Malam Lailatul Qadar 1447 H Kapan? Ini Beberapa Amalan yang Dapat Dikerjakan
Malam Lailatul Qadar 1447 H kapan? Pada bulan Ramadan terdapat satu malam yang memiliki keutamaan luar biasa, yaitu Lailatul Qadar. Malam ini disebut sebagai malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.
Amalan pada malam Lailatul Qadar menjadi perhatian umat Islam terutama saat memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan. Malam yang penuh keistimewaan ini memiliki keutamaan luar biasa, bahkan disebut lebih baik dari seribu bulan.
Malam Lailatul Qadar 1447 H Kapan?
Kapan malam Lailatul Qadar 1447 H? Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemuliaan dan nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Allah SWT menegaskan hal ini dalam Al-Qur’an Surat Al-Qadr ayat 1-3:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١
Arab-latin: Innâ anzalnâhu fî lailatil-qadrSesungguhnya.
Artinya: Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar.
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ٢
Arab-lati: Wa mâ adrâka mâ lailatul-qadr
Artinya: Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu?
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ٣
Arab-latin: Lailatul-qadri khairum min alfi syahr
Artinya: Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan.
Ayat ini menekankan bahwa ibadah di malam Lailatul Qadar memiliki pahala yang jauh lebih besar dibandingkan ibadah selama bertahun-tahun. Rasulullah SAW juga mendorong umatnya untuk bersungguh-sungguh mencari malam Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Dalam hadis disebutkan, “Carilah Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan” (HR. Bukhari No. 2017, Muslim No. 1169).
Hadis ini menunjukkan bahwa malam Lailatul Qadar tidak memiliki tanggal yang tetap, sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah selama sepuluh malam terakhir agar tidak melewatkan malam yang penuh keberkahan ini.
Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi, dijelaskan bahwa Lailatul Qadar diyakini terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Pendapat ini merujuk pada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Aisyah RA, dari Nabi SAW. Rasulullah SAW bersabda:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ وَعَنْ عَائِشَةَ فِي الْوَتْرِ مِنَ العَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: "Bersungguh-sungguhlah kalian mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan." (HR Bukhari, shahih)
Berdasarkan hadis tersebut serta perhitungan awal Ramadan 1447 H yang dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026, maka malam Lailatul Qadar diperkirakan jatuh pada malam-malam ganjil berikut:
• Malam 21 Ramadan: Selasa malam, 10 Maret 2026
• Malam 23 Ramadan: Kamis malam, 12 Maret 2026
• Malam 25 Ramadan: Sabtu malam, 14 Maret 2026
• Malam 27 Ramadan: Senin malam, 16 Maret 2026
• Malam 29 Ramadan: Rabu malam, 18 Maret 2026
Amalan Malam Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar bukan sekadar menantikan keberkahan, tetapi juga bagaimana kita memanfaatkannya dengan melaksanakan ibadah secara maksimal. Berikut beberapa amalan malam Lailatul Qadar:
1. Itikaf
Iktikaf merupakan ibadah yang dilakukan dengan cara berdiam diri di dalam masjid dan termasuk salah satu amalan pada malam Lailatul Qadar. Berdiam diri berarti tidak keluar dari masjid kecuali untuk keperluan mendesak, karena waktu tersebut difokuskan untuk melaksanakan berbagai ibadah, baik yang wajib maupun sunnah.
Pelaksanaan iktikaf pada malam Lailatul Qadar mengacu pada hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA. Dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW melakukan iktikaf selama sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Berikut hadisnya:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ اْلعَشَرَ اْلأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ. [رواه مسلم]
Artinya: "Nabi SAW melakukan itikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadan, (beliau melakukannya) sejak datang di Madinah sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan itikaf setelah beliau wafat." (HR Muslim)
2. Menghadiri Salat Berjamaah
Beberapa salat yang dapat dikerjakan pada malam Lailatul Qadar antara lain salat Isya dan Subuh secara berjamaah. Keterangan ini merujuk pada penjelasan Abu Maryam Kautsar Amru dalam buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadan.
