Mengenal Bahaya Laughing Gas yang Sempat Dibanned Pemerintah Inggris

Izzul Millati
29 Januari 2026, 14:51
apa itu laughing gas
unsplash.com
apa itu laughing gas
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Larangan penggunaan dan kepemilikan nitrous oxide atau gas tertawa di Inggris sudah berlaku pada 8 November 2023, sekitar tiga tahun silam. Peraturan ini menandai meningkatnya kekhawatiran pemerintah inggris terhadap penyalahgunaan zat inhalan. 

Nitrous oxide sejatinya memiliki fungsi yang baik saat dimanfaatkan di bidang medis, kedokteran gigi, serta industri makanan. Namun, pergeseran penggunaan ke ranah rekreasional, terutama di kalangan anak muda, memicu lonjakan kasus kesehatan dan masalah sosial di Inggris. 

Apa Itu Laughing Gas dan Kaitannya dengan Whippets?

apa itu laughing gas
apa itu laughing gas (unsplash.com)

 

Laughing gas merupakan sebutan populer untuk nitrous oxide, gas tidak berwarna dan tidak berasa yang bekerja dengan cara mengurangi suplai oksigen ke otak. Efek ini memicu perasaan euforia dan relaksasi dalam waktu singkat. Kalangan muda di Inggris sempat menyalahgunakan zat ini dengan alat yang dikenal sebagai whippets.

Istilah whippets berasal dari tabung aerosol krim kocok yang dibuka untuk menghirup gas di dalamnya. Selain disebut laughing gas, zat ini juga dikenal dengan berbagai nama lain seperti nangs, nossies, nitro, hippy crack, dan balloons. Popularitasnya meningkat di klub malam dan festival musik karena efeknya cepat muncul dan cepat menghilang. Karakteristik inilah yang justru memperbesar bahaya laughing gas, karena mendorong penggunaan berulang dalam waktu singkat.

Gas tersebut dapat dimasukkan ke dalam balon atau dihirup menggunakan alat khusus seperti whippet cracker, yaitu silinder logam kecil untuk melubangi tabung gas. Seiring meningkatnya permintaan, beredar tabung kecil yang secara khusus dibuat untuk tujuan rekreasional.

Penggunaan alat tersebut membawa risiko yang lebih besar. Penggunaan berulang dapat menyebabkan luka dingin pada bibir, hidung, dan tenggorokan, serta meningkatkan risiko cedera paru-paru. Ini membuktikan bahwa bahaya laughing gas tidak hanya berasal dari zatnya, tetapi juga dari perangkat yang digunakan.

Resiko Kesehatan Penggunaan Laughing Gas

Efek nitrous oxide dapat dirasakan dalam hitungan detik. Zat ini mempengaruhi sistem saraf pusat dengan memperlambat aktivitas otak akibat berkurangnya oksigen. Dampak tersebut kerap dianggap sepele, padahal berpotensi memicu resiko lain yang lebih besar. 

Beberapa efek yang sering terjadi meliputi:

  • Sensasi euforia berlebihan dan perasaan melayang
  • Penurunan kemampuan merasakan nyeri, suara, dan sentuhan
  • Gangguan koordinasi, keseimbangan, dan bicara
  • Pusing, sakit kepala, mual, hingga muntah
  • Gangguan irama jantung dan pingsan
  • Halusinasi serta paranoia

Penggunaan nitrous oxide secara berulang dalam jangka panjang juga membawa konsekuensi yang jauh lebih serius. Salah satu dampak yang sering terjadi adalah terganggunya penyerapan vitamin B12, nutrisi penting bagi fungsi saraf dan sumsum tulang. Defisiensi vitamin ini dapat menyebabkan mati rasa, gangguan keseimbangan, kelemahan otot, hingga kerusakan saraf permanen.

Dalam kasus tertentu, gejala yang muncul dapat menyerupai sindrom Guillain-Barré, yaitu kondisi ketika sistem imun menyerang saraf tubuh sendiri. Selain sistem saraf, penurunan kadar oksigen yang terjadi berulang kali meningkatkan risiko kerusakan otak, ginjal, dan hati. Organ-organ vital tersebut berada di ujung rantai suplai oksigen, sehingga sangat rentan mengalami kerusakan akibat hipoksia kronis.

Ketergantungan, Overdosis, dan Risiko Kematian

Secara medis, whippets tidak menimbulkan ketergantungan fisik seperti opioid. Namun, ketergantungan psikologis dapat terjadi karena sensasi euforia memengaruhi pusat penghargaan otak. Efek yang singkat mendorong penggunaan berulang dalam dosis besar, meningkatkan risiko kekurangan oksigen akut.

Overdosis nitrous oxide dapat ditandai dengan hilangnya kesadaran, kejang, serta gangguan irama jantung. Dalam sejumlah kasus, kematian terjadi akibat sesak nafas karena suplai oksigen terputus. Bahkan tanpa kematian, hipoksia berat dapat menyebabkan kerusakan otak permanen. Kondisi ini kembali menegaskan bahaya laughing gas sebagai ancaman nyata.

Alasan Pemerintah Inggris Memberlakukan Larangan

Pemerintah Inggris menyatakan bahwa penggunaan nitrous oxide di ruang publik telah memicu perilaku anti-sosial dan membahayakan masyarakat. Menteri Kepolisian Inggris Chris Philp menegaskan bahwa praktik tersebut telah merugikan lingkungan sosial.

Di bawah aturan yang berlaku sejak 8 November 2023, produksi, pasokan, dan penjualan nitrous oxide untuk tujuan rekreasional dapat dikenai hukuman penjara hingga dua tahun.

Untuk pelanggaran berat terkait pengedaran, hukuman maksimum ditingkatkan hingga 14 tahun penjara. Data Kementerian Kesehatan Inggris menunjukkan bahwa zat ini merupakan yang ketiga paling umum digunakan oleh kelompok usia 16 hingga 24 tahun. Penggunaan berlebihan dikaitkan dengan anemia, kerusakan saraf, hingga kelumpuhan.

Meski demikian, larangan tersebut mengecualikan penggunaan sah di bidang medis, kedokteran gigi, dan industri. Dalam regulasi baru, nitrous oxide diklasifikasikan sebagai obat Kelas C, kategori zat dengan tingkat bahaya paling rendah menurut hukum Inggris.

Pengadilan Leeds Crown Court mengungkap kasus impor ilegal lebih dari 91 juta tabung nitrous oxide ke Inggris antara 2016 hingga 2018 melalui jaringan perusahaan katering fiktif. Kelompok pelaku memanfaatkan nama-nama perusahaan seolah bergerak di bidang makanan dan minuman untuk menutupi perdagangan zat psikoaktif tersebut.

Selain impor ilegal, jaringan ini mencuci uang lebih dari £16,7 juta dari hasil penjualan. Kasus tersebut menunjukkan bahwa permintaan tinggi terhadap laughing gas tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kejahatan terorganisasi berskala besar.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan