Apa itu AMS? Penyakit Ketinggian yang Bisa Mengancam Pendaki

Anggi Mardiana
6 Maret 2025, 11:31
Apa itu AMS Dalam Pendakian?
Freepik.com
Apa itu AMS Dalam Pendakian?
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Apa itu AMS? Acute mountain sickness (AMS) atau penyakit gunung akut adalah kondisi yang muncul ketika pendaki berada di ketinggian tertentu, terutama saat bermalam di ketinggian tertentu.

Mendaki gunung merupakan hobi yang populer di berbagai kalangan. Namun, penting untuk menyadari bahwa pendakian tanpa persiapan yang baik dapat berisiko bagi keselamatan pendaki. Salah satu bahaya yang dapat mengancam saat mendaki gunung adalah penyakit gunung akut (AMS).

Apa itu AMS Dalam Pendakian?

Apa itu AMS Dalam Pendakian?
Apa itu AMS Dalam Pendakian? (Freepik.com)

 

Apa itu AMS? Salah satu bentuk umum dari penyakit ketinggian ini disebabkan oleh penurunan kadar oksigen dan tekanan udara ketika mendaki ke tempat yang lebih tinggi. Sekitar 25 persen pendaki mengalami AMS ketika mencapai ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut.

Di sisi lain, sekitar 40-50 persen pendaki mulai mengalami gejala penyakit ini saat mencapai ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut. Selain AMS, menurut Centers for Disease Control and Prevention, terdapat dua jenis lain dari penyakit gunung, yaitu edema serebral ketinggian tinggi (HACE) dan edema paru ketinggian tinggi (HAPE).

1.    Edema Serebral Ketinggian Tinggi (HACE)

HACE merupakan bentuk parah dari AMS yang jarang terjadi. Kondisi ini, disebabkan oleh penumpukan cairan di dalam dan sekitar otak, dapat mengancam jiwa dalam waktu 24 jam setelah gejala ataksia muncul.

2.    Edema paru ketinggian tinggi (HAPE)

Muncul sendirinya atau sebagai perkembangan dari AMS dan HACE. Kondisi ini, terjadi akibat akumulasi cairan berlebih di paru-paru dan bisa lebih berbahaya dibandingkan HACE, sehingga memerlukan penanganan segera.

Tanda dan Gejala AMS (Acute mountain sickness)

Tanda dan gejala penyakit gunung akut (AMS) biasanya muncul dalam beberapa jam hingga satu hari setelah mencapai ketinggian tertentu. Gejala AMS dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Beberapa gejala yang mungkin dialami meliputi:

  • Sakit kepala
  • Pusing atau kepala terasa ringan
  • Kelelahan
  • Ilnsomnia (sering terbangun saat tidur)
  • Hilangnya nafsu makan
  • Mual dan muntah
  • Denyut nadi yang cepat
  • Sesak napas.

Apabila tidak ditangani dengan baik, AMS dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, seperti edema otak (HACE) dan edema paru (HAPE). Pada kondisi edema, terjadi penumpukan cairan yang mengganggu fungsi organ yang terlibat.

Gejala umum edema paru termasuk sesak napas, yang seringkali lebih berat saat berbaring dan lebih ringan saat duduk atau berdiri. Sementara itu, gejala edema otak meliputi kebingungan, lemas, pusing, dan penurunan kesadaran. Penderitanya dapat dikenali dari cara bicara yang tidak jelas, tampak mengantuk dan seperti mabuk atau bingung.

Faktor Risiko Penyakit AMS

Hingga saat ini, belum ada alat diagnosis yang akurat dapat memprediksi timbulnya penyakit gunung akut pada seseorang. Namun, risiko terjadinya penyakit ini cenderung meningkat jika memiliki faktor risiko berikut:

  • Riwayat mengalami AMS sebelumnya.
  • Mengonsumsi alkohol atau melakukan aktivitas berlebihan sebelum tubuh dapat beradaptasi dengan ketinggian.
  • Melakukan pendakian dengan cepat, seperti mencapai ketinggian 2.700 mdpl dalam waktu kurang dari sehari.
  • Memiliki kondisi medis yang memengaruhi sistem pernapasan, saraf, atau jantung.
  • Tinggal di daerah rendah atau dekat permukaan laut, lalu bepergian ke dataran tinggi.

Bagaimana Cara Mencegah AMS?

Penting memahami langkah pencegahan AMS atau kondisi yang lebih parah disebut Severe Altitude Sickness (SAS), yang mengakibatkan edema paru dan edema serebral. Beberapa pencegahan yang bisa dilakukan antara lain:

  • Pastikan tubuh dalam kondisi sehat sebelum pendakian.
  • Lakukan aklimatisasi dengan cara mendaki secara bertahap, memberi waktu bagi tubuh untuk beradaptasi, terutama saat mencapai ketinggian di atas 2.500 meter.
  • Pendaki disarankan menggunakan pemandu yang berpengalaman.
  • Hindari aktivitas berlebihan, terutama dalam dua hari pertama pendakian.
  • Jauhi konsumsi alkohol.
  • Hindari merokok.
  • Bawa obat-obatan pribadi yang diperlukan.
  • Jika gejala muncul, jangan paksa diri untuk terus mendaki.
  • Apabila memiliki kondisi medis tertentu, konsultasikan dengan dokter sebelum melakukan pendakian.

Dapat disimpulkan jawaban mengenai apa itu AMS (Acute Mountain Sickness), adalah kondisi yang terjadi akibat penurunan kadar oksigen dan tekanan udara pada ketinggian tertentu. Biasanya muncul dalam beberapa jam hingga satu hari setelah pendakian.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan