Didukung KIC, Dampak Ekonomi JRF 2026 Diprediksi Lampaui 2025
Jakarta — Jakarta Running Festival (JRF) 2026 diprediksi memberi peningkatan dampak ekonomi dibanding gelaran tahun sebelumnya karena pertambahan signifikan jumlah pelari.
Katadata Insight Center (KIC) kembali mendukung penyelenggaraan Jakarta Running Festival (JRF) 2026 melalui riset untuk menghitung dampak ekonomi acara tersebut terhadap perekonomian Jakarta. Riset ini dilakukan seiring meningkatnya jumlah peserta JRF 2026 menjadi sekitar 37 ribu pelari, dibandingkan sekitar 27 ribu pelari pada tahun sebelumnya.
Co-founder & Chief Content Officer Katadata, Heri Susanto, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers Jakarta Running Festival 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Heri mengatakan, penyelenggaraan JRF tahun lalu menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp160 miliar berdasarkan survei yang dilakukan Katadata. Dengan bertambahnya jumlah peserta tahun ini, dampak ekonomi acara tersebut berpotensi meningkat.
“Tahun lalu, kami sudah menghitung melalui survei yang kami lakukan, dampak ekonomi dari event ini sekitar Rp160 miliar,” ujar Heri.
Dalam riset tahun ini, KIC akan kembali mengukur dampak ekonomi JRF melalui survei terhadap pelari dan pengunjung. Penghitungan mencakup pengeluaran peserta selama mengikuti acara, mulai dari akomodasi, transportasi, kuliner, hingga belanja.
Menurut Heri, dampak ekonomi JRF juga berasal dari keluarga dan kerabat yang mendampingi peserta, khususnya pelari dari luar kota. Kehadiran mereka turut mendorong aktivitas ekonomi di sektor penginapan, transportasi, dan konsumsi di Jakarta.
Selain pengeluaran peserta dan pengunjung, Katadata juga mengukur dampak acara terhadap mitra usaha yang terlibat. Berdasarkan survei pada penyelenggaraan sebelumnya, mitra usaha mencatat kenaikan omzet sebesar 80% dan peningkatan jumlah pelanggan sebesar 30%.
Dari sisi pengalaman peserta, hasil survei sebelumnya menunjukkan 98% pelari menyatakan puas terhadap penyelenggaraan acara. Persentase yang sama juga menyatakan ingin kembali berpartisipasi.
Heri menilai, penyelenggaraan ajang olahraga seperti JRF tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi Jakarta melalui aktivitas peserta, pengunjung, dan pelaku usaha.
Ia berharap, riset yang dilakukan KIC dapat memberikan gambaran terukur mengenai kontribusi penyelenggaraan JRF 2026 terhadap perekonomian daerah.
“Kalau bicara, Katadata bicara pakai data. Jadi, kita harus berbasis data nyata melalui survei ini untuk menyampaikan data yang akurat,” kata Heri.
