Apa itu Social Anxiety Disorder? Berikut Penyebab dan Cara Mengatasinya
Menurut laporan Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) pada 2022, 1 dari 3 remaja Indonesia pada rentang usia 10 - 17 tahun memiliki masalah kesehatan mental.
Dilansir dari laman Universitas Gadjah Mada (UGM), angka tersebut setara dengan 15,5 juta dan 2,45 juta remaja. Salah satu masalah kesehatan mental paling umum ditemui adalah gangguan kecemasan sosial atau social anxiety disorder.
Masalah mental ini adalah jenis fobia yang ditandai dengan kecemasan, atau rasa takut berlebihan saat berinteraksi dengan orang lain. Anxiety social dapat menurunkan kualitas hidup penderita, apabila tidak ditangani segera.
Sebab manusia merupakan makhluk sosial, sehingga interaksi dengan orang lain menjadi kebutuhan. Namun, bagi sebagian orang, rasa takut dan cemas yang berlebihan muncul ketika harus berinteraksi atau berada di tengah keramaian. Kondisi ini dikenal sebagai fobia sosial.
Apa itu Social Anxiety Disorder?
Apa itu social anxiety disorder? Gangguan kecemasan sosial atau fobia yang berlebihan saat berhadapan dengan situasi sosial tertentu. Penderitanya memiliki rasa takut dalam skala ekstrem, terutama ketika harus tampil atau berinteraksi dengan orang lain.
Ada beberapa penyebab umum yang menimbulkan fobia sosial, seperti rasa khawatiran akan mendapat nilai buruk, atau dipermalukan di hadapan umum. Penderita sering kali khawatir bahwa orang lain akan menganggap mereka tidak mampu berfungsi dengan baik.
Social anxiety disorder tergolong gangguan psikologis yang kompleks karena dampaknya bisa merusak, bahkan menghambat kehidupan sehari-hari. Gangguan ini dapat mempengaruhi kepercayaan diri, harga diri, serta hubungan sosial, baik di lingkungan sekolah maupun tempat kerja.
Apakah Social Anxiety Disorder Sama dengan Pemalu?
Penting diketahui bahwa gangguan kecemasan sosial berbeda dengan sifat pemalu. Sayangnya, banyak orang masih keliru memahami hal ini, sehingga fobia sosial sering kali tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Sifat pemalu masih memungkinkan seseorang untuk berinteraksi dengan orang lain, dan membangun hubungan dengan pasangan tanpa rasa takut yang berlebihan.
Sebaliknya, pada gangguan kecemasan sosial, penderita cenderung menghindari segala situasi yang dapat memicu rasa takut dan cemas yang intens. Mereka biasanya menjauhi hubungan sosial, dan memilih untuk mengasingkan diri. Pengidap fobia sosial, rentan mengalami gangguan psikologis lainnya, seperti depresi, PTSD, gangguan makan, atau penyalahgunaan zat.
Meskipun merasa takut dalam situasi sosial, mereka sebenarnya masih memiliki keinginan untuk berinteraksi, namun perasaan takut dan cemas yang muncul membuatnya sulit untuk melakukannya. Mereka juga tidak bisa disebut introvert, karena introvert cenderung lebih menikmati kesendirian dan tidak melihat aktivitas sosial sebagai ancaman serius.
Penyebab Social Anxiety Disorder?
Seseorang dianggap berisiko memiliki social anxiety disorder, jika gejala tersebut berlangsung selama kurang lebih enam bulan. Apabila mengalami gangguan ini, sangat disarankan untuk segera mencari bantuan dari profesional seperti psikolog.
Gangguan kecemasan sosial atau fobia sosial dapat dipicu oleh berbagai faktor, antara lain:
• Faktor genetik: Cenderung diturunkan dalam keluarga.
• Faktor lingkungan: Pola asuh orang tua, perilaku mereka, serta interaksi dengan teman sebaya dapat mempengaruhi perkembangan gangguan ini.
• Pengalaman masa lalu: Perundungan, pelecehan, atau pengalaman negatif lainnya dapat berkontribusi pada munculnya gangguan kecemasan sosial.
• Struktur otak: Amigdala, bagian otak yang mengatur respons terhadap rasa takut, mungkin berfungsi terlalu aktif pada penderita.
• Sistem neurotransmitter: Ketidakseimbangan zat kimia seperti serotonin, dopamin, dan glutamat dapat menyebabkan gangguan kecemasan sosial.
• Kondisi tubuh atau penyakit tertentu: Tremor, bekas luka bakar dapat meningkatkan risiko gangguan social anxiety disorder.
Cara Mengatasi Social Anxiety Disorder
Para penderita fobia sosial umumnya menyadari bahwa rasa takut dan cemas yang mereka alami terlalu berlebihan dan tidak wajar. Namun, banyak dari mereka yang tidak mengetahui bagaimana cara mengatasinya. Berikut cara mengatasi social anxiety disorder:
1. Pengobatan Medis
Social anxiety disorder dapat berkurang dengan rutin mengonsumsi obat. Namun pada beberapa orang lainnya, obat-obatan ini mungkin tidak memberikan perbaikan, bahkan gejalanya bisa kembali jika penggunaan obat dihentikan. Obat yang sering digunakan yaitu paroxetine atau sertraline. Sebaiknya digunakan sesuai petunjuk dari dokter.
2. Psikoterapi
Metode pengobatan lain untuk fobia sosial yaitu terapi perilaku, dan cognitive behavioral therapy (CBT). Dalam terapi ini, terapis membantu penderita mengenali rasa takut dan melatih mereka untuk mengubah perasaan cemas menjadi lebih positif.
Penderita akan diajarkan untuk memahami bahwa rasa takut tersebut sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Terapi dilakukan dengan menghadapkan penderita ke sesuatu yang tidak nyaman secara bertahap.
Keuntungan terapi ini, tidak hanya menyembuhkan gejala, tetapi juga mengatasi fobia sosial itu sendiri. Sehingga setelah sembuh, kemungkinan fobia sosial muncul kembali menjadi lebih kecil.
3. Terapi Relaksasi
Pada terapi ini, penderita akan diajarkan teknik pernapasan, dan meditasi untuk membantu mereka merasa lebih santai. Terapi hanya efektif untuk mengurangi stres akibat fobia sosial tertentu dan kurang membantu dalam mengatasi fobia sosial secara umum. Kondisi ini, dapat disembuhkan jika mengikuti penanganan yang tepat.

