6 Tanda Malam Lailatul Qadar pada 10 Hari Terakhir Ramadhan

Tifani
Oleh Tifani
19 Maret 2025, 16:29
Tanda Malam Lailatul Qadar
Unsplash
Ilustraso, Tanda Malam Lailatul Qadar

Ringkasan

  • Lailatul Qadar adalah malam penuh berkah di bulan Ramadhan, di mana Allah melimpahkan rahmat dan ampunan serta pahala berlipat ganda bagi yang beribadah ikhlas. Malam Lailatul Qadar dipercaya terjadi di salah satu malam ganjil pada 10 hari terakhir Ramadhan.
  • Meskipun tidak ada yang tahu pasti kapan datangnya, beberapa tanda Lailatul Qadar antara lain malam yang tenang dan cerah, bulan tampak separuh, dan matahari terbit redup tanpa sinar menyilaukan. Ada juga riwayat turun hujan deras di malam Lailatul Qadar.
  • Pada malam Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan membaca doa "Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu'anni," yang artinya "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan suka mengampuni. Karena itu, ampunilah aku." Selain berdoa, dianjurkan pula memperbanyak membaca Al-Qur'an dan zikir.
! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Lailatul Qadar adalah malam istimewa yang selalu dinanti oleh umat Islam saat bulan puasa Ramadhan. Pada malam Lailatul Qadar, Allah akan melimpahkan keberkahan, rahmat dan ampunan bagi hambanya yang beribadah dengan ikhlas.

Allah juga menjanjikan kepada umatnya yang menunaikan amal kebaikan di malam Lailatul Qodar dengan pahala yang lebih baik dari ibadah 1000 bulan. Beberapa hadist menjelaskan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada salah satu malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan, yaitu pada 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan.

Jika dihitung berdasarkan kalender Masehi 2025, Lailatul Qadar diperkirakan berada di tanggal 21, 23, 25, 27, 29 Maret 2025. Lalu, apa tanda-tanda malam Lailatul Qadar?

Tanda Malam Lailatul Qadar

DOA MALAM LAILATUL QADAR
DOA MALAM LAILATUL QADAR (Unsplash)

 

Tidak ada yang mengetahui dengan pasti kapan malam Lailatul Qadar terjadi. Namun, dalam beberapa hadits, Lailatul Qadar memiliki tanda-tanda tertentu yang dapat dikenali oleh umat Islam.

Dilansir dari laman Kemenag, beberapa tanda yang disebutkan dalam hadits dan riwayat para ulama, di antaranya adalah hadits berikut ini:

هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.

Artinya: "Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru" (HR. Muslim no. 762, dari Ubay bin Ka'ab).

Berikut tanda malam Lailatul Qadar:

1. Malam yang Tenang

Salah satu tanda malam Lailatul Qadar adalah malam yang cerah, tidak panas, tidak dingin, tidak berawan, dan tidak disertai hujan ataupun angin kencang. Rasulullah SAW bersabda,

"Malam itu adalah malam yang cerah, terang, seolah-olah ada bulan, malam yang tenang dan tenteram, tidak dingin dan tidak pula panas. Pada malam itu tidak dihalalkan dilemparnya bintang, sampai pagi harinya. Dan sesungguhnya, tanda Lailatul Qadar adalah matahari di pagi harinya terbit dengan indah, tidak bersinar kuat, seperti bulan purnama, dan tidak pula dihalalkan bagi setan untuk keluar bersama matahari pagi itu." (HR Ahmad)

Hadits lain dari Watsilah bin al-Asqa' juga menyebutkan hal serupa,

"Lailatul Qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang, dan tidak ada bintang jatuh (lemparan meteor bagi setan)." (HR At-Thabrani)

Namun dalam hadits lain dirawatkan turun hujan deras pada malam Lailatul Qadar. Dari Abu Sai'id Al-Khudri RA, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya ditunjukkan kepadaku (dalam mimpiku) bahwa lailatul qadar terjadi pada malam yang ganjil dan keesokan paginya aku sujud di atas lumpur dan air." Pagi itu beliau berada pada malam kedua puluh satu Ramadhan. Beliau berdiri melakukan sholat subuh, tiba-tiba langit menurunkan hujan sehingga masjid terkena curahan hujan. Aku bisa bisa melihat rumput dan air. Selesai sholat subuh, aku melihat lumpur dan air menempel pada dahi dan batang hidung beliau SAW. Rupanya lailatul qadar (tahun ini) terjadi pada malam kedua puluh satu dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. (HR. Bukhari, Muslim, An-Nasai, Abu Daud, dan Ahmad).

2. Bulan Muncul dalam Bentuk Separuh Nampan

Tanda malam Lailatul Qadar selanjutnya adalah bulan muncul dalam bentuk separuh. Dalam sebuah diskusi bersama para sahabat, Rasulullah SAW pernah menyinggung tanda Lailatul Qadar yang berkaitan dengan bentuk bulan. Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata,

"Kami pernah berdiskusi tentang Lailatul Qadar di sisi Rasulullah SAW, beliau berkata, 'Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan'." (HR Muslim)

3. Cahaya Mentari Redup

Keesokan harinya, matahari akan terbit dengan cahaya yang tidak terlalu menyilaukan. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits,

"Keesokan hari setelah malam Lailatul Qadar, matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan." (HR Muslim)

4. Udara dan Suasana Pagi yang Tenang

Salah satu tanda malam Lailatul Qadar yang disebutkan dalam hadits adalah kondisi malam yang tenteram, tidak panas, dan tidak dingin. Rasulullah SAW bersabda,

"Lailatul Qadar adalah malam yang tenteram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin. Esok paginya, matahari terbit dengan sinar lemah berwarna merah." (Hadits hasan)

5. Seluruh Malaikat Turun ke Bumi

Pada malam lailatul qadar, seluruh malaikat turun ke bumi. Namun, malaikat adalah makhluk Allah yang ghaib, sehingga manusia tidak bisa melihatnya dengan kasat mata.

Meski begitu, ada kondisi alam yang menandakan fenomena tersebut, yaitu sinar matahari pada saat terbit tidak seterik biasanya. Hal ini dijelaskan di dalam Shahih Muslim bi-Syarh An-Nawawi berikut.

"Matahari terbit esok harinya seperti mangkuk putih cemerlang, tiada noda dan bintik sedikit pun, sinarnya tidak membakar Para ulama ada yang menjelaskan rahasia mengapa cuacanya seperti itu, hal ini dikarenakan betapa banyaknya malaikat yang turun ke bumi dan menjelang subuh mereka bergegas naik kembali ke lanjut, maka bentangan sayap-sayap mereka atau cahaya terang mereka menutupi sinar matahari."

6. Malam yang Terang

Tanda malam Lailatul Qadar adalah cuaca yang terang. Diriwayatkan dari 'Ubadah bin Shamit, bahwa dia bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang Lailatul-Qadar. Lalu beliau bersabda: "Dalam bulan Ramadhan inilah pada sepuluh malam terakhir, sesungguhnya malam ganjil itu pada malam 21, 23, 25, 27, dan 29, atau pada malam terakhir dalam bulan Ramadhan. Barangsiapa bangun (shalat) pada malam itu dengan iman dan ikhlas, maka akan diampuni dosa- dosanya yang telah lalu. Di antara tanda-tandanya adalah bahwa malam itu keadaannya terang, tenang, sunyi, tidak panas, dan tidak dingin, seolah-olah di situ ada bulan bercahaya, tidak ada bintang yang dilemparkan pada malam itu hingga pagi. Termasuk tanda-tandanya pula bahwa sesungguhnya pada pagi hari itu, matahari akan terbit, cahayanya tidak menyengat bagaikan bulan purnama. Pada hari itu, Allah mengharamkan Setan keluar bersamanya" (HR. Ahmad dan al-Baihaqi)

Doa Malam Lailatul Qadar

APA ITU MALAM LAILATUL QADAR
APA ITU MALAM LAILATUL QADAR (Unsplash)

 

Mengutip Kitab Al Adzkar karya Imam an-Nawawi, berikut bacaan doa malam lailatul qadar Arab, latin, dan artinya:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Arab latin: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu'anni
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan suka mengampuni. Karena itu, ampunilah aku."

Imam an-Nawawi menukil doa tersebut dari riwayat dengan sanad shahih dalam Kitab At-Tirmidzi, Kitab An-Nasa'i, dan Kitab Ibnu Majah. Imam At-Tirmidzi berkata, "Hadits ini adalah hasan shahih."

Adapun bunyi hadis riwayat Imam At-Tirmidzi adalah sebagai berikut:

وَعَنْ عائشة رضي الله عنها: قالت: «قلت: يا رسولَ الله إِنْ وَافَقْتُ ليلةَ القَدْرِ ، ما أَدْعُو به؟ قال: قُولي: اللهم إنك عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُ الْعَفْوَ فاعْفُ عَنِّي» أخرجه الترمذي

Artinya: "Dari sayyidah Aisyah ra, ia bercerita, ia pernah bertanya, 'Wahai Rasulullah, jika aku kedapatan menjumpai lailatul qadar, bagaimana doa yang harus kubaca?' Rasulullah saw menjawab, 'Bacalah, 'Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annī,''" (HR At-Tirmidzi).

Para ulama mazhab berpendapat bahwa, dianjurkan memperbanyak doa ini dalam malam tersebut. Dianjurkan pula membaca Al-Qur'an, memperbanyak zikir, dan doa-doa yang dianjurkan dalam tempat-tempat yang suci dan terhormat.

Demikian ulasan lengkap mengenai tanda malam Lailatul Qadar beserta doa untuk menyambut malam istimewa tersebut.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...