Ulama besar Imam Syafi'i dalam kitab Latha-if Al-Ma'arif pernah menyampaikan bahwa orang yang melaksanakan salat Isya dan Subuh berjamaah termasuk golongan yang telah menghidupkan malam Lailatul Qadar. Beliau bersabda:
مَنْ شَهِدَ العِشَاءَ وَ الصُّبْحَ لَيْلَةَ القَدْرِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظِّهِ مِنْهَا
Artinya: "Siapa yang menghadiri salat Isya dan sholat Subuh pada malam Lailatul Qadar maka ia telah mengambil bagian dari malam tersebut."
Pendapat Imam Syafi'i tersebut mengacu pada sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Utsman bin Affan. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ شَهِدَ الْعِشَاءَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ قِيَامُ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ
Artinya: "Siapa yang menghadiri salat Isya berjamaah, maka baginya pahala salat separuh malam. Siapa yang melaksanakan salat Isya dan Subuh berjamaah, maka baginya pahala salat semalam penuh." (HR Muslim dan Tirmidzi)
3. Memperpanjang Salat Malam
Melaksanakan salat malam atau qiyamul lail juga termasuk amalan yang dianjurkan pada malam Lailatul Qadar. Hal ini dijelaskan oleh Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi dalam buku Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq, yang merujuk pada keterangan hadis. Hadis tersebut bersumber dari sabda Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: "Barang siapa yang bangun menegakkan salat malam di malam Lailatul Qadar karena keimanan dan mencari ridha Allah maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni." (HR Bukhari dan Muslim)
4. Membaca Doa Lailatul Qadar
Doa pada malam Lailatul Qadar sesuai sunnah dapat diambil dari doa yang pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Doa ini berisi permohonan agar Allah memberikan keselamatan baik di dunia maupun di akhirat.
Doa yang dimaksud diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Imam Nasa'i, dan Imam Ibnu Majah, serta tercantum dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi.
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Bacaan latin: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwan fa'fu 'anni
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau suka memberi maaf, maka maafkan aku."
Doa Lailatul Qadar tersebut merupakan bagian dari hadis yang diriwayatkan dari istri Rasulullah SAW, Aisyah RA. Beliau pernah bersabda:
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya: "Wahai Rasulullah, bagaimana bila aku mengetahui malam Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan?" Beliau (Rasulullah SAW) menjawab, "Ucapkanlah, Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni (Ya, Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan suka memberi maaf, maka maafkanlah aku).'" (HR Tirmidzi)
5. Tilawah Al-Qur'an
وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ
Artinya: "Jibril menemuinya pada tiap malam malam bulan Ramadan, dan dia (Jibril) bertadarus Al-Qur'an bersamanya." (HR Bukhari)
Para ulama juga meneladani kebiasaan Rasulullah SAW dalam menghidupkan malam Ramadan. Dalam buku Mahfudhat Fadlailun Nabi wa Shobah karya Abdul Aziz Wahab, disebutkan bahwa Imam Syafi'i biasa menyelesaikan membaca Al-Qur’an sebanyak 60 kali selama bulan Ramadan.
Sementara itu, Qatadah biasanya mengkhatamkan Al-Qur’an setiap tujuh hari. Namun, pada bulan Ramadan, ia menyelesaikannya setiap tiga hari, dan pada sepuluh malam terakhir Ramadan, ia bahkan mengkhatamkannya setiap malam.
Malam Lailatul Qadar 1447 H kapan? Meski waktu tepatnya hanya diketahui oleh Allah SWT, umat Islam dianjurkan untuk bersungguh-sungguh mencarinya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Dengan menjalankan ibadah dan doa sesuai sunnah Rasulullah SAW, setiap umat muslim berkesempatan meraih keberkahan, pengampunan, dan keselamatan dunia akhirat di malam yang mulia tersebut.

