Niat Puasa Qadha Ramadhan untuk Melunasi Utang Puasa di Tahun Sebelumnya

Izzul Millati
30 Desember 2025, 12:11
niat puasa qadha ramadhan terbaru
unsplash.com
niat puasa qadha ramadhan
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bulan Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh keberkahan yang di dalamnya umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa. 

Namun, dalam praktiknya tidak semua orang dapat menunaikan puasa Ramadhan secara penuh selama satu bulan. 

Sejumlah kondisi yang dibenarkan syariat, seperti sakit, bepergian jauh, haid, nifas, kehamilan, atau menyusui membuat seseorang diperbolehkan meninggalkan puasa sementara waktu.

Islam memberikan keringanan atas kondisi tersebut, tetapi tetap menetapkan kewajiban untuk menggantinya di hari lain. Penggantian puasa inilah yang dikenal sebagai puasa qadha, dengan bacaan niat puasa qadha ramadhan yang akan dibahas di artikel ini. 

Masih banyak umat islam yang belum memahami secara utuh tata cara puasa qadha. Kebingungan sering muncul terkait bacaan niat, waktu pelaksanaan, hingga konsekuensi jika qadha puasa ditunda.

Pembahasan berikut akan mengulas secara lengkap tentang Cara Puasa Qadha Ramadhan, mulai dari pengertian, dasar hukum, niat, tata cara, hingga ketentuan fidyah.

Apa Itu Puasa Qadha Ramadhan

niat puasa qadha ramadhan
niat puasa qadha ramadhan (unsplash.com)

 

Secara bahasa, kata qadha berarti mengganti atau melaksanakan sesuatu yang tertunda. Dalam konteks fikih, puasa qadha adalah puasa yang dilakukan untuk mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan.

Hukum melaksanakan niat puasa qadha ramadhan adalah wajib bagi setiap muslim yang meninggalkan puasa Ramadhan, baik karena uzur syar’i maupun tanpa uzur. Namun, bagi yang meninggalkan tanpa alasan, kewajiban qadha disertai dosa yang harus ditaubati.

Dasar hukum kewajiban ini tercantum dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 184. Ayat tersebut menegaskan bahwa puasa yang ditinggalkan wajib diganti pada hari lain di luar Ramadhan.

Ayat ini menunjukkan bahwa hutang puasa merupakan kewajiban yang harus ditunaikan. Bahkan, para ulama menegaskan bahwa hutang kepada Allah SWT lebih utama untuk diselesaikan dibandingkan hutang kepada sesama manusia.

Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan

Niat merupakan rukun utama dalam ibadah puasa. Tanpa niat puasa qadha ramadhan, puasa yang dilakukan tidak sah secara syariat, meskipun secara fisik seseorang menahan lapar dan dahaga.

Berbeda dengan puasa sunnah, niat puasa qadha harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar. Ketentuan ini dikenal dengan istilah tabyit an-niyyah, yaitu melafalkan niat sejak malam.

Berikut bacaan niat puasa qadha ramadhan yang umum digunakan:

  • Bacaan Arab
    نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
  • Bacaan Latin
    Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillāhi ta‘ālā.
  • Artinya
    “Aku berniat mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah Ta’ala.”

Pada dasarnya, niat adalah ketetapan di dalam hati. Namun, sebagian ulama dari mazhab Syafi’i menganjurkan melafalkan niat secara lisan untuk membantu memantapkan kehendak.

Hal yang terpenting dalam niat puasa qadha ramadhan adalah kesadaran penuh bahwa puasa yang dilakukan bertujuan mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan. Tanpa kesadaran tersebut, niat tidak dianggap sah.

Pelafalan niat bersifat sunnah, sedangkan kehadiran niat di dalam hati adalah syarat mutlak. Oleh karena itu, fokus utama tetap pada kesiapan batin sebelum menjalankan puasa qadha.

Tata Cara Pelaksanaan Puasa Qadha

Setelah memahami niat, langkah berikutnya adalah mengetahui tata cara pelaksanaannya. Secara umum, Cara Puasa Qadha Ramadhan sama dengan puasa wajib di bulan Ramadhan.

Berikut penjelasan Cara Puasa Qadha Ramadhan yang perlu diperhatikan:

  • Makan Sahur
    Sahur dianjurkan sebelum waktu Subuh sebagai bentuk sunnah yang mengandung keberkahan. Sahur membantu menjaga stamina selama berpuasa.
  • Menahan Diri dari Nafsu
    Menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari merupakan inti puasa qadha.
  • Menjaga Perilaku
    Puasa qadha tidak hanya menahan lapar, tetapi juga menjaga lisan dan perbuatan dari hal tercela agar pahala tetap sempurna.
  • Menyegerakan Berbuka
    Berbuka dilakukan segera setelah matahari terbenam. Doa berbuka puasa qadha sama dengan doa berbuka puasa Ramadhan.

Waktu Pelaksanaan Puasa Qadha

Waktu pelaksanaan puasa qadha dimulai sejak bulan Syawal hingga sebelum datangnya Ramadhan berikutnya. Rentang waktu ini memberikan kelonggaran bagi umat Islam untuk melunasi hutang puasa.

Meski demikian, menyegerakan niat puasa qadha ramadhan lebih dianjurkan. Penundaan tanpa alasan berpotensi menimbulkan kewajiban tambahan berupa fidyah.

Puasa qadha juga tidak wajib dilakukan secara berturut-turut. Pelaksanaannya boleh dicicil sesuai kemampuan, sebagaimana dijelaskan dalam sejumlah riwayat hadis.

Larangan Waktu Puasa Qadha

Meski waktunya panjang, terdapat hari-hari tertentu yang diharamkan untuk berpuasa. Puasa qadha tidak boleh dilakukan pada:

  • Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal)
  • Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah)
  • Hari Tasyrik (11–13 Dzulhijjah)

Di luar hari-hari tersebut, Puasa Qadha Ramadhan dapat dilakukan secara fleksibel menyesuaikan kondisi.

Menggabungkan Puasa Qadha dan Puasa Sunnah

Penggabungan niat puasa qadha dengan puasa sunnah menjadi topik yang sering dibahas. Sebagian ulama membolehkan penggabungan niat, sementara sebagian lain menyarankan pemisahan.

Mayoritas ulama Syafi’iyah menganjurkan agar niat difokuskan pada puasa qadha. Namun, jika puasa qadha dilakukan pada hari yang disunnahkan untuk puasa, keutamaan puasa sunnah tetap diperoleh.

Konsekuensi Menunda Qadha Puasa

Menunda qadha puasa hingga Ramadhan berikutnya tanpa uzur syar’i menimbulkan konsekuensi tambahan. Dalam mazhab Syafi’i, penundaan tersebut mewajibkan qadha dan pembayaran fidyah.

Fidyah diberikan berupa makanan pokok kepada fakir miskin untuk setiap hari puasa yang tertunda. Ketentuan ini menjadi pengingat penting agar kewajiban segera dijalankan dan tidak diabaikan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan