Weton yang Diincar Sengkolo Saat Malam 1 Suro: Ini Beberapa Penyebabnya
Ada beberapa weton yang diincar sengkolo saat malam 1 Suro dalam kepercayaan masyarakat Jawa. Sistem penanggalan dan perhitungan hari memegang peranan penting dalam aktivitas sehari-hari. Salah satu keyakinan yang masih dipegang hingga saat ini yaitu adanya hari-hari tertentu yang diyakini lebih rawan terhadap sengkolo atau bencana.
Kepercayaan ini semakin kuat ketika memasuki malam 1 Suro, yang merupakan awal tahun baru dalam kalender Jawa. Pada malam tersebut, beberapa weton diyakini secara turun-temurun lebih berisiko terkena sengkolo menurut pandangan tradisional Jawa.
Apa itu Sengkolo?
Sengkolo dalam Primbon Jawa berarti musibah yang disebabkan oleh pengaruh energi negatif. Fenomena ini diyakini dapat mengganggu berbagai aspek kehidupan seseorang, mulai dari kesehatan, keuangan, hubungan asmara, karier, hingga keselamatan pribadi.
Kepercayaan terhadap sengkolo telah mengakar lama dalam budaya Jawa, yang menekankan pentingnya menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan dunia spiritual, termasuk dengan roh leluhur.
Ketidakseimbangan hubungan tersebut, baik karena pelanggaran norma adat maupun perbuatan yang tidak pantas dianggap dapat memicu datangnya sengkolo. Terlebih pada malam 1 Suro, dipercaya sebagai waktu penuh energi spiritual, pelanggaran terhadap aturan atau pantangan adat bisa mengundang bencana atau kesialan.
Weton yang Diincar Sengkolo Saat Malam 1 Suro
Malam 1 Suro diyakini memiliki spiritual yang kuat, sehingga banyak orang melakukan ritual membersihkan diri dan memohon perlindungan. Berikut beberapa weton yang diincar sengkolo saat malam 1 Suro:
1. Selasa Pahing
Dalam primbon Jawa, weton Selasa Pahing dianggap sebagai angka tertinggi dalam siklus kehidupan, melambangkan puncak kekuatan alam. Ketika malam 1 Suro yang dikenal memiliki energi spiritual tinggi bertepatan dengan weton ini, terjadi benturan energi besar baik positif maupun negatif.
Pertemuan energi dalam diri yang besar dapat membuat mereka lebih rawan mengalami gangguan fisik, mental, atau spiritual seperti penyakit, kecelakaan, kecemasan, bahkan ketidakberuntungan. Orang dengan weton ini disarankan lebih waspada dan menjaga diri, terutama saat menjelang malam 1 Suro.
2. Rabu Legi
Weton Rabu Legi dikenal sebagai hari baik, sifat alaminya cenderung tenang dan pendiam, kadang membuat pemiliknya kurang waspada terhadap gangguan dari luar. Apabila malam 1 Suro jatuh pada Selasa Pahing, ini memperbesar potensi gangguan bagi orang yang lahir pada Rabu Legi. Maka, dianjurkan lebih waspada.
3. Sabtu Kliwon
Weton Sabtu Kliwon dikenal memiliki makna spiritual yang dalam namun juga rawan terhadap gangguan. Kombinasi antara hari Sabtu dan Kliwon dianggap menyimpan energi negatif yang kuat.
Akibatnya, orang yang lahir pada Sabtu Kliwon dipercaya lebih mungkin mengalami nasib buruk atau gangguan gaib di malam 1 Suro. Dianjurkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat perlindungan spiritual.
4. Sabtu Wage
Weton Sabtu Wage memiliki neptu 13 (Sabtu = 9, Wage = 4) yang tergolong tinggi. Dalam budaya Jawa, hari Sabtu dipercaya memiliki energi yang berat, dan ketika dipadukan dengan bulan Suro yang penuh dengan aura mistis, orang yang lahir pada weton ini dianggap lebih mudah terpengaruh energi negatif.
Tingginya neptu dan beratnya energi Sabtu menjadikan Sabtu Wage lebih rentan terhadap Sengkolo, terutama selama bulan Suro. Oleh karena itu, mereka dianjurkan untuk lebih berhati-hati sepanjang bulan tersebut.
5. Sabtu Pahing
Weton ini dikenal memiliki karakter keras kepala dan sulit dikendalikan. Pada malam 1 Suro, kondisi emosional mereka sering kali tidak stabil, dan auranya bisa berubah menjadi negatif. Dalam kondisi lemah, weton ini lebih mudah terkena gangguan atau nasib buruk. Untuk menjaga keharmonisan energi, disarankan agar bermeditasi, menenangkan diri, serta menghindari aktivitas di luar rumah pada malam 1 Suro.
Penyebab Terkena Sengkolo
Menurut berbagai sumber dan kepercayaan masyarakat lokal, berikut beberapa hal yang diyakini bisa menyebabkan seseorang mengalami sengkolo, terutama saat malam 1 Suro:
1. Melanggar Aturan Adat dan Tradisi
Apabila aturan adat dan istiadat dilanggar, dipercaya dapat mengundang gangguan berupa kemalangan atau kejadian tak wajar yang sulit dijelaskan secara rasional. Misalnya, tidak melaksanakan ritual adat tertentu di waktu sakral, seperti malam 1 Suro, atau melangsungkan pernikahan pada hari tersebut. Ketidakpatuhan terhadap pantangan adat, dan sikap yang tidak menghormati leluhur, diyakini dapat mengundang sengkolo.
2. Melakukan Kegiatan pada Hari yang Dianggap Tidak Menguntungkan
Dalam penanggalan Jawa, terdapat hari-hari tertentu yang dianggap kurang baik untuk menjalankan aktivitas besar seperti pindahan, pernikahan, atau memulai usaha baru. Mengabaikan kepercayaan ini dipercaya bisa membawa ketidakharmonisan atau kesialan dalam hidup.
3. Tidak Menghormati Tempat Sakral
Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, beberapa lokasi dianggap memiliki kekuatan spiritual karena diyakini sebagai tempat tinggal makhluk halus atau energi gaib. Lokasi tersebut bisa berupa makam leluhur, pohon tua, petilasan, sumur kuno, atau situs bersejarah lainnya.
Ketika seseorang bertindak ceroboh di tempat-tempat ini, seperti berbicara kasar, membuang sampah sembarangan, atau masuk tanpa permisi, hal itu dianggap sebagai bentuk tidak hormat.
Perilaku seperti ini diyakini bisa mengusik "penjaga gaib" yang mendiami tempat tersebut dan menimbulkan sengkolo sebagai bentuk peringatan. Oleh sebab itu, masyarakat diajarkan untuk selalu menjaga tata krama, bersikap sopan, serta meminta izin secara batin ketika memasuki tempat-tempat yang dianggap sakral.
4. Ketempelan Makhluk Halus
Sengkolo tidak hanya muncul akibat pelanggaran norma atau adat, tapi juga bisa terjadi karena seseorang mengalami “ketempelan”, yaitu kondisi saat makhluk halus menempel atau memengaruhi tubuh manusia, baik secara fisik, mental, maupun nasib. Dalam kepercayaan Jawa, hal ini cukup serius karena bisa membawa rentetan musibah dan kesialan.
Demikian weton yang diincar sengkolo saat malam 1 Suro dan masih diyakini masyarakat Jawa. Pada malam ini, weton atau hari kelahiran seseorang menjadi salah satu faktor penting yang dipercaya dapat memengaruhi kerentanan terhadap sengkolo.

