45 Kata-Kata Bijak Bahasa Jawa Tentang Kehidupan
Kata-kata bijak bahasa Jawa merupakan rangkaian kata menarik untuk menyemangati hidup. Kata-kata bijak ini dapat membantu kita lebih bersemangat dalam menjalani hidup atau menjadi sumber inspirasi.
Kata-kata bijak dalam bahasa Jawa juga dapat menjadi bahan introspeksi diri agar menjadi lebih baik dalam menjalani hidup ke depannya. Kata-kata ini bisa membuat kamu untuk tak mudah menyerah mencapai tujuan.
Tak hanya tujuan hidup, ada berbagai jenis kata-kata bijak bahasa Jawa untuk cinta, hubungan, kehidupan, dan lainnya. Kata-kata bijak bahasa Jawa ini juga dapat dibagikan untuk orang terdekat maupun menjadi caption media sosial.
Kata-Kata Bijak Bahasa Jawa
Berikut beberapa contoh kata-kata bijak bahasa Jawa untuk kehidupan sehari-hari.
- Wong sabar rejekine jembar, ngalah urip luwih berkah
(Orang sabar rezekinya luas, mengalah hidup lebih berkah) - Urip iku terus mlaku, bebarengan karo wektu, sing bisa gawa lakumu, supaya apik nasibmu
(Hidup itu terus berjalan, bersamaan dengan waktu yang bisa membawa tingkah lakumu, biar nasibmu baik). - Sepi ing pamrih, rame ing gawe, banter tan mblancangi, dhuwur tan nungkuli
(Bekerja keras dan bersemangat tanpa pamrih, cepat tanpa harus mendahului, tinggi tanpa harus melebihi). - Yen kowe tresna mung amarga rupa, banjur kepiye anggonmu tresna marang gusti kang tanpa rupa
(Kalau kamu cinta hanya karena wajah, lalu bagaimana kamu mencintai Tuhan yang tanpa rupa). - Urip ing dunyo iki mung sedelok. Kabeh iku yak opo caramu ngadepi ujiane Gusti Allah
(Hidup di dunia ini hanya sebentar. Semuanya tinggal bagaimana caramu menghadapi ujian dari Allah). - Sukses lan gagal iku bagian tekan urip, ojo leren lan dilakoni terus nganti sukses
(Sukses dan gagal adalah bagian dalam kehidupan. Jangan menyerah dan dijalani saja sampai sukses). - Basa iku busananing bangsa
(Budi pekerti seseorang bisa terlihat dari tutur kata yang diucapkannya). - Ngeluruk tanpa bala, menang tanpa ngasorake, sekti tanpa aji-aji, sugih tanpa bhanda
(Berjuang tanpa membawa massa, menang tanpa merendahkan, berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kaya tanpa didasari harta). - Kebo nyusu gudel
(Tidak ada yang salah apabila orang yang lebih tua meminta petunjuk atau diajari oleh yang lebih muda). - Ngilo marang ghito'e dewe
(Berkaca, introspeksi, evaluasi diri, melihat diri sendiri). - Yen kabih wis ginaris nyata, aja nganti ana ati sing rumangsa sengsara narima pacoba
(Jika semua sudah menjadi ketentuan Tuhan, jangan ada lagi hati yang merasa sedih saat menerima cobaan). - Akeh wong sing ngrasake tresna, namung mek setitik wong sing ngrasakne hakekate tresna
(Banyak orang yang bisa merasakan cinta, tapi hanya sedikit orang yang bisa merasakan hakikat dari cinta). - Cuplak andheng-andheng, yen ora pernah panggonane bakal disingkirake
(Orang yang menyebabkan keburukan maka semua kebaikannya akan terhapus). - Gusti paring mergi kangge tyang ingkang purun teng merginipun
(Tuhan akan memberikan jalan bagi mereka yang mengikuti jalan kebenaran). - Aku ancene wedi kelangan kowe, namung aku luweh wedi yen kowe ora nemu kebahagiaan gegara aku
(Aku memang takut kehilanganmu, tapi aku lebih takut jika kamu tidak menemukan kebahagiaan hanya karena aku). - Aja milik barang kang melok
(Jangan tergiur barang yang berkilau). - Urip iku urup
(Hidup itu hendaknya menyala atau memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita). - Ambeg utomo, andhap asor
(Boleh menjadi yang utama, tetapi tetap rendah hati) - Senadyan aku sengit banget karo kowe, tapi roso ning ati ora iso diapusi. Roso tresno iki mung kanggo sliramu.
(Walau sebenarnya aku sangat membencimu, perasaan di hati ini tidak bisa dibohongi. Rasa sayang yang ada di dalam hati hanyalah untukmu). - Beras kui bakale soko pari, kandas kui asale soko ngapusi
(Beras itu ada dari padi, putus cinta dari sebuah kebohongan). - Golek jodho ojo mung mburu endhaning warna, pala krama aja ngeceh-ngeceh banda
(Mencari jodoh jangan hanya memperhatikan warna kulitnya, tetapi juga hatinya). - Cekelana impenanmu, amarga yen impen mati, urip iku kaya manuk sing swiwine rusak, mula ora bisa mabur
(Berpegang teguhlah pada mimpi. Mimpi yang mati ibarat burung yang sayapnya rusak dan tak bisa terbang). - Manungsa mung ngunduh wohing pakarti
(Kehidupan manusia baik dan buruk adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri). - Ra usah kakean cangkem, sing penting kui buktine
(Tidak usah banyak cakap, yang penting buktinya). - Pondasine sukses iku integritas, yakin, amanah, karakter sing mulyo, tresno lan setia
(Fondasi kesuksesan adalah integritas, keyakinan, amanah, karakter mulia, cinta, dan setia). - Eling lan waspada, sadar lan sabar, setiti lan ngabekti, sumeleh tur sareh
(Ingat dan waspada, sadar dan sabar, hemat dan mengabdi, ikhlas dan tenang). - Sapa wani rekasa bakal nggayuh mulya
(Siapapun yang bersungguh-sungguh dalam usahanya pasti akan meraih kemuliaan). - Kebo sapi dikeluhi, uwong dikandani
(Jika kerbau atau sapi dalam melakukan sesuatu perlu dicambuk, berbeda dengan orang atau pribadi manusia yang hanya diajak berbicara saja untuk bertindak). - Beras kui bakale soko pari, kandas kui asale soko ngapusi
(Beras itu ada dari padi, putus cinta dari sebuah kebohongan). - Kegedhen endas kurang utek
(Orang pandai bukan hanya soal intelegensi saja, melainkan pandai dalam menempatkan dirinya serta pandai membaca situasi yang terjadi). - Kawula namung saderma, mobah-mosik kersaning hyang sukmo
(Lakukan semua sebisa mungkin, setelah itu serahkan kepada Tuhan). - Urip iku terus mlaku, bebarengan karo wektu, sing bisa gawa lakumu, supaya apik nasibmu
(Hidup itu terus berjalan, bersamaan dengan waktu, yang bisa membawa tingkah lakumu, biar nasibmu baik). - Urip kang utama, matine kang sempurna
(Selama hidup kita melakukan perbuatan baik ,maka kita akan menemukan kebahagiaan di kehidupan selanjutnya.). - Lambe satumang kari samerang
(Orang yang sudah berkali-kali dinasehati, tapi tak juga didengarkan). - Urip kang utama, matine kang sempurna
(Selama hidup kita melakukan perbuatan baik, maka kita akan menemukan kebahagiaan di kehidupan selanjutnya.). - Uripmu koyo wit gedhang, duwe jantung tapi ora duwe ati
(Hidupmu seperti pohon pisang, punya jantung tapi tak punya hati). - Urip iku akeh cobaan. Yen akeh saweran iku jenenge dangdutan
(Hidup itu banyak cobaan. Kalau banyak saweran itu namanya dangdutan). - Urip iku koyo kopi, yen ndak iso nikmati rasane panggah pait
(Hidup itu bagaikan secangkir kopi, jika tidak bisa menikmatinya yang dirasa hanyalah pahit). - Urip iku saka Pangeran, bali marang Pangeran
(Hidup itu berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan.). - Urip iku urup
(Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita. Sekecil apa pun manfaat yang kita berikan, jangan sampai menjadi orang yang meresahkan masyarakat). - Aja dadi kacang kang lali karo kulite
(Jangan menjadi orang yang lupa atas jasa orang lain.). - Golek sampurnaning urip lahir batin lan golek kusumpurnaning pati
(Kita bertanggung jawab untuk mencari kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat.). - Mbangun kromo ingkang satuhu, boten cekap bilih ngagem sepisan roso katresnan. Hananging butuh pirang pirang katresnan lumeber ning pasangan uripmu siji kui
(Pernikahan yang sukses tidak membutuhkan sekali jatuh cinta, tetapi berkali kali jatuh cinta pada orang yang sama). - Uwong duwe pacar iku kudu sabar ambek pasangane. Opo meneh sing gak duwe
(Orang yang punya pacar itu harus bersabar dengan pasangan yang dimilikinya. Apalagi yang tidak punya.). - Wani ngalah, luhur wekasane. Berani mengalah demi kepentingan bersama adalah sikap yang luhur. Begitulah watak kesatria yang berjiwa besar dan lapang dada. Wani silit, wedi rai
(Seorang pengecut yang hanya berani di belakang layar, namun takut ketika behadapan secara langsung.).
Itulah contoh kata-kata bijak bahasa Jawa untuk kehidupan sehari-hari beserta arti dan makanya.

