Kenapa Tidak Boleh Menyapu Saat Imlek? Ini Penjelasan Lengkapnya

Izzul Millati
18 Februari 2026, 09:09
Menyapu Saat Imlek
unsplash.com
Menyapu Saat Imlek
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Perayaan Tahun Baru Imlek menjadi momen penting bagi masyarakat Tionghoa di berbagai negara, termasuk Indonesia. Imlek menandai awal tahun berdasarkan kalender China atau kalender Lunar dan identik dengan tradisi keluarga, doa, serta harapan akan keberuntungan di tahun yang baru.

Selain dihiasi pertunjukan barongsai, pembagian angpao, dan hidangan khas, perayaan ini juga mengenal sejumlah pantangan. Salah satu yang cukup dikenal adalah larangan menyapu rumah pada hari pertama Imlek. Lantas, kenapa tidak boleh menyapu saat Imlek?

Alasan Tidak Boleh Menyapu Saat Imlek

Menyapu Saat Imlek
Menyapu Saat Imlek (unsplash.com)

 

Dalam kepercayaan tradisional, hari pertama Imlek dianggap sebagai momen masuknya energi positif ke dalam rumah.

Menyapu pada hari tersebut secara simbolis diartikan sebagai tindakan “menyapu keluar” keberuntungan yang baru datang. Karena itulah, sebagian masyarakat memilih untuk tidak melakukan aktivitas bersih-bersih dengan sapu pada hari pertama.

Namun, praktik ini tidak bersifat mutlak. Dalam banyak keluarga Tionghoa modern, pantangan tersebut dipahami sebagai simbol budaya, bukan aturan yang wajib ditaati secara literal.

Waktu Berlaku Larangan

Dalam beberapa tradisi, larangan menyapu biasanya berlaku pada hari pertama hingga satu atau dua hari setelahnya. Meski demikian, tidak ada ketentuan universal yang berlaku untuk seluruh komunitas Tionghoa.

Sebagai gantinya, masyarakat umumnya melakukan pembersihan rumah besar-besaran sebelum malam pergantian tahun. Aktivitas bersih-bersih ini justru dianggap penting sebagai simbol membuang kesialan tahun sebelumnya.

Dengan demikian, larangan menyapu bukan berarti mengabaikan kebersihan, melainkan mengatur waktu pelaksanaannya sesuai makna simbolis yang diyakini.

Pantangan Lain Saat Hari Raya Imlek

Selain memahami kenapa tidak boleh menyapu saat Imlek, terdapat sejumlah pantangan lain yang sebaiknya dihindari menurut kepercayaan orang Tionghoa. Perlu ditekankan bahwa pantangan ini bersifat kultural dan dapat berbeda antar keluarga atau komunitas Tionghoa.

  • Sebagian tradisi masih mempercayai larangan keramas pada hari pertama karena secara simbolik diartikan sebagai “mencuci” keberuntungan. Ada pula yang menghindari memotong rambut atau menggunakan benda tajam seperti gunting dan pisau karena dianggap dapat “memotong” rezeki.
  • Dalam beberapa kepercayaan, masyarakat juga dianjurkan menghindari kata-kata negatif yang berkaitan dengan kematian, kemiskinan, atau penyakit. Jika harus menyampaikan kabar kurang menyenangkan, biasanya digunakan ungkapan yang lebih halus.
  • Sebagian tradisi juga menyarankan untuk tidak minum atau meramu obat pada hari pertama Imlek, dengan keyakinan bahwa hal tersebut dapat melambangkan sakit sepanjang tahun. Namun praktik ini tidak berlaku luas dan tidak dijalankan oleh semua keluarga.
  • Ada pula kepercayaan tertentu yang menghindari aktivitas menjahit atau penggunaan benda tajam lainnya pada hari pertama. Semua pantangan tersebut pada dasarnya berakar pada simbolisme menjaga energi positif di awal tahun.

Tradisi Positif yang Justru Dianjurkan

Di balik berbagai pantangan, Imlek lebih dikenal sebagai perayaan penuh harapan dan kebahagiaan. Banyak tradisi positif yang juga dianjurkan untuk dilakukan.

  • Mendekorasi rumah dengan warna merah dan emas menjadi tradisi yang hampir selalu dilakukan. Warna merah melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan, sedangkan emas melambangkan kemakmuran.
  • Makan malam reuni keluarga juga selalu dilakukan pada malam pertama hari raya imlek. Hidangan seperti mie panjang umur yang tidak dipotong melambangkan doa agar panjang umur. Yu Sheng atau salad khas yang disantap bersama juga dipercaya sebagai simbol peningkatan rezeki.
  • Pembagian angpao dari yang sudah menikah kepada anak-anak atau yang belum menikah menjadi simbol berbagi keberuntungan dan doa baik untuk masa depan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan