Contoh Materi Teks Khutbah Jumat Ramadan 1447 H Sebagai Referensi

Anggi Mardiana
18 Februari 2026, 15:55
Contoh Materi Teks Khutbah Jumat Ramadan 1447 H
unsplash.com
Contoh Materi Teks Khutbah Jumat Ramadan 1447 H
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Materi teks khutbah Jumat Ramadan 1447 H kini banyak dicari, karena momen khutbah menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah pada bulan penuh berkah ini. Jumat Minggu ini, 20 Februari 2026 sudah memasuki bulan Ramadan.

Materi teks khutbah Jumat Ramadan 1447 H menjadi panduan penting bagi para khatib dalam menyampaikan pesan keagamaan yang relevan selama bulan suci. Dengan materi khutbah yang tepat, umat Islam dapat lebih memahami makna puasa, memperbanyak ibadah, dan menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh Materi Teks Khutbah Jumat Ramadan 1447 H

Teks Khutbah Jumat
Teks Khutbah Jumat Ramadan 1447 H (Unsplash)

Salah satu langkah untuk menyambut bulan penuh berkah ini yaitu dengan khutbah Jumat yang menekankan pentingnya bertaubat, meningkatkan ibadah, dan mempererat hubungan dengan Allah SWT, serta sesama manusia. Berikut contoh materi teks khutbah Jumat Ramadan 1447 H:

Berburu Ampunan dan Rahmat Selama di Bulan Ramadan

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ الصَّوْمَ حِصْنًا لِأَوْلِيَائِهِ وَ جُنَّةً، وَفَتَحَ لَهُمْ بِهِ أَبْوَابَ الْجَنَّةِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ قَائِدِ الْخَلْقِ وَمُمَهِّدِ السُّنَّةِ، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ ذَوِيْ الْأَبْصَارِ الثَّاقِبَةِ وَالْعُقُوْلِ الْمُرَجِّحَةِ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

Jamaah yang dirahmati Allah SWT,

Alhamdulillah tahun ini kita kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadan, bulan yang penuh keistimewaan dan keutamaan bagi umat Islam. Pada bulan ini, banyak umat Muslim meningkatkan ibadah dan menunaikan kewajiban agama maupun memperbanyak amal ibadah sunnah.

Rasulullah SAW menekankan bahwa ketika Ramadan tiba, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah karena setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits, pahala amal di bulan suci ini berlipat ganda dibanding bulan lainnya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي، لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ، وَلَخُلُوفُ فَمِ الصائم أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Artinya, “Dari Abu Hurairah ra, dia berkata, ‘Rasulullah saw bersabda, ‘Setiap amal anak Adam dilipatgandakan pahalanya. Satu (amal) kebaikan diberi pahala sepuluh hingga tujuh ratus kali. Allah azza wajalla berfirman, ‘Kecuali puasa, karena puasa itu adalah bagi-Ku dan Akulah yang akan membalasnya. Sebab, dia telah meninggalkan nafsu syahwat dan nafsu makannya karena-Ku.’

Dan bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan. Kebahagiaan ketika dia berbuka, dan kebahagiaan ketika dia bertemu dengan Rabb-Nya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada wanginya kesturi.’” (HR Bukhari dan Muslim)

.أَوَّلُ شَهْرِ رَمَضَانَ رَحْمَةٌ، وأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرَهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ

Artinya, “Awal Bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka.” (Ibnu Khuzaimah)

Rahmat merupakan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Berkat rahmat itulah seorang Muslim dapat memperoleh ampunan di akhirat dan balasan surga. Bahkan, rahmat menjadi penentu nasib seseorang di hari akhir. Meski seseorang rajin beribadah, jika belum memperoleh rahmat Allah, tidak ada jaminan ia akan masuk surga.

Namun, hal ini bukan berarti kita boleh mengabaikan ibadah dengan alasan hanya mengandalkan rahmat, karena rahmat Allah diberikan sebagai akibat ketaatan hamba kepada-Nya.

Terdapat kisah menarik tentang seorang hamba yang sepanjang hidupnya selalu beribadah, namun masuk surga bukan karena amalnya, melainkan karena rahmat Allah. Kisah ini diriwayatkan Syekh Abul Laits as-Samarqandi dalam Tanbīhul Ghāfilīn, mengutip riwayat Al-Hakim dalam Mustadrak-nya.

Dikisahkan, Malaikat Jibril AS bercerita kepada Nabi Muhammad SAW, “Hai Muhammad! Demi Allah yang telah menugaskanmu sebagai nabi, Allah memiliki seorang hamba yang ahli beribadah. Hamba ini hidup selama 500 tahun di atas gunung untuk beribadah.”

Hamba itu memohon agar nyawanya dicabut dalam keadaan sujud dan jasadnya tetap utuh hingga hari kiamat. Doanya dikabulkan. Saat di akhirat, Allah berfirman, “Hamba-Ku, Aku masukkan engkau ke surga berkat rahmat-Ku!”
Hamba itu awalnya menolak, mengira masuk surga karena ibadahnya, bukan rahmat Allah. Setelah ditimbang, rahmat Allah ternyata lebih berat nilainya daripada amalnya. Allah memerintahkan malaikat untuk memasukkannya ke neraka.

Sebelum dilaksanakan, hamba itu mengakui bahwa rahmat Allah lebih besar dan dapat menjadikannya masuk surga, sehingga ia akhirnya selamat dan tidak dimasukkan ke neraka. (Abul Laits as-Samarqandi, Tanbihul Ghafilin, t.t, h. 63)
Jamaah yang dirahmati Allah SWT,

Keutamaan berikutnya di bulan Ramadhan yaitu maghfirah atau ampunan Allah. Sebagai manusia, kita menyadari banyak dosa yang kian hari bertambah, karena berbuat salah adalah bagian dari fitrah manusia. Rasulullah SAW bersabda bahwa bulan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak taubat dan memohon ampunan.

Salah satu keutamaan yang dijanjikan Allah di bulan Ramadhan adalah pahala surga bagi hamba-Nya yang taat dan menjalankan perintah-Nya. Rasulullah SAW pun menegaskan hal ini dalam sabdanya.
Artinya, “Ketika Ramadhan tiba, dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan setan pun dibelenggu.” (HR Muslim)

Jamaah yang dirahmati Allah SWT,

Demikianlah khutbah yang dapat disampaikan oleh khatib. Semoga kita semua dapat menjalani Ramadhan tahun ini maupun di tahun-tahun mendatang dengan sebaik-baiknya, sehingga meraih ampunan, rahmat, dan pahala surga dari Allah SWT.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ 


أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ


عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Contoh materi teks khutbah Jumat Ramadhan 1447 H di atas memotivasi kita semua untuk menjalani bulan Ramadhan sebaik mungkin agar memperoleh rahmat, rahmat, dan pahala surga dari Allah SWT. Materi khutbah Jumat selama Ramadhan, membantu jamaah memahami makna puasa, meningkatkan ibadah, atau menanamkan nilai-nilai kebaikan selama bulan suci Ramadhan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan