Penyebab Cacingan yang Perlu Diwaspadai: Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya
Ada beragam penyebab cacingan yang penting diwaspadai. Terlebih jika anak-anak suka bermain pasir tanpa pengawasan, karena larva cacing bisa masuk ke dalam tubuh dan berkembang biak.
Belakangan ini, seorang balita perempuan bernama Raya, warga Kampung Padangenyang, Desa Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia setelah ditemukan cacing dalam jumlah besar di tubuhnya. Raya telah lama berada dalam pengawasan petugas desa karena kondisi gizinya yang memprihatinkan.
Anak berusia empat tahun tersebut tercatat sebagai anak dengan status BGM (bawah garis merah), yang menandakan ia mengalami gizi buruk. Karena itu, Raya menjadi salah satu anak prioritas dalam pemantauan rutin posyandu di wilayahnya.
Penyebab cacingan paling utama yaitu kurangnya kebersihan pribadi dan lingkungan yang tidak bersih, terutama di area dengan sanitasi buruk. Selain itu, daya tahan tubuh yang lemah, kebiasaan tidak mencuci tangan, serta mengonsumsi makanan mentah atau kurang matang juga dapat meningkatkan risiko terkena infeksi cacing.
Penyebab Cacingan
infeksi cacing terjadi ketika cacing berhasil masuk ke dalam tubuh manusia dan berkembang biak, sehingga menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Beberapa jenis cacing yang umum menjadi penyebab cacingan antara lain:
1. Cacing Gelang
Cacing gelang bisa masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau tanah yang terkontaminasi telur cacing. Ukuran cacing gelang sekitar 10–35 cm, Setelah masuk, telur menetas di usus dan larva menyebar melalui pembuluh darah atau saluran getah bening ke organ tubuh lain seperti paru-paru atau kantong empedu.
2. Cacing Pita
Cacing pita, atau Cestoda, memiliki bentuk khas menyerupai pita, pipih dan bersegmen di seluruh tubuhnya. Penularannya bisa terjadi saat tangan bersentuhan dengan tanah atau tinja yang mengandung telur cacing, lalu tanpa sengaja terbawa ke mulut. Konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi menjadi jalur masuk cacing pita, terutama jika mengonsumsi daging sapi, babi, ikan yang mentah atau kurang matang.
3. Cacing Kremi
Cacing kremi berwarna putih, berukuran kecil (sekitar 5–13 mm), dan paling sering menyerang anak-anak usia sekolah. Tangan yang kotor setelah menyentuh tanah dapat menyebabkan larva cacing masuk ke dalam tubuh.
Apabilla telur mencapai area anus dan menyebabkan rasa gatal, menggaruknya bisa memindahkan telur ke jari dan kemudian ke permukaan benda atau orang lain, sehingga menularkan infeksi.
4. Cacing Tambang
Cacing ini, baik yang masih berupa larva maupun yang sudah dewasa (berukuran 5–13 mm), bisa menyebabkan infeksi pada manusia. Larva cacing tambang dapat menembus kulit, seperti telapak kaki tanpa alas, lalu masuk ke peredaran darah dan menyebar ke paru-paru dan tenggorokan.
Gejala Cacingan
Gejala cacingan meliputi diare, mual, nyeri perut, muntah, hilang nafsu makan, dan berat badan menurun. Apabila tidak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa berkembang menjadi masalah kesehatan lebih serius, seperti anemia. Berikut beberapa gejala cacingan:
- Diare yang berlangsung lebih dari dua minggu.
- Sembelit yang tidak kunjung membaik.
- Terdapat cacing di dalam tinja.
- Muncul ruam, kemerahan, dan rasa gatal pada kulit, pada beberapa kasus, cacing bahkan tampak di bawah permukaan kulit.
- Perut terasa kembung atau tampak membesar.
- Berat badan turun tanpa penyebab yang jelas.
- Nyeri pada otot dan persendian.
- Gangguan pertumbuhan pada anak.
- Mengalami pembengkakan kaki akibat filariasis (penyakit kaki gajah).
- Rasa gatal di area anus, terutama saat malam hari.
- Sering mengalami reaksi alergi pada kulit.
- Mudah merasa lelah atau lesu.
Cara Mencegah Infeksi Cacingan
Untuk mencegah terjadinya infeksi cacingan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, antara lain:
- Mencuci tangan sebelum makan.
- Hindari kebiasaan menggigit kuku.
- Simpan daging mentah dan ikan dengan cara higienis, serta pastikan dimasak hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
- Bersihkan buah dan sayuran dengan air mengalir sebelum dikonsumsi.
- Hindari berjalan tanpa alas kaki dan menyentuh tanah tanpa sarung tangan.
Penyebab cacingan umumnya berkaitan dengan kurangnya kebersihan diri dan lingkungan, serta sanitasi yang tidak memadai. Infeksi cacing bisa terjadi akibat kontak langsung dengan tanah yang terkontaminasi, mengonsumsi makanan atau minuman tidak higienis, dan kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum makan atau setelah buang air.

