Sinopsis Film Janur Ireng, Kisah Kelam Praktik Ilmu Hitam di Jawa Timur
Kesuksesan film Sewu Dino pada 2023 yang meraih sekitar 4,8 juta penonton mendorong MD Pictures merilis karya baru. Rumah produksi tersebut kemudian merilis film prekuel berjudul Janur Ineng atau secara resmi bertajuk Janur Ireng: Sewu Dino The Prequel. Film ini hadir untuk menjawab berbagai teka-teki yang belum terungkap dalam film sebelumnya, khususnya terkait asal-usul praktik ilmu hitam yang mengikat satu garis keturunan.
Meski berstatus prekuel, kisah dalam Sinopsis Film Janur Ineng tetap bersumber dari cerita karya SimpleMan, yang juga menjadi bagian dari saga Sewu Dino, Ranjat Kembang, dan Janur Ireng. Versi filmnya mengambil latar waktu sekitar enam tahun sebelum peristiwa dalam Sewu Dino, memperlihatkan latar belakang terjadinya konflik dan teror yang sangat mencekam.
Sinopsis Film Janur Ireng
Sinopsis Film Janur Ineng menceritakan peristiwa pada akhir 1990-an, yakni sekitar tahun 1997 hingga 1999. Cerita berlangsung jauh sebelum teror besar dalam Sewu Dino terjadi dan berfokus pada keluarga Kuncoro, bukan keluarga Atmojo seperti pada film sebelumnya.
Inti cerita dalam Film Janur Ineng berpusat pada Sabdo dan adiknya, Intan. Setelah ayah mereka, Kondoto Kuncoro, meninggal dunia, keduanya hanya memiliki satu sama lain. Mereka hidup sederhana di sebuah rumah gubuk. Sabdo bekerja serabutan demi bertahan hidup, sementara Intan terpaksa berhenti sekolah karena keterbatasan ekonomi.
Kehidupan yang sulit tersebut mulai berubah ketika Sabdo merasakan kejanggalan di rumah mereka. Teror muncul dalam bentuk simbol mengerikan, termasuk kiriman kepala kambing hitam. Merasa terancam, Sabdo berusaha mencari tahu siapa dalang di balik teror tersebut.
Tragedi memuncak ketika rumah mereka tiba-tiba terbakar saat Intan masih berada di dalamnya. Meski Intan berhasil selamat, rumah beserta seluruh harta benda mereka ludes tak bersisa. Peristiwa ini menjadi titik balik yang membawa Sabdo dan Intan masuk ke dalam lingkaran teror yang lebih besar.
Kedatangan Arjo Kuncoro dan Kehidupan Baru
Di tengah keputusasaan, seorang pria paruh baya datang menemui Sabdo dan Intan. Ia memperkenalkan diri sebagai Arjo Kuncoro, kakak dari mendiang Kondoto, sekaligus paman mereka. Arjo mengaku telah lama terpisah dari adiknya dan baru mengetahui kabar kematian Kondoto beberapa bulan sebelumnya.
Merasa bertanggung jawab, Arjo mengajak Sabdo dan Intan tinggal di rumah keluarga Kuncoro. Kediaman tersebut digambarkan megah dan penuh kemewahan. Di sana, Sabdo dan Intan juga bertemu dengan Lasmini, adik Arjo dan Kondoto, yang berarti bulik mereka.
Bagi Sabdo dan Intan, kehidupan baru ini terasa janggal. Mereka baru mengetahui bahwa ayah mereka ternyata berasal dari keluarga kaya, sesuatu yang tidak pernah diceritakan semasa hidupnya.
Teror, Rahasia Keluarga, dan Ritual Ilmu Hitam
Seiring waktu, Sinopsis Film Janur Ineng memperlihatkan firasat Intan yang sejak awal merasa tidak nyaman mulai menjadi kenyataan. Sabdo menemukan berbagai keganjilan di rumah keluarga Kuncoro.
Sabdo kemudian mengetahui bahwa keluarga Kuncoro terlibat dalam praktik ilmu hitam. Ia dipaksa menjalani peran sebagai Canguk Sono, bagian dari ritual penting yang diwariskan secara turun-temurun. Sementara itu, Intan telah dipersiapkan untuk menjadi Ranum, sebuah peran yang sarat pengorbanan dan berkaitan langsung dengan keberlangsungan kekuatan keluarga. Upaya Sabdo melindungi Intan membuka tabir kebenaran bahwa mereka hanyalah alat dalam ambisi kekuasaan Arjo Kuncoro.
Puncak konflik dalam Sinopsis Film Janur Ineng terletak pada terungkapnya santet kuno bernama Janur Ineng. Ilmu hitam tingkat tinggi ini dipercaya mampu memusnahkan satu garis keturunan secara menyeluruh. Keberadaannya menjadi kunci dari perebutan kekuasaan antar arah dan sumber utama teror yang menghantui para tokoh.
Keterkaitan dengan Sewu Dino dan Tokoh Lama
Sebagai prequel, Film Janur Ineng menghadirkan sejumlah tokoh yang menghubungkan cerita dengan Sewu Dino. Sosok Sugik di masa muda kembali dimunculkan, diperankan oleh Rio Dewanto. Kehadirannya menjelaskan keterlibatan awal dalam konflik Trah Pitu Lakon yang kelak berujung pada peristiwa besar di film sebelumnya. Selain itu, beberapa karakter dari keluarga Atmojo juga muncul, mempertegas jalinan cerita antarfilm dalam semesta Sewu Dino.
Produksi, Kru, dan Pemain
Film ini kembali digarap oleh sutradara Kimo Stamboel, yang sebelumnya menyutradarai Sewu Dino. Kali ini, Kimo juga terlibat sebagai penulis bersama Khalid Kashogi dan SimpleMan.
Pemeran utama dan pendukung meliputi:
- Marthino Lio sebagai Sabdo
- Nyimas Ratu Rafa sebagai Intan
- Tora Sudiro sebagai Arjo Kuncoro
- Rio Dewanto sebagai Sugik muda
- Masayu Anastasia sebagai Lasmini
- Karina Suwandi sebagai Karsa Atmodjo
- Gisellma Firmansyah sebagai Della Atmodjo
- Faradina Mufti sebagai Gayatri
- Epy Kusnandar sebagai Anggodo
