80 Pepatah Jawa Kuno tentang Kehidupan dengan Makna Mendalam

Ghina Aulia
17 April 2025, 09:48
Pepatah Jawa Kuno tentang Kehidupan
ANTARA FOTO/Muhammad Mada/wpa.
Dalang muda Ki Badar Alam memainkan wayang kulit saat pentas di Lengkong, Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (1/1/2025). Pagelaran wayang kulit yang berjudul Sirnaning Memala Ngalengka itu digelar pemerintah setempat guna melestarikan warisan kebudayaan lokal dan menyambut tahun baru 2025.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pepatah Jawa kuno adalah bagian dari budaya nenek moyang yang berisi banyak pelajaran hidup. Walaupun dibuat sejak lama, isi dan maknanya masih cocok untuk kehidupan zaman sekarang.

Banyak pepatah Jawa yang mengajarkan pentingnya rajin bekerja, jujur, sabar, rendah hati, dan peduli terhadap orang lain. Walau singkat dan sederhana, kalimat-kalimat itu punya arti yang dalam dan bisa jadi petunjuk saat kita sedang bingung atau menghadapi masalah.

Dalam membangun semangat dan motivasi, pepatah-pepatah ini bisa menyentuh perasaan dan hati kita. Contohnya, pepatah "Ana dina, ana upa" berarti setiap usaha pasti ada hasilnya. Kalimat itu bisa memberi harapan agar kita tidak mudah menyerah.

Berikut ini sederet pepatah Jawa Kuno tentang kehidupan yang mengandung makna mendalam. 

Pepatah Jawa Kuno tentang Kehidupan

1. Gupak pulut ora mangan nangkane
Tak ikut menikmati hasilnya, namun harus menanggung kesulitannya.

2. Ana dina, ana upa
Setiap usaha pasti akan membuahkan hasil suatu hari nanti.

3. Adhang-adhang tetese embun
Berharap pada sesuatu yang kecil atau tidak pasti, namun tetap dijalani dengan sabar.

4. Gliyak-gliyak tumindak, sareh pakoleh
Bergerak perlahan namun konsisten akan membawa hasil pada waktunya.

5. Kena iwake aja nganti buthek banyune
Raih tujuanmu tanpa merusak lingkungan atau mengganggu yang lain.

6. Sepi ing pamrih, rame ing gawe
Bekerja keras tanpa mengharapkan imbalan pribadi.

7. Bibit, bebet, bobot
Menilai seseorang secara menyeluruh dari asal-usul, latar belakang keluarga, perilaku, dan pencapaian hidupnya.

8. Beda-beda pandumaning dumadi
Setiap makhluk ciptaan Tuhan menerima anugerah yang adil sesuai kodratnya masing-masing.

9. Cakra manggilingan
Hidup terus berputar, kadang di atas kadang di bawah. Tetaplah berbuat baik dan rendah hati dalam segala situasi.

10. Ana catur mungkur
Hindarilah perdebatan yang hanya menimbulkan perselisihan. Utamakan menyelesaikan masalah dengan bijaksana.

11. Bener saka kang Kuwasa iku ana rong warna, yakuwi kang cocok karo benering Pangeran lan bener kang ora cocok karo benering Pangeran
Kebenaran terbagi menjadi dua, yaitu yang sesuai dengan nilai-nilai Tuhan dan yang bertentangan dengannya. Kebenaran sejati adalah yang sejalan dengan petunjuk Tuhan.

12. Anak polah bapa kepradah
Perilaku anak akan berdampak pada nama baik orang tuanya, baik dalam hal positif maupun negatif.

13. Crah agawe bubrah
Pertikaian hanya akan membawa kehancuran dan perpecahan.

14. Dhuwur wekasane, endhek wiwitane
Kesulitan di awal dapat berujung pada kebahagiaan dan kemuliaan di akhir.

15. Dumadining sira iku lantaran anane bapa biyung ira
Keberadaan kita berasal dari orang tua. Maka sudah sepantasnya mereka dihormati dan dimuliakan.

16. Ngundhuh wohing pakerti
Setiap tindakan pasti akan menghasilkan akibat, baik maupun buruk.

17. Mikul dhuwur mendhem jero
Menjunjung tinggi kehormatan orang tua, serta menyimpan rapat kekurangannya.

18. Sabar sareh mesthi bakal pikoleh
Dengan kesabaran dan ketenangan, segala hal bisa dicapai dengan hasil yang baik.

19. Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah
Keharmonisan menciptakan kekuatan, sedangkan pertikaian membawa kehancuran.

20. Tuna sathak bathi sanak
Rugi sedikit dalam harta tak masalah jika bisa memperoleh saudara atau sahabat sejati.

21. Iro yudho wicaksono
Seorang kesatria sejati berani membela kebenaran dengan kebijaksanaan.

22. Jaman iku owah gingsir
Segala sesuatu di dunia ini akan terus berubah dan bergerak mengikuti waktu.

23. Kakehan gludhug, kurang udan
Terlalu banyak bicara tapi minim aksi, lebih baik sedikit kata namun nyata perbuatan.

24. Kaya banyu karo lenga
Tak pernah bisa bersatu, seperti air dan minyak yang tak bisa menyatu.

25. Kebo nyusu gudel
Orang tua yang belajar atau mengambil ilmu dari generasi muda.

26. Lamun sira durung wikan alamira pribadi, mara takona marang wong kang wus wikan
Jika kamu belum memahami dirimu sendiri, bertanyalah pada mereka yang telah lebih dahulu bijaksana.

27. Manunggaling kawula gusti
Bersatunya jiwa manusia dengan sifat-sifat Ilahi, menciptakan kedekatan spiritual dengan Tuhan.

28. Manungsa iku kanggonan sipating Pangeran
Manusia dianugerahi sebagian dari sifat-sifat mulia Tuhan dalam dirinya.

29. Nabok nyilih tangan
Melakukan kejahatan dengan memperalat orang lain agar tidak terlihat sebagai pelaku utama.

30. Ana dina, ana upa
Setiap perjuangan pasti akan membuahkan hasil.

31. Becik ketitik, ala ketara
Perbuatan baik maupun buruk akan terlihat seiring waktu.

32. Sluman slumun slamet
Walau tidak hati-hati, tetap dilindungi oleh keberuntungan.

33. Dhemit ora ndulit, setan ora doyan
Doa agar selalu dijauhkan dari mara bahaya dan gangguan.

34. Milih-milih tebu oleh boleng
Terlalu banyak memilih justru berakhir dengan yang buruk.

35. Nabok nyilih tangan
Menyerang secara diam-diam melalui orang lain.

36. Ngajari bebek nglangi
Mengajarkan sesuatu yang sudah menjadi keahlian alami.

37. Obah ngarep kobet mburi
Segala tindakan pemimpin akan mempengaruhi bawahannya.

38. Pitik trondhol diumbar ing padaringan
Orang yang dipercaya justru menyalahgunakan kepercayaan itu.

39. Sembur-sembur adus, siram-siram bayem
Tujuan bisa tercapai berkat kerja sama dan dukungan banyak pihak.

40. Beras wutah arang bali menyang takere
Sesuatu yang telah rusak sulit untuk kembali seperti semula.

41. Cuplak andheng-andheng, yen ora pernah panggonane bakal disingkirake
Seseorang yang menodai kebaikan dengan keburukan akan kehilangan nilainya.

42. Gliyak-gliyak tumindak, sareh pakoleh
Meski perlahan, usaha yang terus dilakukan akan membuahkan hasil.

43. Kena iwake aja nganti buthek banyune
Raih tujuan tanpa merusak atau mengganggu lingkungan sekitar.

44. Ngundhuh wohing pakerti
Apa yang ditanam, itulah yang akan dipetik.

45. Sabar sareh mesthi bakal pikoleh
Dengan ketenangan dan kesabaran, keberhasilan bisa diraih.

46. Sepi ing pamrih, rame ing gawe
Bekerja dengan giat tanpa mengharap imbalan.

47. Dadiya banyu emoh nyawuk, dadiya godhong emoh nyuwek, dadiya suket emoh nyenggut
Rasa kecewa yang membuat seseorang enggan untuk menjalin hubungan lagi.

48. Dandhang diunekake kuntul, kuntul diunekake dandhang
Yang buruk dianggap baik, yang baik dianggap buruk.

49. Gupak pulute ora mangan nangkane
Sudah bersusah payah namun tidak ikut menikmati hasilnya.

50. Jagakake endhoge si blorok
Berharap pada sesuatu yang belum pasti.

51. Jalma angkara mati murka
Orang yang dikuasai amarah akan celaka karena ulahnya sendiri.

52. Kakehan gludug kurang udan
Banyak bicara tapi minim tindakan nyata.

53. Kebat kliwat, gancang pincang
Tergesa-gesa hanya akan menghasilkan hal yang tidak sempurna.

54. Kendel ngringkel, dhadang ora godak
Banyak omong, tapi tak punya keberanian atau kecakapan nyata.

55. Kumenthus ora pecus
Sombong tapi tidak memiliki kemampuan.

56. Lambe satumang kari samerang
Sudah sering dinasihati tapi tetap tidak berubah.

57. Menthung koja kena sembagine
Merasa telah menipu orang lain, padahal justru dirinya yang tertipu.

58. Tunggak jarak mrajak, tunggak jati mati
Yang buruk berkembang, yang baik malah tersingkir.

59. Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah
Keharmonisan membawa ketentraman, perpecahan membawa kehancuran.

60. Kacang ora ninggal lanjaran
Anak biasanya akan mengikuti jejak orang tuanya.

61. Kebo mulih menyang kandhange
Sejauh-jauh seseorang pergi, pada akhirnya akan kembali ke asalnya.

62. Kesandhung ing rata, kebentus ing tawang
Mendapat musibah di saat dan tempat yang tak terduga.

63. Diobong ora kobong, disiram ora teles
Pribadi yang tahan uji, tidak mudah goyah menghadapi tantangan.

64. Dumadining sira iku lantaran anane bapa biyung ira
Kita ada karena ayah dan ibu, maka harus menghormatinya.

65. Jaman iku owah gingsir
Zaman selalu berubah dan kita harus menyesuaikan diri.

66. Kaya banyu karo lenga
Tidak bisa bersatu, seperti air dan minyak.

67. Nguyahi banyu segara
Melakukan sesuatu yang sia-sia.

68. Urip iku saka Pangeran, bali marang Pangeran
Hidup berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada-Nya.

69. Manunggaling kawula gusti
Bersatunya hamba dengan Tuhannya secara batiniah.

70. Bedo neng lambe, bedo neng ati
Perkataan tak selalu mencerminkan isi hati.

71. Atose watu akik isih kalah karo atose omonganmu
Kerasnya perkataan bisa melebihi kerasnya batu.

72. Wani ngalah, luhur wekasane
Mengalah demi kebaikan adalah bentuk kebesaran jiwa.

73. Mikul dhuwur mendhem jero
Menjunjung tinggi kehormatan dan menjaga rahasia orang tua.

74. Busuk ketekuk, pinter keblinger
Baik bodoh maupun pintar, tetap bisa mengalami kesulitan.

75. Desa mawa cara, negara mawa tata
Setiap tempat punya aturan dan adat yang berbeda.

76. Dudu sanak dudu kadang, yen mati melu kelangan
Bukan keluarga, tapi tetap merasa kehilangan saat seseorang pergi.

77. Tak kira lali bales, tibake wis males
Kupikir lupa membalas, ternyata memang sudah malas.

78. Dandhang diunekake kuntul, kuntul diunekake dandhang
Yang baik disangka buruk, yang buruk dianggap baik.

79. Dhuwur wekasane, endhek wiwitane
Kesusahan yang pada akhirnya membawa kemuliaan.

80. Wani silit, wedi rai
Berani di belakang, tapi pengecut saat berhadapan langsung.

Itulah kumpulan pepatah Jawa Kuno tentang kehidupan yang bisa dijadikan motivasi hidup. Semoga bermanfaat.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan