Pantangan Potong Rambut Saat Imlek, Kenapa Tidak Boleh?

Izzul Millati
16 Februari 2026, 13:09
pantangan potong rambut saat imlek
unsplash.com
pantangan potong rambut saat imlek
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menjelang Tahun Baru Imlek, pertanyaan mengenai boleh atau tidaknya memotong rambut saat perayaan kerap muncul di tengah masyarakat. Dalam tradisi Tionghoa, waktu memotong rambut dipercaya dapat mempengaruhi keberuntungan di tahun baru. Dari sinilah muncul pantangan potong rambut saat imlek yang masih dijalankan oleh sebagian keluarga hingga sekarang.

Di sisi lain, masyarakat Tionghoa modern juga menilai kepercayaan tersebut lebih bersifat simbolis dan hanya  menjadi bagian dari adat budaya. Sebenarnya, mana yang benar? Apakah pantangan potong rambut saat imlek memang mempengaruhi rezeki?

Mengapa Ada Pantangan Potong Rambut Saat Imlek?

pantangan potong rambut saat imlek
pantangan potong rambut saat imlek (unsplash.com)

 

Pantangan potong rambut saat imlek berlaku pada hari pertama hingga beberapa hari setelah imlek, bukan hari sebelumnya. Dalam kepercayaan lama, larangan ini bahkan diyakini berlaku selama 15 hari pertama, sampai perayaan Cap Go Meh.

Salah satu alasan utama larangan ini berkaitan dengan simbol bahasa. Dalam bahasa Mandarin, kata rambut adalah 髮 (fa), yang memiliki pelafalan sama dengan 發 (fa) dalam kata facai (发财), yang berarti kemakmuran atau rezeki. Karena itu, memotong rambut pada awal tahun baru disimbolkan sebagai tindakan “memotong kemakmuran” yang baru datang.

Selain faktor linguistik, terdapat pula legenda tentang seorang tukang cukur miskin yang sangat menyayangi pamannya. Pada suatu Imlek, ia menghadiahkan cukuran gratis karena tidak memiliki uang. Beberapa waktu kemudian, sang paman meninggal dunia. Sejak saat itu muncul keyakinan bahwa memotong rambut saat Imlek dapat membawa kesialan bagi paman dari pihak ibu. Meski tidak memiliki dasar ilmiah, cerita tersebut turut memperkuat pantangan potong rambut saat imlek.

Potong Rambut Dianjurkan Dilakukan Menjelang Imlek

Dalam tradisi Tionghoa, memotong rambut justru disarankan dilakukan sebelum pergantian tahun sebagai simbol “buang sial” atau membersihkan diri dari energi buruk tahun sebelumnya. Makna ini serupa dengan kebiasaan membersihkan rumah atau mengenakan pakaian baru untuk menyambut awal yang lebih baik.

Rambut dipandang membawa jejak perjalanan masa lalu, sehingga memotongnya sebelum imlek melambangkan proses pembaruan diri. Selain itu, potongan rambut baru juga mencerminkan simbol awal yang segar, serupa dengan resolusi tahun baru yang menandai tekad untuk memperbaiki diri. 

Dalam tradisi Tionghoa, kondisi fisik yang rapi dan terawat turut dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta kesiapan menyambut berkah dan keberuntungan di tahun yang baru. Karena itu, salon dan tempat pangkas rambut biasanya ramai dalam satu minggu menjelang Imlek. 

Larangan Keramas dan Mandi di Hari Pertama

Pantangan potong rambut saat imlek juga sering dikaitkan dengan larangan mencuci rambut pada hari pertama. Dalam kepercayaan tradisional, mencuci rambut dianggap sama dengan “mencuci rezeki” yang baru saja datang.

Bahkan, sebagian masyarakat Tionghoa juga menghindari mandi di hari pertama karena air dipandang sebagai elemen kuat yang dapat membersihkan bukan hanya kotoran fisik, tetapi juga energi dan keberuntungan metafisik. Namun, mencuci rambut pada malam sebelum tahun baru justru dimaknai sebagai simbol pembersihan diri sebelum memasuki tahun yang baru.

Pembersihan dilakukan sebelum pergantian tahun, sementara pada hari pertama Imlek keberuntungan diyakini sedang “disambut”, sehingga tidak boleh dihilangkan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan