50 Pantun Penutup Pidato Menarik dan Berkesan untuk Menghidupkan Suasana
Pidato pada umumnya dimulai dengan salam pembuka, dan setelah selesai akan mengakhiri dengan salam penutup. Agar berbeda dari lainnya, tidak ada salahnya untuk menutup pidato dengan kata-kata yang menarik dan berkesan.
Salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu dengan menyisipkan pantun untuk menghibur audiens yang mungkin merasa bosan saat sesi penyampaian pidato. Tidak hanya menghibur, menyampaikan pantun juga bisa menghidupkan suasana sehingga lebih cair dan hangat.
Berikut di bawah ini kumpulan pantun penutup pidato yang bisa dijadikan referensi bila tertarik menyampaikan pantun saat menutup pidato.
Pantun Penutup Pidato
Berikut ini 50 pantun menarik dan berkesan yang bisa disampaikan disampaikan untuk menghidupkan suasana sekaligus menghibur audiens saat menutup pidato.
1. Pisau diasah pagi-pagi,
Bawa ke kebun untuk membabat.
Berakhir sudah pidatoku ini,
Semoga bisa memberi manfaat.
2. Bunga bangkai si Rafflesia Arnoldi,
Baunya sungguh busuk sekali.
Pidato pendidikan sampai di sini,
Semoga kelak berjumpa lagi.
3. Putih-putih bunga melati,
Harum mewangi di pagi hari.
Pidato saya cukup di sini,
Jika rindu harap hubungi.
4. Pergi ke pasar menjual rambutan,
Pasar dibuka pagi Senin.
Sampai jumpa teman-teman,
Semoga bertemu di kesempatan lain.
5. Di China ada pendeta,
Berpidato tak henti cakap.
Semua sibuk entah mengapa,
Sehingga salam penutup tak terjawab.
6. Berjalan sore Adi yang berwajah tampan
Buat hati terpanah kata si Lulu
Kalau nampak saya di jalan
Bolehlah kita ngopi dahulu
7. Pergi ke kondangan Laras memakai kebaya
Diingatkan Atuk jangan sampai terjatuh
Dengarkanlah ucapan terakhir dari saya
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
8. Datang Nak Budi bertanya-tanya
Mengapa kotor itu tidak bersih
Atas segala perhatiannya
Saya ucapkan terima kasih
9. Bang Rahmat datang dengan berani
Ke dokter untuk mencabut gigi
Izinkan saya mengakhiri pidato ini
Jangan kangen besok ketemu lagi
10. Gula manis rasanya
Kalau gurih itu santan
Sekian pidato dari saya
Jika ada salah mohon dimaafkan
11. Pergi memancing ke sungai sula,
Nila dipancing di hari senja.
Salam undur diri dari saya,
Untuk teman-teman semua.
12. Angin berembus berkelana,
Hujan indah rintik-rintiknya.
Tidak ada yang sempurna,
Mohon saran dan kritiknya.
13. Burung dara cendrawasih,
Cari dulu di Papua.
Cukup sekian dan terima kasih,
Moga bermanfaat untuk semua.
14. Pisau menggores menjadi luka,
Rasanya sakit amatlah pedih.
Cukup sekian dari saya,
Saya haturkan terima kasih.
15. Bunga melati di pekarangan,
Tumbuh cepat segera besar.
Saya masih banyak kekurangan,
Maklum masih tahap belajar.
16. Makan ketupat di hari raya
Bersama keluarga ke Temanggung
Demikianlah pidato saya
Mohon maaf bila ada kata-kata yang menyinggung
17. Pak Andi punya burung kenari
Burung dijemur hingga siang hari
Pembicaraan berakhir sampai sini
Salah dan janggal mohon maklumi
18. Ke pulau seberang membawa barang
Subuh hari berangkat berlayar
Kalau pidatoku kurang panjang
Silakan undang lagi, tapi bayar
19. Burung dara cendrawasih
Cari dulu di Papua
Cukup sekian dan terima kasih
Moga bermanfaat untuk semua
20. Pagi-pagi pergi ke sekolah
Berangkatnya naik sepeda kayuh
Mohon maaf atas segala salah
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
21. Bubur soto meletup-letup
Ambil banyak jangan dihukum
Sebelum pidato ini ku tutup
Kuucapkan Wassalamu’alaikum.
22. Kalau ada sumur di ladang
Bolehlah kita menyikat gigi
Kalau ada umur yang panjang
Bolehkah saya pidato lagi?
23. Tanam bunga tanam kubis
Tumbuh subur berlapis-lapis
Bukan karena materi habis
Tapi waktu sudah menipis.
24. Burung Irian, cenderawasih
Anak monyet sakit gigi
Cukup sekian terima kasih
Jangan lupa undang saya lagi.
25. Mangga harum namanya kueni
Sayang sedang sakit gigi
Pidato saya sampai di sini
Besok-besok yuk sambung lagi.
26. Sapi disembelih berlumuran darah,
Potong dagingnya di hari kurban.
Mohon maaf atas segala salah,
Juga khilaf mohon dimaafkan.
27. Burung dara cendrawasih,
Cari dulu di Papua.
Cukup sekian dan terima kasih,
Moga bermanfaat untuk semua.
28. Jalan-jalan ke Singapura,
Beli rambutan serta semangka.
Jangan malu untuk bertanya,
Sebelum kita menutup acara.
29. Jalan-jalan ke kota Makkah,
Ingin sembah yang berlama-lama.
Semoga pidato ini membawa berkah,
Membawa rahmat untuk bersama.
30. Ambil papan bawalah paku,
Paku dipukul dengan tembaga.
Maafkan salah kata-kataku,
Namanya juga manusia biasa.
31. Pisau menggores menjadi luka
Rasanya sakit amatlah pedih
Cukup sekian dari saya
Saya haturkan terima kasih
32. Sungguh enak buah srikaya
Tapi jangan ditambah bluntas
Cukup sekian dari saya
Karena materinya sudah tuntas
33. Duduk santai di waktu petang
Taman indah airnya memancar
Kepada hadirin yang datang
Semoga rezekinya makin lancar
34. Satu pohon tumbuh di hari Jumat
Buahnya mudah diambil dengan tangan
Semoga presentasi saya bermanfaat
Mohon maaf bila ada kekurangan
35. Bunga mawar di jalan raya
Diambil untuk diberi ke pacar
Cukup sekian presentasi dari saya
Semoga acara berjalan lancar
36. Malam dingin ada gendruwo
Sambil santap sepiring soto
Bila hadirin sudah legowo
Bolehkah saya tutup pidato?
37. Biru laut seperti kolam
Ikan paus pandai menyelam
Dari lubuk hati yang paling dalam
Saya tutup pidato dengan salam
38. Petik mangga dapat lima
Cuci dulu supaya bersih
Pidato saya tidaklah lama
Cukup sekian terima kasih
39. Jalan-jalan ke kota Mekah
Ingin sembahyang berlama-lama
Semoga pidato ini membawa berkah
Membawa rahmat untuk bersama
40. Ada burung memakan ikan
Mati tertembak masuk peti
Kurang lebihnya, mohon dimaafkan
Agar rahmat Tuhan memberkati
41. Ke pulau seberang membawa barang,
Subuh hari berangkat berlayar.
Kalau pidatoku kurang panjang,
Silakan undang lagi, tapi bayar.
42. Bayi merangkak di atas tanah,
Merangkak hingga ke belakang rumah.
Semoga pidato ini menjadi berkah,
Untuk lentera di alam barzah.
43. Jalan-jalan ke Taman Mini,
Singgah sebentar membeli kuaci.
Pidato saya sampai sini,
Lain waktu kita sambung lagi.
44. Jalan-jalan ke kota Makkah,
Ingin sembah yang berlama-lama.
Semoga pidato ini membawa berkah,
Membawa rahmat untuk bersama.
45. Bunga mawar bunga melati,
Jangan lupa hirup baunya yah.
Ambil hikmah dari pidato ini,
Wabillahi taufik walhidayah.
46. Putih-putih bunga melati,
Harum mewangi di pagi hari.
Pidato saya cukup di sini,
Jika rindu harap hubungi.
47. Penjahit benang di dalam peti,
Ibu Tuti menjahit kebaya.
Saya pamit untuk undur diri,
Terima kasih atas perhatiannya.
18. Kalau ada sumur di ladang,
Boleh saya menumpang mandi.
Kalau ada umur yang panjang,
Boleh dong saya pidato lagi.
49. Di China ada pendeta,
Berpidato tak henti cakap.
Semua sibuk entah mengapa,
Sehingga salam penutup tak terjawab.
50. Rumah Budi Rumah Iwan.
Jika bertemu tinggal buka pintu,
Sampai jumpa kawan-kawan.
Semoga bertemu lain waktu.
Itulah 50 pantun penutup pidato menarik dan berkesan yang bisa disampaikan untuk menghidupkan suasana sekaligus menghibur audiens.


