Viral di Media Sosial: Ini Harga Tumbler Tuku yang Hilang di KAI
Harga tumbler Tuku yang hilang di KAI mendadak menyita pertanyaan netizen di sosial media. Meski bagi sebagian orang, kejadian ini tampak sepele, kejadian tersebut justru memicu dampak serius. Beredar informasi bahwa seorang petugas KAI bernama Argi disebut-sebut sampai kehilangan pekerjaannya.
Cerita hilangnya tumbler Tuku itu pertama kali disampaikan melalui Threads dan dengan cepat menyebar ke berbagai platform media sosial lainnya. Akun media sosial pemilik tas dipenuhi berbagai komentar, sementara akun Kopi Tuku dan tempat kerja pasangan suami-istri tersebut juga ikut terkena imbas dari gelombang reaksi netizen yang menyoroti kasus ini.
Kronologi Hilangnya Tumbler Tuku di KAI
Peristiwa berawal ketika cooler bag seorang penumpang KRL tidak sengaja tertinggal di gerbong khusus perempuan. Tas tersebut ditemukan petugas dan diamankan di Stasiun Rangkasbitung. Masalah muncul saat pemilik mengambil kembali tasnya dan mendapati tumbler di dalamnya sudah hilang. Berikut kronologi selengkapnya:
1. Kejadian Awal
Seorang penumpang perempuan bernama Anita Dewi yang dalam sejumlah laporan juga disebut sebagai “Anita”, menceritakan bahwa ia pulang bekerja dengan menaiki KRL rute Tanah Abang–Rangkasbitung. Ia berangkat sekitar pukul 19.00 WIB dan tiba di Stasiun Rawa Buntu sekitar pukul 19.40 WIB. Sesampainya di peron, Anita baru menyadari bahwa cooler bag miliknya tertinggal di rak bagasi kereta. Di dalam tas tersebut terdapat sebuah tumbler “Tuku” berwarna biru yang merupakan barang pribadinya.
2. Pelaporan dan Pengamanan Tas oleh Petugas
Usai menyadari tasnya tertinggal, Anita segera menghubungi petugas keamanan di stasiun. Petugas melakukan pengecekan dan menemukan cooler bag tersebut berada di gerbong khusus wanita. Mereka kemudian memotret tas beserta isinya sebagai bukti bahwa barang tersebut, termasuk tumbler di dalamnya, masih lengkap. Namun sesuai prosedur, pengambilan tas hanya dapat dilakukan di stasiun akhir perjalanan, yaitu Stasiun Rangkasbitung.
3. Tumbler Tuku Diketahui Hilang dari Tas
Pada hari berikutnya, Anita dan suaminya mendatangi Stasiun Rangkasbitung untuk mengambil kembali tasnya. Namun saat cooler bag dibuka, tumbler Tuku yang sebelumnya ada di dalamnya sudah hilang. Hal ini membuat Anita kaget dan merasa dirugikan. Melalui unggahan di media sosial (Threads), ia menuliskan dengan tegas:
“TUMBLER TUKU-ku GONE ATAS KE-TIDAK TANGGUNG JAWAB PETUGAS PT KAI @commuterline,” menandakan bahwa ia menilai hilangnya tumbler tersebut terjadi karena kelalaian atau kelalaian tanggung jawab dari pihak petugas.
4. Klarifikasi Petugas
Petugas keamanan yang menyerahkan kembali tas tersebut, Argi Budiansyah, akhirnya memberikan klarifikasi terkait kejadian itu. Ia menjelaskan bahwa ketika menerima cooler bag dari rekannya, kondisi stasiun cukup padat sehingga ia tidak sempat memeriksa isi tas secara menyeluruh dan langsung memasukkannya ke lemari penyimpanan. Argi juga mengatakan bahwa tas terasa “lebih ringan saat diterima.” Iamenawarkan untuk mengganti tumbler yang hilang, namun Anita dan suaminya menolak tawaran tersebut.
5. Klarifikasi PT KAI
Pihak KAI Commuter akhirnya memberikan klarifikasi. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menegaskan bahwa hingga kini belum ada keputusan resmi terkait pemecatan petugas front-liner dalam kasus tersebut. Ia menyebut perusahaan masih berkoordinasi dengan mitra penyedia tenaga kerja serta menjalankan proses evaluasi internal.
Kasus ini memperlihatkan bagaimana kejadian sepele seperti hilangnya sebuah tumbler dapat berubah menjadi polemik besar ketika viral di media sosial. Dari sisi penumpang, muncul rasa kecewa terhadap layanan maupun prosedur barang hilang. Sementara bagi petugas, kelalaian dapat berdampak pada reputasi hingga mengancam posisi pekerjaan.
Harga Tumbler Tuku yang Hilang di KAI
Sebagai informasi, layaknya banyak jaringan kedai kopi besar lainnya, Kopi Tuku juga menawarkan produk tumbler sebagai bagian dari kampanye pengurangan penggunaan plastik. Informasi mengenai produk maupun harga tumbler Tuku yang hilang di KAI cukup mudah ditemukan di berbagai marketplace dan media sosial, termasuk akun Instagram @tokoserbatuku.
Tumbler Tuku yang hilang di KRL dan kemudian viral di media sosial dijual dengan harga Rp 225.000 dan tersedia dalam beberapa pilihan warna. Berkapasitas 350 ml, tumbler ini berbentuk seperti termos mini berbahan stainless, dilengkapi pegangan tangan, serta menampilkan logo Tuku di bagian tengah.
Kopi Tuku, yang Didirikan oleh pengusaha muda Anadanu Prasetyo, memiliki beragam pilihan tumbler dengan harga bervariasi tergantung ukuran dan desain, mulai dari Rp 65.000 hingga yang paling mahal senilai Rp 225.000.
Harga tumbler Tuku yang hilang di KAI diketahui dibanderol sekitar Rp 225.000, menjadikannya produk resmi yang memiliki nilai fungsional sekaligus identitas brand. Kejadian ini sekaligus menyoroti pentingnya transparansi, prosedur penanganan barang tertinggal, serta perlunya kehati-hatian penumpang saat membawa barang pribadi di transportasi umum.

