10 Kultum Ramadhan Singkat 1 Menit Berbagai Tema yang Menyentuh Hati
Di Indonesia sendiri, bulan Ramadhan biasanya identik dengan berbagai keagamaan, seperti pengajian, buka puasa bersama, dan lain-lain. Pada kegiatan tersebut, umumnya terdapat sesi kultum yang disampaikan oleh ustadz dengan tema yang masih relevan dengan bulan suci ini, mulai dari tentang puasa, sedekah, sabar, hingga nuzulul Qur'an.
Kultum atau kuliah tujuh menit sendiri merupakan dakwah yang berisi nasihat, motivasi, dan inspirasi kepada para jamaah, serta mengingatkan mereka tentang ajaran-ajaran Islam.
Sesuai namanya, penyampaian materi kultum berlangsung singkat dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Durasi 7 menit tidaklah menjadi patokan untuk menyampaikan dakwah atau ceramah. Bisa berdurasi 5 menit hingga 7 menit atau bahkan 1 menit menyesuaikan kondisi.
Berikut di bawah ini kumpulan kultum Ramadhan singkat 1 menit tentang berbagai tema yang bisa dijadikan referensi.
Kultum Ramadhan Singkat 1 Menit
Berikut ini sepuluh kultum Ramadhan singkat 1 menit berbagai tema yang bisa dijadikan sebagai referensi.
1. Ramadhan sebagai Latihan Kesabaran Sejati
Hadirin sekalian,
Ramadhan disebut sebagai bulan kesabaran karena di dalamnya kita sebagai manusia akan dilatih menahan banyak hal. Bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan emosi, amarah, dan hawa nafsu.
Saat menjalankan ibadah puasa, ujian kesabaran sering datang dari hal-hal sederhana: misalnya ada pekerjaan yang melelahkan, cuaca panas, atau sikap orang lain yang kurang menyenangkan. Namun justru di situlah nilai puasa diuji. Allah menjanjikan pahala yang besar bagi orang-orang yang sabar.
Jika di bulan Ramadhan kita mampu menahan diri dan bersikap tenang, semoga kebiasaan itu terbawa hingga setelah Ramadhan. Kesabaran yang dilatih selama sebulan penuh diharapkan membentuk pribadi yang lebih dewasa, lapang dada, dan bijak dalam menghadapi kehidupan, dan membawa kita ke kehidupan yang lebih baik lagi.
2. Keutamaan Berbagi di Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan adalah waktu terbaik untuk berbagi. Anak-anak bisa mempraktikkan bersedekah dan membantu sesama.
Berbagi makanan saat berbuka adalah contoh kecil yang bisa dilakukan sejak dini.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا، كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Man faththara shaa’iman kaana lahu mitslu ajrihi ghayra annahu laa yanqush min ajris shaa’imi syai’an.”
Artinya: "Barang siapa yang memberi makan kepada orang yang berbuka puasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikit pun." (HR. Tirmidzi)
Berbagi itu tidak harus dalam jumlah besar, tetapi yang penting adalah keikhlasan.
3. Tiga Tahapan Berinteraksi dengan Al-Quran
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillahilladzi anzala furqana 'ala 'abdihi liyakuna lil 'alamina nadzira. Amma ba'du.
Jamaah yang berbahagia, Ramadhan adalah Syahrul Quran. Bulan di mana interaksi kita dengan kitab suci harus mencapai puncaknya. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 185:
"Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)."
Bagaimana seharusnya kita berinteraksi dengan Al-Quran di bulan yang mulia ini? Ada tiga tahapan penting yang harus kita lalui agar Al-Quran benar-benar menjadi penerang jalan hidup kita:
Tilawah (Membaca): Ini adalah langkah pertama. Membaca Al-Quran dengan tajwid yang benar. Di bulan Ramadhan, satu huruf diganjar sepuluh kebaikan, lalu dilipatgandakan lagi karena kemuliaan bulan ini. Mengejar target khatam sangat dianjurkan.
Tafahum (Memahami): Tidak cukup hanya membaca, kita harus mulai membaca terjemahannya, membaca tafsirnya. Al-Quran berisi surat cinta dan perintah dari Allah. Bagaimana kita bisa menjalankan perintah-Nya jika kita tidak paham apa isi surat tersebut?
Tatbiq (Mengamalkan): Ini adalah puncaknya. Jika Al-Quran menyuruh jujur, kita jujur di tempat kerja. Jika Al-Quran menyuruh menutup aurat, kita praktikkan. Al-Quran harus terlihat dalam akhlak keseharian kita.
Maka jadikan Ramadhan ini titik tolak kita untuk tidak hanya menjadi pembaca Al-Quran yang baik, tapi menjadi pengamal Al-Quran yang taat.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
4. Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, terutama di bulan Ramadhan. Beliau bersabda:
"Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan," (HR. Tirmidzi).
Bulan Ramadhan ini bulan penuh kemuliaan dan kebaikan. Pahala dilipatgandakan dan banyak sumber-sumber kebaikan yang luar biasa.
Marilah kita perbanyak berbagi kepada sesama, baik dalam bentuk makanan, harta, maupun kebaikan lainnya. Amalan baik kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga menambah keberkahan dalam hidup kita.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
5. Menjaga Kesehatan Saat Ramadhan
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى أله وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita kesehatan dan kesempatan untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Shalawat serta salam kita panjatkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umat Islam yang senantiasa mengikuti sunnahnya.
Hadirin yang dirahmati Allah, menjaga kesehatan adalah bagian dari ibadah. Rasulullah SAW bersabda:
نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس الصحة والفراغ
Artinya: “Dua kenikmatan yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia adalah kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)
Dalam bulan Ramadhan, menjaga kesehatan sangat penting agar ibadah kita dapat berjalan dengan baik. Beberapa cara yang bisa kita lakukan adalah:
- Mengatur pola makan dengan sahur yang bergizi dan berbuka secukupnya.
- Memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.
- Menjaga pola tidur agar tubuh tetap bugar.
- Melakukan aktivitas fisik ringan agar tubuh tetap sehat.
Jangan sampai kita lalai dalam menjaga kesehatan, karena tubuh yang sehat akan membantu kita beribadah dengan lebih baik. Semoga Allah SWT memberikan kita kesehatan dan kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa dengan sempurna.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
6. Keutamaan Bulan Ramadhan
Assalamualaikum Wr. Wb.
Segala puji Allah SWT yang telah memberikan kita semua kesempatan hadir dalam acara ini. Selawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah SAW, keluarga, sahabat, serta seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin yang dirahmati Allah SWT, mari kita merenungkan tentang bulan Ramadhan. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Saat datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR Bukhari dan Muslim).
Bulan ini merupakan waktu terbaik untuk “mencuci” dosa-dosa di masa lalu. Sebagai umat Muslim, kita harus merasa beruntung dapat bertemu kembali dengan Ramadhan. Mengapa demikian? Sebab, ada banyak keutamaan bulan Ramadhan.
Allah SWT memilih bulan penuh berkah dan mulia ini sebagai waktu diturunkannya mukjizat terbesar, yang tidak lain adalah Al-Qur’an. Allah SWT juga menjadikan Ramadhan sebagai ladang pahala yang berlipat ganda.
Setiap amal ibadah tidak diperhitungkan satu banding satu. Terlebih lagi, terdapat Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Betapa ruginya kita apabila melewatkan malam tersebut tanpa beribadah.
Mari jadikan bulan suci ini penuh dengan kebaikan. Isi hari-hari kita selama Ramadhan dengan hal-hal yang bernilai ibadah, seperti berpuasa, bersedekah, memperbaiki akhlak kepada sesama.
Demikian kultum singkat ini yang dapat disampaikan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita keistikamahan dan kekuatan hingga akhir Ramadhan nanti.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
7. Ramadhan sebagai Momentum Hijrah dan Perbaikan Diri
Para jamaah sekalian,
Ramadhan adalah kesempatan emas untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Banyak amalan terasa lebih ringan dilakukan di bulan ini, seperti shalat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah. Ini bukan kebetulan, melainkan bentuk pertolongan Allah agar kita mau memperbaiki diri.
Jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa ada perubahan. Jika sebelumnya kita lalai dalam ibadah, mari mulai memperbaikinya sedikit demi sedikit. Hijrah tidak harus besar dan drastis, yang terpenting adalah istiqamah.
Jadikan Ramadhan sebagai titik awal untuk membangun kebiasaan baik yang terus berlanjut, sehingga setelah Ramadhan kita tetap berada di jalan kebaikan.
8. Ramadhan sebagai Sarana Perbaikan Diri
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ramadhan adalah kesempatan untuk memperbaiki diri. Allah memberikan kita bulan penuh keberkahan agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa perubahan dalam diri kita.
Marilah kita jadikan bulan ini sebagai titik awal untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Jangan hanya berfokus pada kebaikan saat Ramadhan, tetapi juga pada berbagai waktu setelah Ramadhan.
Kita harus menyadari bahwa pendidkan Ramadhan untuk membentuk diri menjadi pribadi yang bertakwa. Pribadi yang bertakwa ini tak hanya tentang Ramadhan saja, tetapi sebagai proses berkelanjutan dalam kehidupan.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
9. Puasa Sebagai Madrasah Kesabaran
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillah, wash-shalatu was-salamu 'ala Rasulillah. Amma ba'du.
Hadirin jamaah shalat yang dimuliakan Allah, sering kita dengar puasa adalah melatih kesabaran. Tapi sabar yang seperti apa?
Sabar ini bisa dibagi menjadi tiga jenis. Hebatnya, ibadah puasa merangkum ketiga jenis sabar tersebut sekaligus:
Sabar dalam Menjalankan Ketaatan: Bangun sahur di jam 3 pagi itu berat. Shalat Tarawih 11 atau 23 rakaat itu butuh perjuangan. Di sinilah kita dilatih sabar dalam menjalankan perintah Allah yang menuntut pengorbanan fisik.
Sabar dalam Menjauhi Maksiat: Di bulan ini, kita dilatih mengerem amarah, menahan mata dari tontonan yang tidak pantas, dan menjaga jari kita dari mengetik komentar buruk di media sosial.
Sabar Menghadapi Ujian/Musibah: Rasa lapar, haus, perut melilit, dan tenggorokan kering di siang hari yang terik adalah bentuk musibah kecil. Kita menahannya dan bersabar hingga azan Maghrib tiba.
Allah menjanjikan ganjaran yang tidak main-main bagi orang yang bersabar. QS. Az-Zumar ayat 10:
"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas."
Orang yang lulus dari madrasah Ramadhan adalah orang yang setelah lebaran nanti tetap menjadi pribadi yang penyabar. Tidak mudah emosi di jalan raya, tidak mudah putus asa saat bekerja.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
10. Jangan Lupakan Doa di Bulan Ramadhan
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan doa. Allah berfirman:
"Aku mengabulkan doa orang yang berdoa kepada-Ku," (QS. Al-Baqarah: 186).
Mari kita manfaatkan waktu-waktu mustajab, seperti menjelang berbuka, saat sahur, dan dalam sujud terakhir salat, untuk berdoa dan memohon kepada Allah. Jangan sia-siakan kesempatan ini!
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Itulah sepuluh kultum Ramadhan singkat 1 menit berbagai tema yang bisa dijadikan sebagai referensi.


