Apa Itu Radioaktif Cesium 137 di Cikande?

Tifani
Oleh Tifani
1 Oktober 2025, 14:23
Apa Itu Radioaktif Cesium 137 di Cikande
Freepik
Apa Itu Radioaktif Cesium 137 di Cikande
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bahan radioaktif Cesium 137 atau Cs-137 ditemukan di kawasan industri di Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Penemuan bahan radioaktif itu diketahui usai penolakan produk udang beku Indonesia oleh otoritas Amerika Serikat di sejumlah pelabuhan besar, termasuk Los Angeles, Houston, Savannah, dan Miami.

Hasil pemeriksaan pihak Food and Drug Administration (FDA) serta Bea Cukai AS mendeteksi kandungan radiasi pada kontainer udang pada Agustus 2025, sehingga memicu respons cepat pemerintah Indonesia. Hasil penelusuran membawa tim gabungan ke Kawasan Industri Modern Cikande, tepatnya di tempat pengumpulan logam bekas.

Lantas, apa itu radioaktif Cesium 137 di Cikande?

Apa Itu Radioaktif Cesium 137 di Cikande

Radioaktif Cesium 137
Radioaktif Cesium 137 (Freepik)

 

Melansir laman Ensiklopedia Britannica, Cesium adalah unsur kimia golongan logam alkali yang pertama kali ditemukan pada 1860 oleh ilmuwan Jerman Robert Bunsen dan Gustav Kirchoff. Nama 'cesium' berasal dari bahasa Latin 'caesius' yang berarti 'biru langit', karena garis spektrum biru yang unik ketika unsur ini diamati secara spektroskopi.

Dalam bentuk alaminya, cesium adalah logam berwarna perak keemasan, sangat reaktif. Cesium 137 meleleh pada suhu hanya 28,4 derajat Celcius atau hampir setara suhu ruangan.

Unsur ini banyak digunakan di bidang industri, mulai dari pembuatan sel fotolistrik, tabung hampa udara, hingga jam atom super akurat yang menjadi standar pengukuran waktu dunia. Namun, dalam temuan di Cikande ini bukan cesium stabil, melainkan cesium radioaktif seperti Cesium-137.

Isotop ini terbentuk dari reaksi fisik nuklir, misalnya saat ledakan bom atom atau kecelakaan reaktor nuklir seperti Chernobyl dan Fukushima. Isotop ini memancarkan radiasi beta dan gamma, dan digunakan dalam pengobatan medis serta alat ukur industri.

Namun, bahan radio aktif ini dapat berbahaya jika tertelan karena menumpuk di jaringan lunak.

Bahaya Radioaktif Cesium 137 di Cikande

Cesium 137 biasanya ditemukan dalam bentuk serbuk kristal karena mudah bereaksi dengan klorida. Zat ini bukan hal baru dalam lingkungan, karena jejak Cs-137 masih tersisa dari uji coba senjata nuklir yang dilakukan pada era 1950 hingga 1960-an.

Meski begitu, paparan dalam jumlah kecil sehari-hari umumnya tidak membahayakan kesehatan. Namun, Cs-137 menjadi sangat berbahaya jika berada dalam jumlah besar dan bentuk terkonsentrasi, seperti yang digunakan dalam alat terapi radiasi atau pengukur industri.

Alat-alat ini dirancang dengan lapisan pelindung agar zat radioaktif tidak menyebar. Jika tabung pelindungnya rusak atau dibuka, secara sengaja maupun tidak, Cs-137 di dalamnya bisa tersebar ke lingkungan dan menimbulkan ancaman serius.

Paparan eksternal terhadap Cs-137 dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan luka bakar, penyakit radiasi akut, bahkan kematian. Lebih lanjut, Cs-137 memancarkan radiasi gamma berenergi tinggi yang bisa meningkatkan risiko kanker.

Jika masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan atau makanan, zat ini akan menyebar ke jaringan lunak, terutama otot, dan terus memancarkan radiasi dari dalam tubuh, yang juga berpotensi menyebabkan kanker dalam jangka panjang.

Jejak Radioaktif penyebaran Cesium-137

Dalam laman resmi Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) menjelaskan bagaimana Cs-137 dapat berpindah di lingkungan dan menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang. EPA menyebut, Cs-137 yang terikat dengan klorida akan membentuk bubuk kristalin yang bereaksi mirip garam dapur.

Zat ini mudah bergerak melalui udara, larut dalam air, dan melekat kuat pada tanah maupun beton, meski tidak menyebar jauh ke bawah permukaan. Vegetasi yang tumbuh di tanah terkontaminasi bisa menyerap Cs-137 dalam jumlah kecil.

Kondisi inilah yang membuat zat tersebut berpotensi menyebar ke rantai pangan, termasuk ke sektor perikanan yang menjadi tulang punggung ekspor Indonesia. Di alam, jejak Cs-137 umumnya berasal dari uji coba senjata nuklir maupun kecelakaan reaktor nuklir.

Meski dalam kondisi normal jumlahnya kecil, kasus temuan di Serang menegaskan risiko kebocoran atau penyalahgunaan bahan radioaktif di luar kendali nuklir sipil. Secara fungsional, Cs-137 memiliki banyak kegunaan.

Dalam skala kecil, zat ini dipakai untuk kalibrasi alat pendeteksi radiasi, termasuk Geiger-Mueller counter atau alat yang mendeteksi dan mengukur radiasi pengion, seperti partikel alfa, beta, dan sinar gamma. Dalam jumlah lebih besar, Cs-137 digunakan dalam perangkat terapi radiasi medis untuk pengobatan kanker, serta pada industri untuk mengukur aliran cairan dalam pipa atau ketebalan bahan seperti kertas dan lembaran logam.

Bahaya kesehatan muncul ketika Cs-137 terlepas dari kendali. EPA menegaskan, paparan eksternal dosis tinggi dapat menimbulkan luka bakar radiasi, penyakit radiasi akut, bahkan kematian.

Skenario terburuk bisa terjadi akibat kecelakaan besar atau salah penanganan sumber industri berkekuatan tinggi.

Itulah ulasan mengenai apa itu radioaktif Cesium 137 di Cikande.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan