Apa itu Bobibos Bahan Bakar dari Jerami? Ini Beberapa Keunggulannya

Anggi Mardiana
13 November 2025, 13:41
Bobibos Bahan Bakar dari Jerami
Stekom.ac.id
Bobibos Bahan Bakar dari Jerami
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Apa itu Bobibos bahan bakar dari jerami? Inovasi yang diberi nama Bobibos (Bahan Bakar Asli Buatan Indonesia Bos) ini dikembangkan oleh sekelompok ahli muda yang bersemangat untuk memajukan Indonesia, meskipun mereka sempat menerima tawaran beasiswa dari luar negeri.

Sebuah inovasi di sektor energi terbarukan yang telah diuji di Lembur Pakuan, Subang, menunjukkan bahwa limbah pertanian, terutama jerami, memiliki potensi besar sebagai sumber energi alternatif. Bobibos bahan bakar dari jerami dikembangkan oleh PT Inti Sinergi Formula dan diperkenalkan pada Minggu (2/11) di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Bahan bakar ini memanfaatkan limbah pertanian, khususnya jerami, yang biasanya dibakar setelah panen. Produk ini termasuk Bahan Bakar Nabati (BBN) yang dikembangkan oleh M. Ikhlas Thamrin beserta tim penelitiannya.

Apa itu Bobibos Bahan Bakar dari Jerami?

Bobibos Bahan Bakar dari Jerami
Bobibos Bahan Bakar dari Jerami (Kaba Surau)

Bobibos adalah Bahan Bakar Nabati (BBN) yang memanfaatkan jerami, limbah pertanian yang biasanya dibakar setelah panen. Konsep ini bertujuan agar petani mendapatkan manfaat ganda yaitu menikmati hasil panen yang melimpah dan memperoleh tambahan pendapatan dari limbah jerami yang diubah menjadi bahan bakar.

Berdasarkan informasi dari akun Instagram resmi, Bobibos melalui proses bioenergi dengan tambahan serum khusus. Jerami mengubah bahan bakar menjadi berperforma tinggi, setara dengan RON 98, serta lebih ramah lingkungan. Bobibos bahan bakar dari jerami juga diklaim dapat mengurangi emisi gas buang hingga hampir nol, menjadikannya pilihan yang lebih bersih dibandingkan bahan bakar fosil.

Kang Dedi Mulyadi Menyaksikan Uji Coba Bobibos Bahan Bakar dari Jerami Secara Langsung

Kang Dedi Mulyadi berkesempatan menyaksikan uji coba Bobibos bahan bakar dari jerami secara langsung menggunakan traktor diesel di Lembur Pakuan. Hasilnya menunjukkan performa mesin yang baik, tarikan ringan, dan emisi asap lebih bersih. Uji laboratorium resmi oleh Lemigas pun menyatakan kualitas bahan bakar ini, dengan angka oktan mencapai 98,1.

Inovasi ini membuka peluang ekonomi signifikan di wilayah pertanian. Dengan rasio konversi 3.000 liter Bobibos per hektar, Lembur Pakuan yang berpotensi hingga 1.000 hektar dapat menghasilkan jutaan liter bahan bakar.
Bobibos mendapatkan dukungan luas dari berbagai pihak, mulai dari pelaku industri hingga pemerintah daerah. H. Amir Mahpud, pemilik PT Primajasa, menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan memanfaatkan Bobibos sebagai bahan bakar bagi armada bus yang beroperasi di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas penggunaan Bobibos secara nasional sekaligus mendorong transformasi menuju energi hijau yang kompetitif. Selain sebagai bahan bakar, produksi Bobibos juga menghadirkan manfaat ekonomi tambahan. Setiap hektar sawah dapat menghasilkan hingga 3.000 liter bahan bakar, serta produk sampingan seperti pakan ternak dan pupuk organik .

Dengan kapasitas tersebut, Bobibos berpotensi menciptakan siklus ekonomi berkelanjutan di sektor pertanian, sehingga petani tidak hanya memproduksi pangan, tetapi juga berkontribusi pada pasokan energi, pakan, dan pupuk bagi nasional.

Untuk mewujudkannya, telah disepakati kerja sama yang tekanan eksekusinya cepat, memanfaatkan fasilitas dan lahan yang tersedia agar birokrasi tidak terhambat. Produksi massal ini direncanakan berlangsung segera, bertepatan dengan panen raya yang diperkirakan terjadi dalam dua minggu ke depan.

Rencana distribusi mencakup pembangunan Bobibos Mini di tingkat desa, sehingga masyarakat, termasuk kelompok ibu-ibu PKK, dapat berperan sebagai agen penjual. Strategi ini diharapkan dapat menekan harga jual sekaligus mendukung upaya nasional mengurangi ketergantungan pada subsidi energi.

Keunggulan Bobibos

Keunggulan Bobibos bahan bakar dari jerami tidak hanya terletak pada bahan bakarnya. Proses produksinya juga menghasilkan produk turunan bernilai, seperti pakan ternak (diperkirakan mencapai 2.000 ton dari 500 hektar) dan pupuk. Hal ini menciptakan siklus ekonomi berkelanjutan, dimana pertanian tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga energi, pakan, dan pupuk. Berikut keunggulan Bobibos lainnya:

• Oktan tinggi : Memiliki RON 98,1, lebih unggul dibandingkan bahan bakar fosil RON 98 atau Pertamax Turbo yang beredar di pasaran.
• Efisiensi jarak tempuh: Kendaraan yang memakai Bobibos mampu menempuh jarak lebih jauh dibandingkan solar konvensional.
• Emisi rendah: Teknologi pengolahan Bobibos menekan emisi gas buang hampir mendekati nol.
• Performa stabil: Uji lapangan menunjukkan mesin bekerja lebih ringan sekaligus lebih hemat bahan bakar.
• Harga terjangkau: Bobibos dijanjikan memiliki harga lebih murah daripada bahan bakar RON 98.
• Bahan baku lokal: Memanfaatkan limbah pertanian, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
• Produksi terdesentralisasi: Dapat dikembangkan di berbagai wilayah Indonesia, sehingga menekan biaya distribusi dan mengurangi ketergantungan impor.

Bobibos bahan bakar dari jerami merupakan inovasi energi terbarukan yang memanfaatkan limbah pertanian menjadi sumber bahan bakar ramah lingkungan. Selain menawarkan performa tinggi dengan RON 98, Bobibos juga mampu menekan emisi gas buang, meningkatkan efisiensi kendaraan, dan memberikan manfaat ekonomi tambahan melalui produk turunan seperti pakan ternak dan pupuk.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan