Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 1446 H Jatuh Pada 1 Maret 2025

Anggi Mardiana
28 Februari 2025, 21:11
Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 1446 H
Unsplash
Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 1446 H
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Hasil sidang isbat 1 Ramadan 1446 H/2025 M diumumkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag). Sidang isbat diadakan untuk menetapkan awal bulan dalam kalender Hijriah, termasuk penentuan 1 Ramadan 1446 H berdasarkan pada pengamatan hilal serta metode hisab.

Menurut fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2/2004 mengenai Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah, sidang isbat dijadikan pedoman untuk menentukan hari-hari besar Islam dengan menggabungkan metode hisab (perhitungan astronomis) dan rukyat (pengamatan bulan).

Pelaksanaan sidang isbat tahun ini melibatkan Tim Hisab dan Rukyat Kemenag. Hadir pula para duta besar negara sahabat, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), ahli falak, hingga perwakilan ormas Islam.

Hasil sidang isbat pemerintah yang dilakukan Kementerian Agama ini menetapkan awal bulan Ramadhan sama dengan yang ditetapkan Pengurus Pusat Muhammadiyah. Adapun, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1446 Hijriyah jatuh pada 1 Maret 2024.

"1 Ramadhan 1446 Hijriyah ditetapkan besok, Sabtu, 1 Maret 2025," ujar Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar dalam jumpa pers di kantor Kemenag, MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (28/2). Keputusan sidang isbat ini mengacu pada hasil pantauan atau rukyatul hilal yang digelar di 125 lokasi di seluruh Indonesia.

Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 1446 H Berdasarkan Kriteria MABIMS

Pengamatan hilal awal bulan Zulhijjah 1445 H di Makassar
Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 1446 H Berdasarkan Hasil Pemantauan Hilal (ANTARA FOTO/Arnas Padda/YU)

Keputusan yang dihasilkan dari sidang isbat menjadi pedoman resmi bagi umat Islam di Indonesia. Berikut hasil sidang isbat 1 Ramadan 1446 H:

• Sabtu, 1 Maret 2025

Menteri Agama, Nasaruddin Umar mengumumkan 1 Ramadan 1446 H jatuh pada esok hari. Pengumuman sedikit terlambat karena berdasarkan hasil pemantauan di Indonesia bagian timur, tengah sampai barat tidak dimungkinkan untuk menyaksikan hilal. Karena itu, menunggu dari Aceh dilihat dari sudut elongasi dan ketinggian hilal. Berdasarkan laporan, ditemukan hilal terlihat di Aceh.

Penentuan 1 Ramadan ini, mengacu pada kriteria MABIMS (kesepakatan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Kriteria baru ini, menggantikan kriteria sebelumnya yang menggunakan ketinggian bulan 2 derajat dan elongasi 3 derajat.

Perubahan tersebut, berlandaskan pada kesepakatan MABIMS pada 2021, yang mengubah ketentuan penetapan hilal untuk awal bulan Hijriah. Sebelumnya, ketinggian bulan ditetapkan pada 2 derajat dengan elongasi 3 derajat dan umur bulan 8 jam, namun kini menjadi 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Tahapan Sidang Isbat 1 Ramadan 1446 H

Sidang isbat dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama yaitu seminar mengenai posisi hilal yang dimulai pada pukul 16.30 WIB. Tahap kedua yaitu pelaksanaan sidang isbat yang berlangsung pada pukul 18.30 WIB secara tertutup, di mana pada sesi ini keputusan mengenai awal Ramadan ditentukan.

Tahap terakhir yaitu konferensi pers untuk mengumumkan hasil keputusan penetapan 1 Ramadan 2025, yang dijadwalkan pada pukul 19.05 WIB. Berikut jadwal sidang isbat 1 Ramadan 1446 H:

• Pukul 16.30 WIB: Seminar Posisi Hilal
• Pukul 18.30 WIB: Sidang Isbat
•  Pukul 19.05 WIB: Konferensi Pers untuk Menetapkan 1 Ramadan 1446 H

Hasil sidang isbat 1 Ramadan 1446 H menetapkan bahwa awal puasa Ramadan tahun ini jatuh pada tanggal 1 Maret 2025. Keputusan diambil setelah dilakukan pemantauan hilal secara menyeluruh di berbagai wilayah Indonesia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan