi warna, pilihan warna gamis bini orang biasanya adalah warna-warna lembut dan netral seperti earth tone yang mudah dipadukan dengan hijab polos maupun bermotif. Ini selaras dengan temuan dalam survei Populix.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan