Apa itu Lavender Marriage? Ramai Diperbincangkan di Media Sosial
Apa itu lavender marriage? Belakangan ini, istilah lavender marriage banyak diperbincangkan di media sosial dan internet. Untuk lebih memahaminya, mari kita simak penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan lavender marriage dalam konteks pernikahan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pernikahan diartikan sebagai tindakan atau proses menikah, sementara nikah merujuk pada ikatan perkawinan yang dilaksanakan berdasarkan hukum dan ajaran agama. Lavender marriage mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, meskipun ada banyak istilah yang berkaitan dengan pernikahan.
Kepopuleran istilah lavender marriage di media sosial membuat banyak orang semakin penasaran untuk mengetahui apa sebenarnya arti dari istilah ini. Istilah lavender marriage muncul, setelah adanya dugaan seorang artis terkenal yang terlibat dalam situasi tersebut.
Apa itu Lavender Marriage?
Lavender marriage merujuk pada pernikahan yang dilakukan sebagai penutup atau kedok untuk menyembunyikan orientasi seksual salah satu, atau kedua pasangan yang sebenarnya nonheteroseksual. Pernikahan ini, sering kali dilaksanakan untuk mengikuti tekanan sosial heteronormatif, yakni norma yang memaksa individu untuk hidup sesuai struktur gender dan orientasi seksual yang dianggap 'normal'.
Istilah "lavender" diketahui berkaitan dengan komunitas LGBTQ+. Lavender adalah salah satu warna dalam bendera komunitas queer, yang terdiri dari lavender, putih, dan chartreuse (hijau kekuning-kuningan).
Bagaimana Lavender Marriage Dapat Berjalan?
Lavender marriage dilakukan untuk memenuhi harapan keluarga dan tekanan sosial agar seperti pasangan heteroseksual. Berikut cara lavender marriage dapat berjalan:
1. Kesepakatan
Komunikasi yang terbuka dan kesepakatan yang saling dipahami antara kedua pihak menjadi fondasi utama dalam hubungan tersebut.
2. Meredakan Tekanan Keluarga
Bagi sebagian orang yang tumbuh dalam keluarga dengan pola hidup tertentu, seperti menyelesaikan pendidikan, bekerja, lalu menikah dan memiliki anak, lavender marriage dianggap dapat mengurangi tekanan dari keluarga. Selain itu, dapat mengurangi stres dan konflik dalam lingkungan keluarga besar.
3. Perlindungan Sosial
Lavender marriage memberikan kesempatan bagi seseorang untuk menyesuaikan diri dengan ekspektasi sosial, sehingga mereka dapat menghindari diskriminasi atau pandangan negatif dari masyarakat.
4. Memiliki Partner
Walaupun tidak melibatkan cinta romantis, pasangan dalam lavender marriage sering kali menjalin hubungan persahabatan yang kuat, dengan rasa saling menghormati dan dukungan timbal balik yang signifikan. Ikatan ini, dapat memberikan kenyamanan dan stabilitas, serta menjadi mitra dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Asal-Usul Lavender Marriage
Istilah lavender marriage pertama kali muncul pada tahun 1920-an, diperkenalkan oleh Hollywood sebagai solusi untuk para LGBT, sperti aktor gay, lesbian, atau biseksual. Pada masa itu, orientasi seksual yang bukan heteroseksual tidak hanya dianggap tabu, tetapi juga dianggap ilegal dan bisa merusak karier seseorang.
Untuk melindungi karier aktor-aktor terkenal, Hollywood mengatur pernikahan palsu yang menyatukan pria dan wanita yang sebenarnya memiliki orientasi seksual nonheteroseksual. Meskipun istilah lavender marriage sudah ada sejak lebih dari seratus tahun yang lalu, istilah ini masih digunakan hingga sekarang, terutama di negara-negara yang belum sepenuhnya menerima keberagaman orientasi seksual secara terbuka.
Dapat disimpulkan apa itu lavender marriage? Lavender marriage adalah istilah yang merujuk pada pernikahan yang dilakukan untuk menyembunyikan orientasi seksual nonheteroseksual pasangan, dengan tujuan memenuhi ekspektasi sosial dan norma heteronormatif.

