Niat Puasa Syaban Sekaligus Puasa Senin-Kamis

Ghina Aulia
3 Februari 2025, 11:19
Niat Puasa Syaban Sekaligus Puasa Senin-Kamis
Unsplash
Niat Puasa Syaban Sekaligus Puasa Senin-Kamis
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bulan Syaban merupakan salah satu bulan penting dalam penanggalan Hijriyah. Pasalnya, Syaban yang berada di antara bulan Rajab dan Ramadhan ini, memiliki sejarah penting yang membawa tradisi serta amalan yang diprakarsai oleh Nabi Muhammad SAW.

Salah satunya, tertera pada hadits berikut:

“Itulah bulan yang sering dilupakan oleh manusia, yaitu bulan antara Rajab dan Ramadhan. Bulan itu adalah bulan diangkatnya amalan-amalan kepada Rabb semesta alam. Maka aku ingin amalanku diangkat dalam keadaan aku sedang berpuasa.” (HR. An-Nasa’i dan Ahmad, dishahihkan oleh Al-Albani)

Oleh karena itu, Syaban juga diperingati sebagai bulan diangkatnya amal manusia. Pada kala itu, amal perbuatan manusia selama setahun. Untuk meningkatkan amal baik, Rasulullah SAW memperbanyak puasa.

Puasa merupakan salah satu amalan utama di bulan Syaban yang lumrah dilaksanakan sebagian orang. Diketahui bahwa anjuran tersebut mengacu pada hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim berikut ini:

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha:

"Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa dalam sebulan dibanding di bulan Syaban." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dapat disimpulkan bahwa puasa Syaban merupakan sunnah, ibadah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Tak hanya itu, inti dari pelaksanaanya juga sebagai momentum penyambutan bulan Ramadhan. Anda bisa memulai atau melatih diri untuk berpuasa terlebih dahulu agar terbiasa.

Kali ini kami ingin membahas niat puasa Syaban sekaligus puasa Senin-Kamis yang bisa diamalkan. Selengkapnya, simak tulisan berikut ini.

Niat Puasa Syaban Sekaligus Puasa Senin-Kamis

Berikut niat puasa Syaban sekaligus puasa Senin-Kamis:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ الْخَمِيسِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma yauma-l-itsnaini/khamîsi sunnata-lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya berniat puasa pada hari Senin/Kamis sunah karena Allah.

Puasa Nisfu Syaban

Tak hanya itu, terdapat momen malam Nisfu Syaban yang jatuh pada pertengahan bulan Syaban. Hal ini diyakini oleh sebagian umat Islam sebagai titik awal menyambut puasa Ramadhan. Ibadah yang dimaksud berupa berdoa, salat, memohon ampun, bahkan berpuasa di keesokan harinya.

Malam ini dipercaya sebagai saat yang penuh dengan kasih sayang dan limpahan nikmat dari Allah SWT. Sejumlah hadits menyebutkan bahwa pada malam pertengahan bulan Syaban, Allah SWT memberikan pengampunan kepada hamba-hamba-Nya yang dengan ikhlas memohon maaf atas dosa-dosa mereka.

Puasa pada malam ini bertujuan untuk meraih ridha dan pengampunan Ilahi, mempererat hubungan dengan-Nya, serta sebagai bentuk persiapan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Selain itu, puasa ini juga berfungsi sebagai sarana introspeksi diri dan peningkatan keimanan.

Tidak hanya sebagai jalan untuk mendapatkan ampunan, menjalankan ibadah ini juga membantu seorang Muslim dalam menyucikan diri dari kesalahan serta memperdalam hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Melaksanakan puasa di bulan Syaban dipandang sebagai langkah awal untuk menata hati dan jiwa sebelum memasuki Ramadhan. Meskipun bersifat sunnah, banyak Muslim yang tetap melakukannya dengan harapan memperoleh limpahan keberkahan serta manfaat spiritual yang besar.

Anjuran Ibadah Nisfu Syaban

1. Puasa pada 15 Syaban

Meski tidak wajib, sangat dianjurkan sebagai bentuk penghormatan terhadap malam Nisfu Syaban yang dianggap penuh berkah. Ini merupakan kesempatan untuk membersihkan jiwa dari dosa serta meningkatkan ketakwaan, dengan harapan agar Allah SWT memberikan ampunan dan rahmat yang melimpah kepada mereka yang melaksanakannya.

2. Shalat Malam

Malam Nisfu Syaban adalah waktu yang dianjurkan untuk meningkatkan ibadah doa. Banyak umat Islam yang meyakini bahwa pada malam ini, doa-doa lebih cepat diterima oleh Allah SWT, sehingga disarankan untuk memohon ampunan atas segala dosa dan memohon kemudahan dalam kehidupan serta keberkahan dalam setiap tindakan yang dilakukan.

3. Membaca Al-Quran

Pada malam Nisfu Syaban, selain berdoa, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur'an. Aktivitas ini tidak hanya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga membawa keberkahan, memungkinkan umat Islam untuk lebih mendalami wahyu-Nya dengan meningkatkan bacaan Al-Qur'an mereka sebagai bagian dari ibadah yang lebih mendalam.

4. Bertaubat

Nisfu Syaban adalah momen yang penuh dengan peluang untuk beristighfar dan kembali ke jalan yang benar. Umat Islam dianjurkan untuk dengan sepenuh hati memohon ampunan atas segala dosa yang telah mereka perbuat, karena diyakini Allah SWT akan mengampuni mereka yang tulus bertobat, menjadikannya waktu yang tepat untuk memperbaiki diri dan lebih mendekatkan diri kepada-Nya.

5. Banyak Berdoa

Malam ini juga menjadi waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa, karena diyakini Allah SWT lebih mudah mengabulkan permohonan pada malam tersebut. Maka dari itu, disarankan untuk memohon pengampunan dan meminta kemudahan dalam menjalani hidup, serta memohon agar setiap langkah hidup senantiasa dipenuhi dengan keberkahan.

Demikian pembahasan mengenai niat puasa Syaban sekaligus puasa Senin-Kamis yang bisa diamalkan sebelum menyambut Ramadhan. Semoga bermanfaat.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan