5 Contoh Kultum Singkat Tentang Kebaikan Beserta Dalilnya Sebagai Referensi

Destiara Anggita Putri
5 Maret 2026, 14:46
 Contoh Kultum Singkat Tentang Kebaikan
Muslim Youth Musings
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Di Indonesia, kultum merupakan salah satu kegiatan yang kerap dilaksanakan setelah sholat subuh atau sholat tarawih selama bulan Ramadhan.

Kultum atau kuliah tujuh menit sendiri merujuk pada kegiatan ceramah singkat dalam waktu terbatas yang umumnya disampaikan oleh seorang ustadz atau kyai dengan tujuan untuk menyampaikan dan menyebarkan ajaran Islam kepada jemaah.

Dalam praktiknya, ada berbagai tema yang bisa disampaikan dalam kultum. Salah satunya yaitu tentang kebaikan yang masih relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Berikut di bawah ini beberapa contoh kultum singkat tentang kebaikan yang bisa dijadikan sebagai referensi.

Contoh Kultum Singkat Tentang Kebaikan

Berikut ini lima contoh kultum singkat dari berbagai sumber sebagai referensi bila ingin mengangkat tema kebaikan dalam kultum yang akan disampaikan.

Contoh Kultum Singkat tentang Kebaikan
Contoh Kultum Singkat tentang Kebaikan (Unsplash)

Contoh Kultum Singkat 1: Akhlak Baik dalam Islam

Assalamu'alaikum wr. wb.

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang telah memberikan kita petunjuk dalam agama Islam. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, utusan Allah yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

Hari ini, marilah kita berbicara tentang akhlak baik dalam Islam. Akhlak, atau tata cara berperilaku, adalah salah satu aspek yang sangat ditekankan dalam ajaran agama kita. Dalam Islam, akhlak baik adalah bagian integral dari iman kita. Mari kita renungkan salah satu firman Allah SWT dalam Al-Quran, Surah Al-Qalam (68:4):

"Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung."

Allah SWT berfirman kepada Nabi Muhammad SAW bahwa beliau memiliki akhlak yang agung. Ini adalah contoh yang sempurna bagaimana seorang Muslim harus berusaha untuk memiliki akhlak yang baik dan mulia.

Akhlak baik dalam Islam mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Ini termasuk sikap rendah hati, kejujuran, kebaikan kepada orang lain, kepedulian terhadap yang miskin, sabar dalam menghadapi cobaan, dan banyak lagi. Dalil-dalil lain dalam Al-Quran dan hadis Nabi SAW menggarisbawahi pentingnya akhlak yang baik dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Salah satu hadis yang mengingatkan kita tentang pentingnya akhlak baik adalah hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." Dalam hadis ini, Rasulullah SAW menyatakan bahwa salah satu tujuannya sebagai utusan Allah adalah untuk membawa akhlak yang baik kepada umat manusia.

Akhlak yang baik bukan hanya tentang berperilaku baik di depan orang lain, tetapi juga dalam hati dan pikiran kita. Itu mencakup tata krama dalam berbicara, kesantunan dalam berinteraksi, dan kejujuran dalam segala hal.

Dalam masyarakat yang semakin kompleks dan sulit, akhlak yang baik menjadi semakin penting. Akhlak yang baik dapat menjadi landasan bagi hubungan yang harmonis dalam keluarga, masyarakat, dan antarbangsa. Selain itu, akhlak yang baik juga menciptakan kedamaian batin dan kebahagiaan dalam hidup kita.

Jadi, mari kita berusaha untuk selalu meningkatkan akhlak kita, tidak hanya karena Allah SWT telah memerintahkannya, tetapi juga karena kita ingin mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW yang memiliki akhlak yang agung. Semoga Allah memberikan kita kekuatan dan petunjuk dalam menjalani kehidupan dengan akhlak yang baik.

Terima kasih, wassalamu'alaikum wr. wb.

Contoh Kultum Singkat 2: Berbuat Kebaikan

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pertama-tama, marilah kita semua panjatkan puja dan puji syukur kita hanya kepada Allah Subhanahu Wata’ala yang masih memberikan kita semua banyak nikmat sehat, nikmat waktu luang, nikmat iman, dan nikmat Islam, sehingga kita semua dapat berkumpul di acara yang Insya Allah mulia ini.

Tidak lupa tentu sholawat serta salam mari kita curahkan pada junjungan kita semua, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, karena telah membawa kita semua dari zaman jahiliyah, zaman kebodohan menuju ke zaman yang terang benderang seperti yang kita semua rasakan saat ini. Semoga kita semua masuk dalam golongan yang menerima syafaatnya kelak di hari akhir, kiamat nanti. Aamiin.

Pada zaman modern sekarang ini, di mana teknologi telah semakin canggih serta semakin maju, manusia tidak jarang menjadi kehilangan arah. Dengan perkembangan teknologi saat ini, seharusnya kita semua dapat memanfaatkannya untuk kegiatan yang lebih baik dan positif. Dengan perkembangan teknologi yang kian pesat ini pula, seharusnya kita semua semakin mudah untuk menambah ketaatan pada Allah.

Namun sayangnya, banyak dari kita justru semakin menjauh dan sibuk akan tugas kita sebenarnya dan perkembangan teknologi justru membuat lupa untuk mendekatkan diri pada Allah.

Seharusnya sebagai manusia, yang diberikan akal oleh Allah, kita semua memanfaatkan akal dan kecanggihan teknologi masa kini untuk saling berlomba-lomba dalam menyebarkan kebaikan. Karena seperti yang kita ketahui, kita semua bisa menyebarkan banyak hal baik melalui sosial media, internet ke seluruh dunia dengan cepat dan mudah.

Ketika kita menyebarkan kebaikan, maka kebaikan yang kita sebar dapat menjadi amal jariyah. Begitu pula sebaliknya, jika kita menyebarkan keburukan, maka kita akan mendapat dosa jariyah yang terus mengalir meskipun kita telah meninggal dunia serta menjadi contoh buruk bagi orang-orang.

Ketika kita sukarela berbuat kebaikan, maka bukan hanya pahala yang kita dapatkan, tetapi kita juga akan mendapatkan ampunan dari Allah. Allah akan senantiasa membalas seluruh perbuatan kita tanpa terkecuali, sebab Allah selalu mengawasi apa yang kita perbuat. Baik itu perbuatan yang buruk atau perbuatan yang baik.

Sehingga kita harus selalu berbuat baik, meskipun tidak ada satu orang pun yang melihat. Karena Allah dan malaikatnya selalu melihat serta mengawasi apapun yang kita lakukan.

Sesuai dengan sabda Rasul yang artinya sebagai berikut, “Engkau beribadah pada Allah, seakan-akan engkau melihat-Nya. Apabila engkau tidak dapat melihat-Nya, maka yakinlah bahwa Allah menyaksikanmu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari riwayat tersebut, dapat kita tarik kesimpulan, bahwa ketika ingin berbuat baik, maka jangan menunggu agar dilihat oleh banyak orang. Justru akan lebih bagus, jika kita ikhlas dalam berbuat baik, tidak mengharapkan apapun bahkan tidak meminta sanjungan dari orang lain, karena hanya cukup Allah saja yang tahu. 

Karena ketika kita berbuat baik, contohnya bersedekah di depan banyak orang maka bisa muncul rasa sombong dalam diri kita. Karena hal ini pula, ketika ingin bersedekah, maka sebaiknya dilakukan secara sembunyi-bunyi atau dilakukan ketika tidak ada banyak orang tahu atau sadar bahwa kita bersedekah.

Ingatlah selalu untuk senantiasa berbuat kebaikan tanpa mengharap imbalan apapun dan ikhlas ketika melakukannya. Demikianlah kultum singkat yang dapat saya sampaikan, semoga materi yang saya sampaikan dapat menjadi catatan amalan serta pelajaran bagi kita semua untuk senantiasa berbuat kebaikan.

 Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Contoh Kultum Singkat 3: Kebaikan Dibalas dengan Kebaikan

Assalamu'alaikum wr. wb.

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang telah memberikan kita petunjuk dalam agama Islam. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, utusan Allah yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

Hari ini, marilah kita membahas prinsip yang sangat penting dalam Islam, yaitu bahwa kebaikan akan dibalas dengan kebaikan. Prinsip ini tercermin dalam banyak ayat Al-Quran dan hadis Nabi SAW. Salah satu ayat yang menggambarkan prinsip ini terdapat dalam Surah Al-Rahman (55:60):

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

Allah SWT menekankan betapa besar nikmat-nikmat yang telah Dia berikan kepada kita. Salah satu bentuk kebaikan dari Allah adalah bahwa setiap perbuatan baik yang kita lakukan akan dibalas-Nya dengan kebaikan yang lebih besar lagi.

Rasulullah SAW juga mengajarkan pentingnya berbuat baik dan membawa kebaikan kepada sesama. Beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah akan membantu hamba-Nya selama hamba-Nya itu membantu saudaranya." (Hadis riwayat Imam Muslim)

Pesan ini mengajarkan kepada kita bahwa ketika kita membantu atau berbuat baik kepada sesama, Allah akan membalasnya dengan pertolongan dan kebaikan-Nya. Ini adalah salah satu cara Allah menunjukkan kasih sayang-Nya kepada hamba-Nya yang berbuat baik.

Selain itu, berbuat baik kepada sesama juga menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan penuh kasih dalam masyarakat. Ketika kita berbuat baik kepada orang lain, orang tersebut cenderung akan merespons dengan baik pula, menciptakan lingkungan yang saling mendukung dan peduli satu sama lain.

Namun, kita juga harus ingat bahwa kebaikan yang kita lakukan harus tulus dan ikhlas, tanpa mengharapkan balasan dari manusia. Allah SWT mencatat setiap perbuatan baik kita, dan Dia yang akan membalasnya pada waktu-Nya.

Jadi, mari kita bersama-sama berkomitmen untuk selalu berbuat baik kepada sesama manusia dan menjalani prinsip bahwa kebaikan akan dibalas dengan kebaikan. Semoga Allah senantiasa memberikan kita kekuatan untuk melakukannya dan menjadikan kita sebagai orang yang selalu membawa kebaikan kepada dunia ini.

Terima kasih, wassalamu'alaikum wr. wb.

CONTOH KULTUM SINGKAT TENTANG KEBAIKAN
CONTOH KULTUM SINGKAT TENTANG KEBAIKAN (India Today NE)

 

Contoh Kultum Singkat 4: Perintah Berbuat Baik dalam Al-Qur’an

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Segala puji bagi Allah, tuhan semesta alam yang sudah memberikan keberkahan kepada kita semua.

Selawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga, sahabat, dan sampai kepada kita selaku umatnya.

Rekan-rekan yang berbahagia,

Lewat kesempatan kultum yang singkat ini, saya akan memaparkan dalil dari Al-Qur’an tentang kebaikan. Adapun dalil tersebut termaktub dalam surah Al-Isra ayat 7 yang berbunyi:

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.”

Dalam ayat tersebut terungkap, jika sesungguhnya kebaikan yang kita lakukan sebenarnya bisa berbalik untuk diri sendiri.

Pun demikian dengan kejahatan, setiap kejahatan yang dilakukan akan sampai pula kepada diri sendiri.

Maka dari itu, upayakanlah diri untuk terus berbuat kebaikan. Sebab, sejatinya kebaikan selain berpahala, pula dapat membahagiakan orang lain.

Jika harus memilih berbuat baik, kenapa kita cenderung berbuat jahat?

Semoga ayat di atas bisa direnungi dengan baik-baik.

Saya ucapkan terima kasih bagi yang sudah mendengarkan.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Contoh Kultum Singkat 5: Berbuat Baik kepada Orang Tua

Assalamu'alaikum wr. wb.

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang telah memberikan kita petunjuk dalam agama Islam. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, utusan Allah yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

Hari ini, marilah kita berbicara tentang nilai luhur dalam Islam yang mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik kepada orang tua. Orang tua adalah anugerah besar dari Allah SWT yang telah memberikan kita kehidupan, kasih sayang, dan perhatian sejak kita lahir.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran, dalam Surah Al-Isra (17:23):

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain daripada-Nya dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia."

Ayat ini sangat jelas mengajarkan kepada kita pentingnya berbuat baik kepada orang tua. Kita diwajibkan untuk menjaga perasaan mereka, memberikan kasih sayang, dan menghormati mereka sepanjang hidup kita. Bahkan, kita dilarang mengucapkan kata "ah" atau membentak mereka, sekalipun dalam situasi yang sulit.

Rasulullah SAW juga mengajarkan pentingnya berbuat baik kepada orang tua. Beliau bersabda: "Tidak masuk surga seseorang yang durhaka kepada kedua orang tuanya." (Hadis riwayat Imam Ahmad)

Ini adalah peringatan yang sangat serius tentang pentingnya menghormati dan mendengarkan orang tua kita. Kita harus selalu ingat bahwa pengorbanan dan cinta kasih mereka kepada kita tidak terhingga.

Selain itu, berbuat baik kepada orang tua juga adalah cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ketika kita berbuat baik kepada orang tua, Allah senang dengan kita, dan ini merupakan salah satu jalan menuju surga.

Oleh karena itu, mari kita semua berkomitmen untuk selalu berbuat baik kepada orang tua kita, mendengarkan mereka, memberikan perhatian, dan menghormati mereka sepanjang waktu. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kekuatan untuk melaksanakan perintah-Nya dengan baik.

Terima kasih, wassalamu'alaikum wr. wb.

Demikian lima contoh kultum singkat tentang kebaikan yang bisa dijadikan sebagai referensi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan