30 Kata-kata Sindiran untuk Anak yang Lupa Orangtua Sebagai Pengingat

Destiara Anggita Putri
9 April 2025, 14:14
Kata-kata Sindiran Untuk Anak
Freepik
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Orangtua merupakan sosok yang berperan besar dalam kehidupan seorang anak. Merekalah yang berjuang membesarkan dan mendidik anak hingga mereka dewasa. Orangtua juga adalah sosok yang akan selalu menyayangi anak mereka dalam kondisi apapun. 

Namun ada kalanya anak mulai melupakan dan acuh akan kehadiran orang tua di hidupnya. Hal ini bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti bekerja jauh, terlalu nyaman dengan kehidupan sendiri, maupun karena sang anak telah mencapai kesuksesan yang sangat besar, sehingga membuatnya terlena.

Perilaku seperti ini tentunya tidak boleh dibiarkan berlangsung terlalu lama. Maka dari itu, agar anak selalu mengingat orang tua, diperlukan sesuatu untuk menyadarkannya.

Salah satunya yaitu dengan menggunakan kata-kata sindiran yang mampu membangkitkan kesadaran serta mengingatkan anak akan pentingnya menghargai dan memperhatikan orang tua, yang selalu ada di setiap langkah hidupnya.

Berikut di bawah ini kumpulan kata-kata sindiran untuk anak yang lupa orang tua yang bisa digunakan.

Kata-kata Sindiran Untuk Anak

Berikut ini 30 kata-kata sindiran yang bisa diberikan kepada anak agar mereka kembali mengingat sosok orang tua yang telah banyak berjasa dalam hidup mereka.

Kata-kata Sindiran Untuk Anak
Kata-kata Sindiran Untuk Anak (Freepik)
  1. "Anak durhaka adalah ia yang lebih mementingkan hidupnya sendiri dan meninggalkan orangtuanya sebatang kara."
  2. "Jika kamu rela meninggalkan orangtuamu saat ini, apakah kamu siap ditinggalkan anak-anakmu di masa tua nanti?"
  3. “Tidak memaafkan orangtua karena kesalahannya sekali. Padahal, kesalahannya berkali-kali dimaafkan oleh orangtua.”
  4. "Tak berguna harta benda yang kau punya hingga menjadi kaya raya, jika orangtuamu saja masih hidup dalam kesusahan."
  5. "Orangtua rela kerja banting tulang untuk menghidupimu, tapi kemana kamu pergi ketika mereka butuh bantuanmu?"
  6. "Terus-terusan mengungkit kesalahan orangtua, tapi kesalahan meninggalkan orangtua saat kesusahan malah dilupakan."
  7. "Orangtua tidak membutuhkan balasan darimu. Mereka hanya ingin selalu diingat dan sesekali dijenguk oleh anak-anaknya."
  8. "Meninggalkan orangtua bukanlah suatu pilihan, tapi murni keegoisan seorang anak yang tak tahu cara berterima kasih."
  9. “Teruslah bersikap seolah-olah tidak memiliki orangtua. Maka, hidupmu akan hancur dan surga pun tak sudi menampungmu.”
  10. “Bahkan, dengan memberikan semua harta yang kamu miliki, kamu tetap tidak akan bisa membayar jasa-jasa kedua orang tuamu.”
  11. "Memang bukan sekarang, tapi tunggulah hingga hidupmu hancur karena telah meninggalkan orangtua di masa-masa sulitnya."
  12. "Sekarang kamu hidup enak dan bergelimang harta, tapi itu semua tak akan membuatmu bahagia, karena ada orangtua yang kau abaikan."
  13. “Buruk sekali seorang anak yang rela meninggalkan kedua orang tuanya dalam keadaan melarat sedangkan dirinya berada dalam kemakmuran.”
  14. “Tidak peduli seberapa tinggi pencapaian kamu, pendidikan kamu, semua itu tidak akan berarti jika orang tuamu masih berada dalam kesusahan.”
  15. "Kesuksesanmu saat ini tak akan pernah tercapai tanpa adanya jasa-jasa dari kedua orangtua yang membesarkanmu dengan setulus hati."
  16. "Mungkin terlalu mudah untuk melupakan peran orang tua saat kita sibuk mengejar impian kita. Tapi ingatlah, di tengah semua itu, mereka selalu ada untukmu."
  17. “Sampai kapan pun dan berapapun usiamu, kamu akan tetap menjadi seorang anak dari orang tua kamu. Tidak ada yang namanya mantan anak dan mantan orang tua.”
  18. “Jika marah, ingatlah kasih sayang yang pernah mereka berikan padamu. Jangan menuruti hawa nafsumu dan kemudian menyesal karena belum sempat meminta maaf.”
  19. “Di saat orang tua kamu melakukan sebuah kesalahan, apakah kamu tega meninggalkan mereka? Padahal mereka sudah merawat dan membesarkanmu dengan tulus.”
  20. "Tak ada yang lebih buruk dibandingkan anak yang meninggalkan orangtuanya dalam keadaan serba kekurangan. Sementara dirinya hidup bermewah-mewahan."
  21. "Dalam hiruk-pikuk kehidupan ini, jangan biarkan orang tua kita menjadi korban dari kesibukan kita sendiri. Mereka adalah harta yang tak ternilai harganya, yang seringkali kita lupakan."
  22. "Dulu, kita merasa tak pernah bisa lepas dari pelukan mereka. Sekarang, di mana mereka? Apakah kita benar-benar melupakan orang yang selalu mengisi hari-hari kita dengan kasih sayang?"
  23. “Orangtua memang tidak mengharapkan apa pun dari anaknya, tapi bukan berarti mereka ingin dilupakan saat anak sudah mandiri. Setidaknya anak memberi kabar bahwa dia baik-baik saja.”
  24. "Kadang-kadang, di antara kesibukan kita, kita lupa bahwa di balik semua itu, ada orang yang selalu menyayangi dan mengharapkan kabar dari kita. Apakah itu terlalu sulit untuk diingat?"
  25. "Sungguh, aku hampir lupa bagaimana rasanya memiliki seseorang yang selalu memperhatikan setiap langkahku. Tapi kemudian aku teringat, itu adalah peranmu, yang tampaknya telah terlupakan."
  26. "Mungkin sudah saatnya kita berhenti melupakan orang yang selalu ada untuk kita, bahkan ketika kita lupa akan keberadaan mereka. Coba bayangkan, bagaimana perasaan mereka saat kita lupa akan mereka?"
  27. "Terlalu sering kita melupakan bahwa orang tua kita juga butuh perhatian dan kasih sayang dari kita. Jangan biarkan kesibukan membuatmu melupakan hal-hal yang sebenarnya lebih berharga dalam hidup ini."
  28. "Terlepas dari seberapa jauh kita berjalan, ingatlah bahwa seorang ibu atau ayah selalu berdoa untuk keselamatan dan kebahagiaanmu setiap hari. Mungkin sudah saatnya kita juga membalas perhatian mereka."
  29. "Saat kita sibuk mengejar mimpi kita, jangan biarkan kita melupakan orang tua kita yang selalu berdoa untuk kesuksesan kita. Mungkin sudah waktunya untuk memberikan sedikit perhatian dan kasih sayang untuk mereka."
  30. “Tidak ada manusia sempurna, dan orangtua juga manusia. Mereka terkadang melakukan kesalahan, membuat kita marah dan kecewa padanya. Tapi percayalah, kesalahan mereka tidak pernah melebihi kesalahan kita pada mereka. Namun, mereka tidak pernah menunjukkan kemarahan karena besarnya cinta mereka pada kita.”

Demikian 30 kata-kata sindiran untuk anak lupa orangtua yang bisa diberikan sebagai bentuk pengingat.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan