20 Amalan Sunnah di Bulan Ramadan yang Dianjurkan untuk Menambah Pahala Puasa
Bulan Ramadan merupakan bulan dimana Allah SWT memerintahkan umat Muslim untuk melaksanakan ibadah puasa. Bulan ini sendiri tergolong bulan yang istimewa dikarenakan segala amalan yang dilakukan akan mendapatkan ganjaran pahala yang berlipat ganda.
Dengan kemuliaan yang dimiliki bulan Ramadan, Nabi SAW juga menganjurkan umatnya untuk memperbanyak amalan, baik wajib maupun sunnah. Beliau bersabda, "Barangsiapa yang mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan (amal sunnah) di dalamnya (Ramadhan) samalah ia dengan orang yang menunaikan suatu ibadah wajib di bulan yang lain.
Dan barangsiapa yang menunaikan suatu amalan wajib di dalamnya samalah dia dengan orang yang mengerjakan tujuh puluh amalan wajib di bulan yang lain. Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu pahalanya adalah surga." (HR Ibnu Khuzaimah)
Ada banyak amalan di bulan Ramadan yang bisa dilakukan umat Muslim untuk menambah pahala.
Lantas, apa saja amalan sunah di bulan Ramadan yang bisa dianjurkan dalam Islam? Berikut di bawah ini penjelasannya.
Amalan Sunnah di Bulan Ramadan
Berikut ini 20 amalan sunnah lengkap dengan dalilnya yang dianjurkan untuk dilakukan umat Muslim di bulan Ramadan karena dapat menambah pahala puasa.
1. Makan Sahur
Makan sahur dimaksudkan supaya menambah kekuatan ketika puasa dan dilakukan selewat tengah malam. Dalil makan sahur adalah 2 hadis berikut,
- Dari Anas, Rasulullah SAW telah berkata, “Makan sahurlah kamu. Sesungguhnya makan sahur itu mengandung berkah.” (HR Bukhari dan Muslim)
- Dari kitab Al-Fiqhul Muyassar terdapat hadis nabi SAW: “Makan sahurlah walaupun dengan seteguk air.” (HR Ibnu Hibban)
2. Mengakhirkan Makan Sahur
Akhirkan makan sahur hingga kira-kira 15 menit sebelum fajar subuh. Dalil mengakhirkan sahur adalah hadis berikut,
Dari Abu Dzar, Rasulullah SAW berkata, “Senantiasa umatku dalam kebaikan selama mereka mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka puasa.” (HR Ahmad)
3. Berdoa Menjelang Buka Puasa
Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa “Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak oleh Allah SWT yakni pemimpin yang adil, orang yang berpuasa ketika dia hendak berbuka, dan orang yang terdzalimi.” (HR. Tirmidzi)
4. Menyegerakan Berbuka Puasa
لا يَزالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
Artinya: Rasulullah SAW bersabda, "Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan buka puasa." (HR Bukhari & Muslim, dari Sahl bin Sa'ad)
5. Memberikan Makan Buka Puasa
Diriwayatkan dari Zaid bin Khalid Al-Juhani bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang memberikan orang berbuka puasa, maka dia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang berbuka tersebut tanpa dikurangi sedikitpun." (HR Bukhari & Muslim)
6. Mendahulukan Berbuka Puasa dengan Kurma
Anas bin Malik ra pernah berkata, “Rasulullah SAW biasanya berbuka dengan rothb (kurma) sebelum menunaikan shalat.
Jika tidak ada rothb, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada demikian maka beliau berbuka dengan seteguk air.” (HR. Abu Daud).
7. Berbuka Puasa Bersama Sahabat atau Keluarga
Dalam sebuah hadist dikatakan bahwa “Para Sahabat Nabi berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kita makan tapi tidak kenyang.” Beliau lalu bertanya, “Mungkinkah kalian makan dengan tidak berkumpul?” Mereka menjawab, “Ya.”
8. Membaca Alhamdulillah Ketika Selesai Makan atau Minum
Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala sangat suka kepada hamba-Nya yang mengucapkan tahmid (alhamdulillah) setelah makan dan minum.” (HR. Muslim).
9. Banyak Bersedekah
Dalil untuk banyak bersedekah di bulan Ramadhan adalah hadis,
Dari Anas, “Orang-orang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Kapankah waktu sedekah yang lebih baik? Beliau menjawab, “Sedekah yang paling baik adalah sedekah pada bulan Ramadhan.” (HR Tirmidzi).
10. Banyak membaca Alquran dan Mempelajarinya
Dalil membaca Alquran di bulan Ramadhan adalah hadis,
Dari Ibnu Abbas , “Rasulullah SAW adalah manusia yang paling lembut terutama pada bulan Ramadhan ketika malaikat Jibril menemuinya. Adalah Jibril mendatanginya setiap malam di bulan Ramadhan, dimana Jibril mengajarkannya Al-Quran. Sungguh Rasulullah SAW orang yang paling lembut daripada angin yang berhembus.” (HR Bukhari)
11. Salat Tarawih di Malam Hari
Dalil yang menjelaskan salat tarawih di bulan Ramadhan adalah hadis berikut,
Dari Jabir bin ‘Abdillah, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat bersama kami di bulan Ramadhan sebanyak 8 raka’at lalu beliau berwitir. Pada malam berikutnya, kami pun berkumpul di masjid sambil berharap beliau akan keluar. Kami terus menantikan beliau di situ hingga datang waktu fajar. Lalu kami menemui beliau dan bertanya, “Ya Rasulallah, sesungguhnya kami menunggumu tadi malam, berharap engkau akan shalat bersama kami.” Beliau menjawab, “Sesungguhnya aku khawatir jika akhirnya shalat itu menjadi wajib bagi kalian.” (HR Ath-Thabrani, Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah)
12. Ibadah Malam (Qiyamul Lail)
Dapat berupa sholat Tahajud, tadarus Al-Qur'an, berdizikir, hingga berdoa. Sesuai hadits riwayat Ibnu Abbas, Rasul SAW berkata: "Barang siapa bangun (mengerjakan qiyamul lail) di bulan Ramadhan dengan dasar iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, niscaya dosa-dosanya yang telah berlalu akan diampuni oleh Allah SWT." (HR Bukhari & Muslim)
13. I'tikaf di Masjid
Dari Abu Hurairah, ia mengatakan bahwa Nabi SAW bersabda, "Rasul SAW dahulu setiap bulan puasa beri'tikaf selama sepuluh hari, dan pada tahun di mana beliau meninggal, beliau beri'tikaf di bulan Ramadhan selama dua puluh hari." (HR Bukhari & Abu Daud)
14. Tidak Mengucapkan Perkataan yang Buruk
Dalil untuk meninggalkan perkataan yang buruk adalah hadis berikut,
“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan pengamalannya, maka Allah SWT tidak memerlukan dia untuk meninggalkan makan dan minumnya.” (HR Bukhari)
15. Mencari Lailatul Qadr dan Menghidupkannya
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: Rasul SAW berkata, "Carilah lailatul qadr dalam malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan." (HR Bukhari & Muslim, dari Aisyah)
Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa Nabi SAW menuturkan, "Barangsiapa yang bangun di malam lailatul qadr dengan iman dan harapan, maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lampau." (HR Bukhari Muslim)
16. Mengeluarkan Zakat Fitrah
Zakat fitrah sendiri hukumnya adalah wajib. Namun sunah mengeluarkannya sehari atau dua hari sebelum hari raya (ini lebih aman karena terkadang ada perbedaan hari raya) berdasarkan perkataan Ibnu Umar RA,
“Yang paling banyak pahalanya adalah bila zakat fitrah dikeluarkan sehari atau dua hari sebelum hari raya Iedul Fitri.”
Namun menurut Imam Syafi’i, zakat fitrah bisa dikeluarkan sejak awal Ramadhan.
17. Memperbanyak Laa Ilaaha Illallaah (Tahlil)
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda, "Barang siapa yang mengucapkan, "Laa ilaha illa allahu, wahdahu laa syarika lahu, lahu al-almulku wa lahu al- hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir" sebanyak 100 kali dalam sehari, maka ia seperti memerdekakan 10 budak, dituliskan untuknya 100 kebaikan, dihapuskan untuknya 100 dosa, ia mendapatkan benteng dari setan pada hari tersebut hingga sore hari, dan tidak ada satu pun yang melakukan hal yang lebih baik dari dirinya melainkan orang yang mengamalkan (ucapan tersebut) lebih banyak darinya." (HR Bukhari & Muslim)
18. Bersilaturahmi
Dari Abu Hurairah, bahwa ada seorang lelaki berkata, "Wahai Rasulullah! Sungguh aku memiliki kerabat. Aku menyambung hubungan dengan mereka, namun mereka memutuskanku. Aku berbuat baik kepada mereka, namun mereka berbuat buruk kepadaku. Aku berlemah lembut dengan mereka, namun mereka berbuat kasar kepadaku."
Maka Nabi SAW berkata, "Apabila benar demikian, maka seakan engkau menyuapi mereka pasir panas, dan Allah akan senantiasa menjadi Penolongmu selama engkau berbuat demikian." (HR Muslim & Ahmad
19. Mengucapkan Tasbih, Tahmid, dan Takbir
Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa yang bertasbih kepada Allah sebanyak 33 kali, bertahmid kepada Allah sebanyak 33 kali, dan bertakbir kepada Allah sebanyak 33 kali; maka semuanya berjumlah 99."
Lalu beliau berkata lagi, "Dan ke-100 nya mengucapkan, "Laa ilaha illa Allahu wahdahu laa syariika lahu, lahu al-mulku wa lahu al- hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir (Tiada sesembahan melainkan Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kekuasaan dan puji-pujian; dan Dia adalah Dzat yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu)", maka diampuni kesalahan-kesalahannya walaupun sebanyak buih yang ada di lautan." (HR Muslim, Abu Dawud & Ahmad)
20. Beristighfar
Diriwayatkan Abu Hurairah, ia mendengar Rasulullah SAW menuturkan, "Demi Allah! aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali." (HR Bukhari & Ahmad)
Dalam riwayat lain, Nabi SAW bersabda, "Sungguh aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada- Nya seratus kali dalam sehari." (HR Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah & Ahmad, dari Abu Hurairah)
Itulah 20 amalan sunnah di bulan Ramadan yang dianjurkan untuk dikerjakan oleh umat Muslim demi menambah pahala puasa.


