5 Contoh Ceramah Singkat tentang Ikhlas Lengkap Dengan Dalilnya

Destiara Anggita Putri
20 Februari 2026, 15:04
Contoh Ceramah Singkat tentang Ikhlas
Muslim Matters
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Di Indonesia, bulan Ramadhan umumnya identik dengan berbagai kegiatan yang bernuansa Islam. Salah satunya yaitu kegiatan ceramah ramadhan yang dilakukan menjelang sholat tarawih, selesai sholat isya dan subuh ataupun menjelang berbuka puasa.

Dalam agama Islam sendiri, ceramah merupakan salah satu metode dakwah yang dilakukan ustadz atau pemuka agama untuk menyampaikan pesan agama yang ringkas namun tetap bermakna dan menyentuh hati bagi para jemaah.

Ada berrbagai macam hal yang bisa dijadikan tema ceramah. Salah satu tema yang bisa diangkat yaitu ikhlas yang termasuk pembahasan yang ringan namun sulit diaplikasikan. 

Adapun tujuan dari ceramah tentang tema ini yaitu untuk menyamapikan pentingnya keikhlasan dalam berbagai amal perbuatan, serta bagaimana menerapkan konsep ikhlas dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan memahami dan mengamalkan ikhlas, jemaah dapat meraih keberkahan dan kedamaian dalam menjalani kehidupan.

Bila ingin menyampaikan ceramah mengenai tema tersebut, berikut di bawah ini beberapa contoh ceramah singkat tentang ikhlas lengkap dengan dalilnya yang bisa dijadikan sebagai referensi.

Contoh Ceramah Singkat tentang Ikhlas

Berikut ini lima contoh ceramah singkat dari berbagai sumber lengkap dengan dalilnya sebagai referensi bila ingin mengangkat tema ikhlas dalam ceramah yang akan disampaikan.

Ceramah Singkat Tentang Ramadhan Penuh Berkah
Contoh Ceramah Singkat tentang Ikhlas (Unsplash)

1. Contoh Ceramah Singkat Tentang Ikhlas Dalam Beramal

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan banyak sekali kenikmatan kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang insya Allah mulia ini.

Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad SAW. Di mana atas berkat perjuangan beliau dan para sahabatnya sehingga kita dapat merasakan indahnya islam seperti sekarang ini.

Jamaah yang dirahmati Allah,
Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan ceramah singkat mengenai ikhlas. Dalam arti yang sering kita ketahui bahwa ikhlas merupakan segala sesuatu yang dilakukan tanpa mengharapkan imbalan apapun. Arti ikhlas ini sudah benar, tetapi kurang tepat.

Dalam agama islam, ikhlas berarti melakukan sesuatu karena Allah SWT. Perihal ibadah misalnya, ikhlas berarti melakukan ibadah karena Allah SWT, bukan karena yang lain. Bukan juga karena ingin dipuji, ingin terlihat sholeh, tetapi memang benar-benar karena Allah SWT.

Sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah Al-Bayyinah ayat 5:

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ - 5

Artinya: "Mereka tidak diperintah, kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya lagi hanif (istiqomah), melaksanakan sholat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus (benar)."

Ikhlas akan menjadi sangat. penting untuk diaplikasikan dalam kehidupan, sebab pada setiap amalan yang kita lakukan tanpa didasari dengan keikhlasan maka amalan tersebut dipandang tidak sah di hadapan Allah.

Ikhlas juga menjadi alat ukur pada setiap amalan yang kita lakukan, semakin kita ikhlas maka pahala yang akan kita dapatkan juga akan semakin besar. Semakin ikhlas seseorang dalam beramal, maka akan semakin besar pula balasan yang akan diterima.

Setelah anda memahami pentingnya ikhlas dalam kehidupan sehari-hari, maka latihlah hati untuk selalu ikhlas pada setiap hal. Saya rasa cukupkan sekian, semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat. Kurang lebihnya mohon maaf. Terimakasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

2. Contoh Ceramah Singkat Tentang Ikhlas dalam Bekerja

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hadirin yang dirahmati Allah,

Hari ini, mari kita renungkan sejenak tentang "Ikhlas dalam Bekerja: Mencari Rezeki yang Diberkahi Allah."

Setiap hari kita bekerja keras, menghabiskan waktu dan tenaga demi mencari rezeki. Namun, apakah kita sudah melakukannya dengan niat yang benar dan penuh keikhlasan?

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Mulk ayat 15:

"Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu dalam keadaan mudah dimanfaatkan. Maka, jelajahilah segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Hanya kepada-Nya kamu (kembali setelah) dibangkitkan."

Ayat ini mengingatkan kita bahwa bekerja adalah bagian dari ibadah. Ikhlas dalam bekerja berarti meluruskan niat, bukan semata-mata karena gaji, jabatan, atau pujian, tetapi untuk menjalankan amanah, memberi manfaat, dan mencari ridha Allah.

Dengan niat yang benar, pekerjaan sekecil apa pun bernilai ibadah di sisi-Nya.

Rezeki yang berkah bukan tentang seberapa banyak yang kita dapatkan, melainkan seberapa bermanfaat dan membawa ketenangan dalam hidup.

Rezeki yang berkah membuat hati tenang, keluarga harmonis, dan hidup penuh rasa syukur.

Mari kita tanamkan keikhlasan dalam setiap pekerjaan, sekecil apa pun. Lakukan dengan sungguh-sungguh, jujur, dan penuh tanggung jawab.

Insya Allah, rezeki yang kita peroleh akan menjadi berkah bagi diri sendiri, keluarga, dan orang di sekitar kita.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

3. Contoh Ceramah Singkat tentang Ikhlas dalam Menghadapi Musibah

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Segala puji bagi Allah SWT yang Maha Bijaksana dalam setiap takdir-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, yang hidupnya penuh ujian namun tetap ikhlas dan sabar dalam menghadapinya. 

Jamaah yang dirahmati Allah, salah satu bentuk keikhlasan yang paling berat adalah ikhlas saat menerima musibah. Ketika kita kehilangan sesuatu, tertimpa ujian, atau dilanda kesedihan, saat itulah hati kita diuji, apakah kita tetap bersandar pada Allah atau justru mengeluh dan menyalahkan takdir. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 155: 

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." 

Orang yang ikhlas akan berkata seperti dalam lanjutan ayat 156, yang berbunyi: 

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun 

Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali.” 

Ini adalah ucapan keimanan, bahwa semua yang kita miliki hanyalah titipan Allah, dan sewaktu-waktu bisa kembali kepada-Nya. Rasulullah SAW pun bersabda: 

"Besarnya pahala tergantung pada besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka." (HR. Tirmidzi) 

Maka saudaraku, mari belajar ikhlas saat tertimpa musibah. Jangan biarkan hati kita memberontak pada takdir. Yakinlah, bahwa setiap air mata yang jatuh karena sabar dan ikhlas, akan diganti Allah dengan pahala yang tak terhingga. Semoga Allah meneguhkan hati kita dalam menghadapi ujian hidup dengan lapang dada dan ketulusan niat. 

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

4. Contoh Ceramah Singkat tentang Ikhlas dalam Kehidupan

Sahabat muslim yang dirahmati oleh Allah, saya ingin menyampaikan ceramah singkat tentang ikhlas di dalam kehidupan.

Ada banyak dimensi bentuk ikhlas di dalam kehidupan kita, yaitu ikhlas dalam melakukan pekerjaan, ikhlas dalam melakukan ibadah, ikhlas dalam beramal, dan masih banyak lagi.

Di dalam konteks ibadah, bersikap ikhlas adalah menjalankan ibadah dengan penuh rasa ikhlas karena Allah SWT dan bukan karena sikap lainnya.

Untuk menekankan betapa pentingnya sikap ikhlas ini, mari kita renungkan sebuah hadis dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا، أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Innamā al-aʿmālu bil-niyyāt, wa innamā likulli imri’in mā nawā, fa-man kānat hijratuhu ilā Allāhi wa rasūlihi; fa-hijratuhu ilā Allāhi wa rasūlihi, wa-man kānat hijratuhu li-dunyā yuṣībuhā, aw imra’atin yankiḥuhā, fa-hijratuhu ilā mā hājara ilayhi.

Artinya: "Sesungguhnya setiap amal itu (tergantung) pada niat, dan sesungguhnya setiap orang itu akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.

Barangsiapa hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya.

Dan barangsiapa hijrahnya karena dunia atau karena seorang wanita, maka hijrahnya karena itu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika tidak dilandasi dengan keikhlasan, maka agama yang kita anut saat ini akan menjadi lebih runyam. Seolah tidak ada efek atau hal yang membekas dari agama itu sendiri.

Banyak orang jadi sibuk dengan urusan dunianya dan tidak menempatkan agama sebagai sesuatu yang utama dalam hidupnya. Semoga kita dihindarkan dari sikap-sikap seperti itu.

Dengan melakukan ikhlas dalam beragama, maka segala urusan dalam hidup akan menjadi lebih baik, lebih tenang, dan lebih terang, sehingga beragama menjadi lebih mudah.

Sikap ikhlas ini sangat penting untuk dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini karena segala amalan yang tidak disadari dengan sikap ikhlas, maka tidak akan sah di mata Allah SWT.

Semakin ikhlas seseorang dalam melakukan amal kebaikan, maka akan semakin besar juga balasan yang diterima oleh kita dan amalan itu pun akan semakin bernilai di mata Allah SWT.

Sekian ceramah singkat tentang ikhlas ini, semoga berguna dan bermanfaat untuk kita semua.

5. Contoh Ceramah Singkat tentang Ikhlas dalam Menghadapi Perubahan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Bismillahirrahmanirrahim,

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Hari ini saya ingin berbicara tentang pentingnya ikhlas dalam menghadapi perubahan.

Perubahan adalah bagian dari kehidupan kita, baik kecil maupun besar, semuanya adalah ketetapan Allah SWT yang harus kita terima dengan hati lapang.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِنۢ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ

Artinya: "Tidak ada musibah yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya." (QS. At-Taghabun: 11)

Rasulullah SAW juga bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Artinya: "Sungguh menakjubkan perkara orang mukmin, semua urusannya baik. Jika mendapatkan kebahagiaan, dia bersyukur, maka itu baik baginya. Dan jika tertimpa musibah, dia bersabar, maka itu baik baginya." (HR. Muslim)

Hadirin yang berbahagia,

Ikhlas dalam menghadapi perubahan berarti menerima setiap keadaan dengan hati yang lapang. Berikut beberapa langkah untuk melatih keikhlasan:

  1. Menyadari bahwa segala sesuatu adalah ketetapan Allah.
  2. Bersyukur dalam segala keadaan.
  3. Berdoa dan bertawakal kepada Allah.
  4. Berusaha memperbaiki diri.

Marilah kita senantiasa berusaha ikhlas dalam setiap perubahan yang terjadi dalam hidup kita, agar selalu berada dalam lindungan dan rahmat Allah SWT.

Demikian ceramah singkat yang dapat saya sampaikan.

Semoga kita semua bisa menjadi hamba yang ikhlas dan mendapatkan ridha Allah SWT.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Itulah lima contoh ceramah singkat tentang ikhlas lengkap dengan dalilnya yang bisa dijadikan sebagai referensi. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan