Apakah Bayi Wajib Bayar Zakat? Berikut Ketentuannya dalam Islam

Izzul Millati
11 Maret 2026, 16:25
Zakat untuk Bayi
unsplash.com
Zakat untuk Bayi
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Zakat fitrah merupakan salah satu kewajiban dalam Islam yang ditunaikan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ibadah ini memiliki tujuan untuk menyucikan orang yang berpuasa sekaligus membantu fakir dan miskin agar dapat merasakan kebahagiaan saat hari raya. Zakat fitrah biasanya dibayarkan oleh setiap muslim sebagai bentuk kepedulian sosial serta penyempurna ibadah puasa Ramadhan.

Namun, masih banyak keluarga muslim yang mempertanyakan ketentuan zakat untuk bayi. Pertanyaan ini biasanya muncul ketika ada bayi yang baru lahir menjelang Idul Fitri atau bahkan pada hari raya. Untuk memahami kewajiban tersebut, perlu melihat ketentuan zakat fitrah secara menyeluruh berdasarkan ajaran Islam dan pendapat ulama.

Pengertian Zakat Fitrah dalam Islam

Zakat untuk Bayi dalam Kandungan
Zakat untuk Bayi  (unsplash.com)

Zakat fitrah merupakan zakat yang diwajibkan bagi setiap muslim menjelang Idul Fitri sebagai bentuk penyucian diri setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Berbeda dengan zakat mal yang bergantung pada kepemilikan harta, zakat fitrah tidak bergantung pada penghasilan individu. Kewajiban zakat fitrah dihitung berdasarkan jumlah jiwa dalam keluarga.

Zakat fitrah diwajibkan bagi setiap jiwa muslim yang masih hidup saat waktu wajib zakat tiba. Kewajiban ini tidak dibatasi oleh usia, jenis kelamin, maupun kemampuan berpuasa.

Karena itu, ketentuan zakat untuk bayi juga mengikuti prinsip bahwa setiap muslim yang hidup pada waktu tersebut tetap termasuk dalam perhitungan zakat fitrah.

Zakat fitrah memiliki dua tujuan utama dalam Islam. Pertama, menyucikan orang yang berpuasa dari kesalahan atau kekurangan selama Ramadhan. Kedua, membantu fakir dan miskin agar dapat memenuhi kebutuhan pangan ketika Idul Fitri tiba.

Rasulullah menganjurkan agar zakat fitrah diselesaikan sebelum umat muslim berangkat menunaikan shalat Idul Fitri. Dengan demikian, zakat dapat segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ketentuan Zakat untuk Bayi dalam Islam

Dalam ajaran Islam, bayi yang baru lahir tetap dihitung sebagai bagian dari anggota keluarga yang wajib dizakati. Kewajiban zakat untuk bayi didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah memerintahkan agar zakat fitrah dikeluarkan sebanyak satu sha’ kurma atau gandum untuk setiap jiwa muslim.

Biasanya, zakat fitrah dihitung per kepala sehingga orang tua perlu membayar zakat untuk seluruh anggota keluarga, termasuk bayi. Karena bayi belum memiliki kemampuan finansial, kewajiban zakat untuk bayi tidak dibebankan langsung kepada bayi tersebut. Orang tua atau wali yang menanggung nafkah bayi memiliki kewajiban membayarkan zakat fitrah atas nama bayi tersebut.

Waktu Pembayaran Zakat untuk Bayi

Selain mengetahui kewajiban zakat untuk bayi, penting juga memahami waktu pembayaran zakat fitrah yang telah ditentukan dalam ajaran Islam. Para ulama menjelaskan bahwa zakat fitrah memiliki beberapa kategori waktu pelaksanaan.

Berikut ketentuan waktu pembayaran zakat fitrah.

  1. Waktu diperbolehkan: Zakat fitrah boleh dibayarkan sejak awal Ramadhan hingga malam takbiran menjelang Idul Fitri. Pada periode ini, umat muslim diperbolehkan menunaikan zakat fitrah lebih awal.
  2. Waktu wajib: Waktu wajib zakat fitrah dimulai ketika matahari terbenam pada hari terakhir bulan Ramadhan. Pada waktu inilah kewajiban zakat fitrah berlaku bagi setiap jiwa muslim yang masih hidup.
  3. Waktu sunah: Waktu yang paling sunnah untuk menunaikan zakat fitrah adalah setelah shalat Subuh pada hari Idulfitri sebelum pelaksanaan salat Id.
  4. Waktu makruh: Zakat fitrah yang dibayarkan setelah shalat Idul Fitri tetapi sebelum matahari terbenam pada hari raya dianggap makruh.
  5. Waktu haram: Apabila zakat fitrah dibayarkan setelah matahari terbenam pada hari Idulfitri, maka hal tersebut dianggap terlambat dan hukumnya tidak diperbolehkan.

Besaran Zakat untuk Bayi

Pertanyaan lain yang sering muncul adalah mengenai jumlah zakat untuk bayi. Dalam Islam, besaran zakat fitrah tidak dibedakan berdasarkan usia. Artinya, bayi maupun orang dewasa memiliki jumlah zakat yang sama.

Zakat fitrah di Indonesia umumnya dibayarkan dalam bentuk beras. Jumlahnya sekitar 2,5 kilogram atau sekitar 3,5 liter beras untuk setiap jiwa, termasuk bayi.

Selain beras, zakat fitrah juga dapat dibayarkan dalam bentuk uang. Jumlah uang yang diberikan harus setara dengan nilai 2,5 kilogram beras sesuai harga di wilayah masing-masing.

Apakah Bayi dalam Kandungan juga Wajib Dizakati?

Selain zakat untuk bayi yang sudah lahir, terdapat pula pertanyaan mengenai zakat untuk bayi yang masih berada dalam kandungan.

Mayoritas ulama berpendapat bahwa tidak ada kewajiban zakat fitrah bagi bayi yang masih berada dalam kandungan. Hal ini karena janin belum dianggap sebagai individu yang telah hidup secara penuh. Namun, sebagian ulama memperbolehkan pembayaran zakat fitrah untuk janin sebagai bentuk anjuran.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan