Sinopsis Film Merah Putih One for All yang Ramai Dikritik

Tifani
Oleh Tifani
12 Agustus 2025, 18:33
sinopsis film Merah Putih One for All
Perfiki Kreasindo
sinopsis film Merah Putih One for All
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Film animasi Merah Putih: One for All menjadi sorotan setelah merilis poster dan trailer resminya. Film animasi ini jadwalkan akan tayang di bioskop pada Kamis, 14 Agustus 2025.

Film Merah Putih One for All diproduksi oleh Perfiki Kreasindo di bawah naungan oleh Toto Soegriwo sebagai produser. Film ini disutradai oleh Endiarto, sementara naskahnya ditulis oleh Bintang.

Film Merah Putih One for All memiliki durasi 1 jam 10 menit dengan kategori SU (Semua Umur). Film ini mengisahkan sekelompok anak di sebuah desa yang tengah bersiap menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia.

Berikut ulasan lengkap mengenai sinopsis film Merah Putih One for All beserta fakta menariknya.

Sinopsis Film Merah Putih One for All

Merah Putih One for All
Merah Putih One for All (Perfiki Kreasindo)

 

Dalam sinopsis resminya, film ini mengisahkan kelompok Tim Merah Putih. Mereka dipercaya menjaga bendera pusaka yang selalu dikibarkan setiap 17 Agustus.

Namun, tiga hari sebelum upacara, bendera tersebut tiba-tiba hilang secara misterius. Mereka adalah Neka, Yahya, Nabila Yasmin, Sky, Nathan, Billy, Rangga, dan Bintang.

Mereka adalah anak dengan latar belakang budaya yang berbeda, yakni Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, dan Tionghoa. Dengan perbedaan tersebut, mereka harus bersatu untuk menjalankan misi penting menemukan kembali bendera itu.

Perjalanan mereka penuh tantangan, mulai dari menyeberangi sungai, menembus hutan, menghadapi badai, hingga belajar meredam ego masing-masing. Semua rintangan itu dihadapi demi satu tujuan, yaitu mengibarkan bendera pada Hari Kemerdekaan.

Melalui keberanian, kerja sama, dan kecintaan pada Tanah Air, mereka membuktikan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan sumber kekuatan. Petualangan menjadi momen-momen lucu, tegang, haru, dan menginspirasi.

Fakta Menarik Film Merah Putih One for All

Meski mengangkat tema nasionalisme, biaya produksi yang besar dan waktu pengerjaan yang singkat membuat publik bertanya-tanya soal proses pembuatannya. Berikut 7 fakta kontroversi film Merah Putih One for All.

1. Produksi Perfiki Kreasindo

Melihat poster film, Merah Putih One For All dibuat Perfiki Kreasindo. Poster film ini juga mencantumkan logo Yayasan Pusat Perfilman H Usmar Ismail.

Hanya saja, tidak banyak informasi mengenai Perfiki Kreasindo, begitu pun dengan situs aslinya. Di jagat media sosial, terdapat sejumlah akun yang membagikan informasi mengenai Merah Putih One For All jauh sebelum filmnya jadi bahan pemberitaan.

Salah satunya adalah akun TikTok Perfiki TV, yang membagikannya sejak Juli lalu.

2. Bantahan Kemenparekraf soal Dana Pemerintah

Wamenparekraf Irene Umar membantah pemerintah ikut mendanai atau memfasilitasi promosi film ini. Ia menjelaskan, pihaknya hanya menerima audiensi dari tim produksi dan memberikan masukan, tanpa bantuan finansial.

3. Dikritik Sutradara Hanung Bramantyo

Sutradara Hanung Bramantyo ikut menyoroti fenomena kemunculan film animasi Merah Putih: One For All di layar bioskop. Melalui unggahan Instagram Story, suami Zaskia Adya Mecca itu mempertanyakan alasan film tersebut bisa mendapatkan jadwal tayang di bulan Agustus.

Padahal, menurut Hanung, saat ini ada ratusan judul film Indonesia yang masih menunggu giliran untuk diputar di jaringan bioskop.

"Terus kenapa harus buru-buru tayang? Ironisnya kok bisa dapat tanggal tayang di tengah 200 judul film Indonesia ngantre tayang?" tulis Hanung.

4. Siapa Toto Soegriwo

Produser film "Merah Putih: One For All", Toto Soegriwo, menjadi sorotan warganet setelah film animasi garapannya mendapat kritik tajam. Warganet, yang merasa kecewa dengan kualitas film, menyerbu akun media sosial Toto untuk mencari jawaban, terlebih setelah mengetahui ada audiensi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif.

Toto Soegriwo sebelumnya telah berkpirah di industri perfilman Indonesia. Lulusan SMAN I Purwodadi ini, Purwerejo, Jawa Tengah, ini juga pernah bekerja di rumah produksi PT. Djohar Mandiri Jaya.

Kemudian kariernya dilanjutkan sebagai anggota Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI). Sebelum terjun sebagai produser, Toto Soegriwo memiliki rekam jejak panjang di industri media dan perfilman.

Ia pernah berkarier di Radio S1079FM dan kemudian menjadi Sekretaris Redaksi di Majalah DeFilm, sebuah media yang fokus pada isu-isu perfilman nasional. Kiprahnya berlanjut ke sektor produksi film dengan menjabat sebagai Creative Director di perusahaan film PT. Foromoko Matoa Indah Film.

Toto juga pernah menjadi bagian dari Badan Pertimbangan Perfilman Nasional. Selain itu, ia pernah bekerja di Pusat Perfilman H. Usmar Ismail (PPHUI), sebuah lembaga yang berperan penting dalam melestarikan sejarah perfilman Indonesia.

Saat ini, Toto Soegriwo menjabat sebagai Sekretaris Umum Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) dan juga berperan sebagai Agregator & Kurator di Lokalfilm.id.

Demikian ulasan lengkap sinopsis film Merah Putih One for All beserta fakta menariknya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan