7 Kultum Malam Lailatul Qadar 2026 Singkat Tetap Bermakna

Tifani
Oleh Tifani
10 Maret 2026, 16:25
Kultum Malam Lailatul Qadar 2026 Singkat
Freepik
Ilustrasi, Kultum Malam Lailatul Qadar 2026 Singkat
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kultum atau kuliah tujuh menit merupakan ceramah singkat yang disampaikan oleh ustadz menjelang berbuka puasa atau setelah ibadah salat tarawih. Kultum dapat berisi nasihat, motivasi, dan inspirasi kepada para jamaah, serta mengingatkan mereka tentang ajaran-ajaran Islam selama bulan Ramadhan, termasuk tentang Malam Lailatul Qadar.

Pada malam Lailatul Qadar, Allah akan melimpahkan keberkahan, rahmat dan ampunan bagi hambanya yang beribadah dengan ikhlas. Allah juga menjanjikan kepada umatnya yang menunaikan amal kebaikan di malam Lailatul Qodar dengan pahala yang lebih baik dari ibadah 1000 bulan.

Berikut di bawah ini kumpulan kultum malam Lailatul Qadar 2026 singkat yang bisa dijadikan sebagai referensi.

Kultum Malam Lailatul Qadar 2026 Singkat

Ilustrasi, Ceramah Tentang Malam Lailatul Qadar 2026
Ilustrasi, Kultum Malam Lailatul Qadar 2026 Singkat (Freepik)

Kultum malam Lailatul Qadar 2026 singkat dapat diambil dari berbagai topik, seperti keutamaan malam Lailatul Qadar, cara meraih malam istimewa tersebut, hingga ibada yang dianjurkan saat malam Lailatul Qadar. Berikut beberapa contoh kultum malam Lailatul Qadar 2026 singkat.

1. Kultum Malam Lailatul Qadar 2026 Singkat: Hikmah dari Malam Lailatul Qadar

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hadirin yang dirahmati Allah,Malam Lailatul Qadar adalah salah satu malam yang paling istimewa dalam agama Islam. Malam ini merupakan malam yang penuh berkah dan keutamaan, serta memiliki makna dan hikmah yang sangat penting bagi umat Islam.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr ayat 1-3:

"Inna anzalnahu fi lailatil qadr. Wa maa adraaka maa lailatul qadr. Lailatul qadri khairum min alfi shahr."

Artinya, "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan."

Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim juga menjelaskan keutamaan dan makna dari malam Lailatul Qadar:

"Dari Aisyah ra. bahwa ia berkata, 'Ya Rasulullah, kalau aku mengetahui malam Lailatul Qadar, maka apa yang harus aku ucapkan pada malam itu?' Beliau menjawab, 'Ucapkanlah: Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa'fu anna' (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, dan Engkau suka memaafkan, maka maafkanlah aku)."

Dalam hadis ini, Nabi Muhammad SAW memberikan sebuah doa yang sangat dianjurkan untuk diucapkan pada malam Lailatul Qadar. Doa ini mengandung makna penting tentang pengampunan dan kebaikan hati.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Hikmah dari malam Lailatul Qadar adalah sebagai pengingat bagi kita untuk lebih memperbanyak amal ibadah dan kebaikan pada malam tersebut. Kita dapat berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT, serta melakukan amalan-amalan sunnah seperti membaca Al-Qur’an, Sholat malam, dan sedekah.

Malam Lailatul Qadar juga mengajarkan kita tentang kebesaran dan keagungan Allah SWT. Allah memberikan satu malam yang lebih berharga dari seribu bulan, sebagai bukti kasih sayang-Nya kepada umat manusia. Oleh karena itu, kita harus bersyukur dan berdoa dengan ikhlas pada malam Lailatul Qadar.

Demikianlah, semoga kita dapat memanfaatkan malam yang istimewa ini dengan sebaik-baiknya, dan mendapatkan keberkahan dan rahmat dari Allah SWT.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

2. Kultum Malam Lailatul Qadar 2026 Singkat: Kemuliaan Malam Lailatul Qadar

Hadirin yang dirahmati Allah SWT, Lailatul qadar merupakan malam yang penuh dengan kemuliaan.

Pada waktu tersebut, takdir seluruh makhluk ditulis hingga satu tahun ke depan.

Meskipun demikian, tulisan takdir tersebut tidak berbeda dengan tulisan takdir yang berada di lauhul mahfudz.

Ada banyak kemuliaan yang dimiliki oleh malam lailatul qadar. Adapun kemuliaan tersebut yaitu, Waktu turunnya Al Quran pertama kali Lailatul qadar merupakan waktu yang istimewa karena menjadi saksi momen turunnya al-qur’an untuk pertama kalinya.

Hal ini sesuai dengan salah satu ayat dalam al-qur’an: Innaa andzalnaahu fii lailatil qodr Artinya: “Sesungguhnya kami menurunkannya (al-qur’an) pada malam lailatul qadar.” (QS. Al-Qadr: 1).

Lebih baik dari seribu bulan Ibnu Majah meriwayatkan, “Di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang terhalang darinya, maka sungguh telah terhalangi kebaikan seluruhnya.” (HR. Ibnu Majah, Ahmad).

Dari hadist tersebut, kita dapat mengetahui bahwa ketika malam lailatul qadar tiba, kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah.

Sebab, waktu tersebut adalah waktu yang lebih baik dari seribu bulan. Sehingga, pahala yang kita dapatkan akan besar nilainya. Keselamatan yang Selalu Menyertai Allah berfirman dalam ayatnya bahwa keselamatan akan selalu menyertai.

Seperti halnya yang tertuang dalam Surat al-qadr: Salamun hiya hatta mathla'il fajr Artinya: “Keselamatan pada malam itu hingga terbitnya fajar.” (QS. Al-Qadr: 5).

Menyambut Lailatul Qadar, umat muslim dianjurkan untuk melakukan amalan-amalan seperti: Itikaf atau berdiam diri di dalam masjid dengan memperbanyak beribadah kepada Allah SWT, tadarusan membaca Alquran.

Sebagaimana dijelaskan dalam hadist Aisyah ra menyebut bahwa, “Rasulullah SAW melakukan i'tikaf pada sepuluh hari-hari akhir bulan Ramadhan sampai beliau meninggal dunia” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dengan mengerjakan I'tikaf, maka umat muslim juga turut mengamalkan ibadah sunnah yang dapat mendatangkan pahala.

Menegakkan Sholat Malam Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa mengerjakan sholat (sunnah di malam hari) bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala (Allah), niscaya dosa-dosanya yang terdahulu diampuni’.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Memperbanyak dzikir yang bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun. Memperbanyak dzikir dan mengingat Allah sangat dianjurkan di 10 malam terakhir bulan Ramadhan.

Memperbanyak istighfar dan sholawat nabi, salah satu bacaan yang paling sering dan mudah diamalkan di sela-sela kesibukan.

Sholawat Nabi Muhammad dapat dipahami dengan membaca artinya dan juga meremasnya saat setiap mengamalkannya.

Mudah-mudahan kita dapat bertemu dengan malam yang istimewa tersebut. Amiin.

3. Kultum Malam Lailatul Qadar 2026 Singkat: Meningkatkan Keberkahan di Malam Lailatul Qadar

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hadirin yang dirahmati Allah,

Malam Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa dan penuh berkah. Malam ini adalah malam di mana Allah SWT menurunkan Al-Qur’an.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr ayat 1-3:

"Inna anzalnahu fi lailatil qadr. Wa maa adraaka maa lailatul qadr. Lailatul qadri khairum min alfi shahr."

Artinya, "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan."

Meningkatkan keberkahan di malam Lailatul Qadar dapat dilakukan dengan cara memperbanyak ibadah dan amal kebaikan. Kita dapat mengambil pelajaran dari hadis di atas, yaitu dengan melakukan Sholat malam karena iman dan pengharapan pahala. Selain itu, kita juga dapat membaca Al-Qur’an dan memperbanyak doa serta bersedekah pada malam ini.

Meningkatkan keberkahan di malam Lailatul Qadar juga dapat dilakukan dengan memperbanyak dzikir kepada Allah SWT. Dzikir dapat membantu kita untuk merenungkan kebesaran Allah SWT dan mengingat-Nya dengan sebaik-baiknya. Dalam dzikir, kita dapat mengucapkan kalimat-kalimat taubat, tahlil, takbir, tahmid, dan lain-lain.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Meningkatkan keberkahan di malam Lailatul Qadar adalah upaya kita untuk mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Kita harus memanfaatkan waktu yang istimewa ini dengan sebaik-baiknya, dengan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan dan rahmat-Nya pada kita semua.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

4. Kultum Malam Lailatul Qadar 2026 Singkat: Refleksi Diri di Malam Lailatul Qadar

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.

Saudara-saudara tercinta dalam iman,

Kita telah memasuki malam-malam terakhir Ramadan, waktu yang sangat berharga karena di dalamnya tersembunyi Malam Lailatul Qadar yang merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan. Ini adalah malam yang penuh keberkahan, pengampunan, dan dikabulkannya doa.

Lantas, doa apa yang sebaiknya kita panjatkan di malam istimewa ini?

Diriwayatkan oleh Aisyah RA , ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW:

"Wahai Rasulullah, jika aku mengetahui suatu malam adalah Lailatul Qadar, doa apa yang sebaiknya aku ucapkan?"

Kemudian Rasulullah SAW menjawab:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

"Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni."

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, mencintai ampunan, maka ampunilah aku.” (HR. Tirmidzi)

Mengapa doa ini begitu istimewa? Karena malam Lailatul Qadar adalah malam pengampunan. Jika Allah mengampuni dosa-dosa kita, maka hidup kita akan lebih tenang, hati menjadi bersih, dan doa-doa kita lebih mudah dikabulkan.

Maka, di malam-malam terakhir Ramadan ini, marilah kita memperbanyak membaca doa ini dengan penuh penghayatan. Selain itu, kita juga bisa memperbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan bersedekah untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah.

Semoga Allah mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar dan menerima segala amal ibadah kita. Itu saja kultum singkat tentang malam Lailatul Qadar.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

5. Kultum Malam Lailatul Qadar 2026 Singkat: Amalan untuk Meraih Lailatul Qadar

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarakatuh.

Hadirin Rahimakumullah

Tentu kita semua tidak asing dengan nasihat dan anjuran untuk meningkatkan kualitas ibadah di akhir bulan Ramadhan, sebab akhir bulan Ramadhan terdapat sebuah momen istimewa yaitu sebuah malam yang memiliki kemuliaan yang pahalanya lebih dari seribu bulan.

Momen tersebut adalah malam Lailatul Qadar yang selalu ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim di dunia. Malam yang memiliki keutamaan lebih dari seribu bulan tersebut waktunya dirahasiakan oleh Allah swt untuk menguji keikhlasan kita dalam beribadah, namun Rasulullah saw memberikan tanda-tanda terjadinya malam tersebut di sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Sayyidatina Aisyah:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ، أَحْيَا اللَّيْلَ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ، وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ

Artinya, "Dari Aisyah ra berkata" Rasulullah saw (ketika) memasuki sepuluh terakhir Ramadhan beliau menghidupkan malam itu, membangunkankeluarganya dan mengencangkan ikat pinggangnya."

Hadirin Rahimakumullah

Kita sebagai seorang hamba sudah seharusnya mencari bekal untuk kehidupan di akhirat kelak, sehingga memperbanyak ibadah di malam mulia ini sangat dianjurkan untuk menunjukkan sikap kehambaan kita dengan memperbanyak ibadah. Setidaknya ada lima amalan agar dapat meraih keistimewaan malam mulia tersebut.

Pertama, mendirikan shalat sunnah dengan istiqomah terutama shalat sunnah yang dianjurkan seperti shalat tahajud dan salat tasbih dengan berjamaah. Shalat sunnah yang dilakukan pada malam hari yaitu dalam waktu antara setelah shalat isya dan subuh memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah kesempatan terkabulnya doa. oleh karena itu amalan shalat sunnah mala mini sangat dianjurkan untuk dilakukan menjelang akhir bulan Ramadhan.

Kedua, perbanyaklah berdzikir kepada Allah swt dan berdoa untuk meminta ampunan. Amalan ini bisa mengantarkan kita untuk meraih keutamaan malam Lailatul Qadar.

Ketiga, amalan yang dianjurkan untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar adalah melakukan i'tikaf di masjid. I'tikaf berarti berdiam diri di masjid dengan niat tertentu. Rasulullah saw juga melakukan hal tersebut sebagaimana yang disebutkan oleh Sayyidatina Aisyah:

عَنْ عَائِشَة كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى يَتَوَفَّاهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ

Artinya, "Dari Aisyah ra, ia mengatakan bahwa Rasulullah saw melakukan i'tikaf setelah tanggal dua puluh Ramadhan hingga akhir hayatnya," (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Keempat, bersedekahlah dengan ikhlas. Umat Islam sangat dianjurkan untuk saling membantu sesama muslim oleh karena itu dianjurkan bersedekah. Terutama bersedekah di sepuluh hari terakhir bulan penuh berkah ini sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw.

عَنْ أَنَسٍ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ صَدَقَةُ رَمَضَانَ. (رواه البيهقي)

Artinya, "Dari Anas ra ia berkata, bahwa Rasulullah saw pernah ditanya, apakah sedekah yang paling utama? Ia menjawab sedekah di bulan Ramadhan." (HR Al-Baihaqi).

Hadits di atas menunjukan betapa besarnya balasan untuk orang yang melakukan sedekah di akhir bulan Ramadhan terutama pada sepuluh hari terakhir menjelang perginya bulan Ramadhan.

Demikian kultum singkat ini dapat saya sampaikan. Semoga Allah memperkenankan kita untuk memperoleh lailatul qadar. Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarakatuh.

6. Kultum Malam Lailatul Qadar 2026 Singkat:Menggapai Lailatul Qadar ala Rasulullah

Di bulan Ramadhan yang penuh berkah, terdapat malam yang luar biasa istimewa, yaitu Lailatul Qadar. Malam ini dijelaskan dalam Al-Quran sebagai malam yang lebih mulia daripada 1000 bulan. Keistimewaan ini menunjukkan betapa bernilainya lailatul qadar bagi umat Islam.

Malam lailatul qadar merupakan malam yang penuh dengan rahmat dan ampunan dari Allah. Pada malam ini, Allah menurunkan para malaikat ke bumi untuk menyebarkan rahmat dan kedamaian. Umat Islam yang beribadah pada malam ini akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam lailatul qadar. Berbagai amalan yang dapat dilakukan seperti membaca Al-Quran, shalat malam, dan berdoa. Umat Islam juga dapat melakukan amalan lainnya, seperti zakat dan sedekah.

Waktu Kedatangan Lailatul Qadar

Lantas kapan datangnya Lailatul Qadar? Tak ada yang tahu pasti. Hadis yang berasal dari riwayat Aisyah, Nabi SAW bersabda, malam lailatul qadar berada di malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan.

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِيْ الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Artinya: "Carilah lailatul qadar pada tanggal gasal dari 10 terakhir bulan Ramadhan." (HR. Al-Bukhari).

Meski tanggal pasti Lailatul Qadar tidak dijelaskan secara spesifik, umat Islam dianjurkan untuk bersungguh-sungguh mencarinya di bulan Ramadhan, terutama pada 10 malam terakhir. Rasulullah SAW sendiri memperbanyak ibadah pada saat itu. Beliau lebih fokus beribadah, memperbanyak shalat malam, dan membangunkan keluarganya untuk ikut beribadah bersamanya. Hal ini diriwayatkan dalam hadits riwayat Al-Bukhari:

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي يَعْفُورٍ عَنْ أَبِي الضُّحَى عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

Artinya: "Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah, telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Said ats-Tsauri, dari Abu Ya'fur, dari Abu adh-Dhuha, dari Masruq, dari Aisyah ra, ia berkata, 'Ketika Nabi SAW memasuki 10 hari terakhir (Ramadhan), beliau mengencangkan ikat pinggangnya (untuk lebih giat beribadah), menghidupkan malamnya (dengan ibadah), dan membangunkan keluarganya (untuk beribadah)'," (HR Al-Bukhari).

Ibadah Nabi dalam 10 Malam Terakhir Ramadhan

Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari menjelaskan, Nabi Muhammad SAW selalu menjadikan 10 malam terakhir bulan Ramadhan sebagai kesempatan untuk beribadah dan berserah diri kepada Allah SWT.

لا تجعلوا بيوتكم قبورا

Artinya, "Janganlah kamu jadikan rumah-rumahmu seperti kuburan. Pengertiannya: janganlah kamu tidur di rumah-rumahmu, sehingga kamu menjadi seperti orang mati dan rumah-rumahmu menjadi seperti kuburan," Ibnu Hajar Al-Asqallani, Fathul Bari, [Kairo; Dar Rayyan lit Turats: 1986 M, jilid IV, halaman 316).

Selain memperbanyak sholat malam dan beribadah, Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk memperbanyak doa di malam-malam tersebut. Beliau mengajarkan kepada Aisyah ra doa yang bisa dipanjatkan untuk meraih Lailatul Qadar, yaitu:

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annī.

Artinya: "Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf yang pemurah. Engkau juga menyukai maaf. Karena itu, maafkanlah aku."

Intinya, cara Rasulullah SAW meraih lailatul qadar adalah dengan meningkatkan ketaatan dan ibadah di 10 terakhir Ramadhan. Nabi Muhammad SAW memperbanyak shalat malam, memperbanyak doa, dan bersungguh-sungguh dalam beribadah. Dengan kesungguhan tersebut, kita berharap bisa meraih keberkahan malam lailatul qadar. Wallahu a'lam.

7. Kultum Malam Lailatul Qadar 2026 Singkat: Berburu Lailatul Qadar

Tidak terasa Ramadhan sudah memasuki sepertiga akhir. Artinya, Ramadhan sudah memasuki dua puluh hari pertamanya. Orang Jawa biasa menyebutnya dengan likuran. Maka di sepertiga akhir Ramadhan, pada malam harinya tampak pemandangan umat berbondong melakukan iktikaf di masjid, guna mendapatkan Lailatul Qadar, yaitu malam seribu bulan. Berlombalah setiap Muslim untuk mendapatkannya. Dan malam-malam ganjil menjadi prioritas para Muslim melakukan iktikaf.

Suasana malam hari, tepatnya menjelang dini hari sampai fajar, menjadi semarak di hampir setiap masjid. Suasana ini beda dengan hari-hari di dua pertiga Ramadhan, apalagi dengan hari-hari di luar Ramadhan.

"Malam kemuliaan (Lailatul Qadar) itu lebih baik dari seribu bulan," (QS. Al-Qadr: 3).

Dalam surah ini Allah menurunkan al-Quran pada malam al-Qadar. Sebuah malam yang sangat berkah dan lebih baik dari seribu bulan, yang jika kita hitung maka nilainya sama dengan sekitar 83 tahun lebih 4 bulan. Sesungguhnya seseorang yang beribadah pada malam itu, maka sama baginya dengan beribadah selama 83 tahun 4 bulan lamanya pada malam atau hari-hari biasa.

Sebuah keutamaan yang sangat luar biasa, yang Allah anugerahkan kepada umat Muhammad yang berumur relatif lebih pendek dibanding umat terdahulu. Bagi kita, kaum Muslimin, mencari dan 'memburu' malam al-Qadar tersebut adalah sesuatu yang disunnahkan oleh Rasulullah. Hal ini dicontohkan langsung oleh Rasulullah, yang beliau sendiri sangat giat mencari malam tersebut dengan semakin banyak beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah, meramaikan malam, membangunkan keluarga dan mempererat sarungnya (tidak mendekati istri-istri beliau, untuk banyak beribadah).

Anjuran-anjuran beliau untuk mengisi malam al-Qadar tersebut dengan banyak ibadah terlihat dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda:

"Barang siapa yang beribadah pada malam al-Qadar karena iman dan mengharapkan keridhaan Allah, diampunilah dosa-dosanya yang terdahulu."

Lalu, apa yang mesti kita ucapkan jika Lailatul Qadar "menghampiri" kita? 'Aisyah pernah menanyakan hal itu pada Rasulullah, jika menemui Lailatul Qadar apa yang mesti dilakukan? Rasulullah menjawab:

"Bacalah, Allaahumma inna-Ka 'afuwwun tuhibbul-'afwa fa'fu anni (Wahai Allah, Engkau Maha Pemaaf, Menyenangi maaf. Maka, maafkanlah aku)," (HR. at-Tirmidzi, Imam Ahmad dalam Musnad-nya).

Allah sengaja tidak memberi tahu (merahasiakannya) pada malam ke berapa Lailatul Qadar itu, semata agar kita bersungguh-sungguh "menemukannya". Oleh karena itu, umat-Nya yang beriman, berlomba "menemukan" Lailatul Qadar dengan kesungguhan. Rasulullah menekankan agar umatnya beribadah pada malam ini didasari dengan iman dan ihtisab. Lailatul Qadar adalah momentum paling berharga yang dianugerahkan Allah, merugilah mereka yang mengabaikannya.

Tentu, Lailatul Qadar tidak datang dengan sendirinya, namun mesti 'diburu'. Semoga Allah berkenan menjadikan kita termasuk ke dalam orang-orang yang dapat memanfaatkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya, menjadikan kita termasuk ke dalam kelompok yang mendapatkan Lailatul Qadar tersebut, dan menjadikan kita termasuk golongan yang berhasil menyelesaikan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga keluar daripadanya sebagai seorang yang bertakwa serta dapat mempertahankannya selama-lamanya.

Itulah tujuh contoh kultum malam Lailatul Qadar 2026 singkat yang bisa dijadikan sebagai referensi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan