Aturan Baru Oscar 2027: Ini Beberapa Poin Penting yang Harus Dipahami
Ajang penghargaan film dunia Academy Awards atau Oscar akan menerapkan serangkaian kebijakan baru pada penyelenggaraan ke-99 tahun 2027. Kebijakan ini diumumkan oleh Academy of Motion Picture Arts and Sciences pada awal Mei 2026 sebagai respons atas meningkatnya penggunaan teknologi artificial intelligence (AI) dalam industri perfilman.
Perubahan aturan tersebut menjadi perhatian karena tidak hanya menyentuh aspek teknis produksi, tetapi juga menyasar kategori utama seperti akting, penulisan naskah, hingga seleksi film internasional. Aturan baru Oscar ini bertujuan menjaga integritas karya sekaligus menyesuaikan standar industri dengan perkembangan teknologi.
Langkah ini diambil di tengah perdebatan terkait batas penggunaan AI dalam film. Academy menilai perlu ada kejelasan aturan agar inovasi tidak menggeser peran kreator manusia dalam proses produksi.
Alasan Perubahan Aturan Baru Oscar
Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan AI di industri film meningkat secara signifikan. Teknologi ini digunakan tidak hanya untuk efek visual seperti computer-generated imagery (CGI), tetapi juga mulai masuk ke proses kreatif seperti penulisan naskah dan rekayasa performa aktor.
Fenomena ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku industri, termasuk serikat penulis Hollywood yang sempat melakukan aksi mogok kerja untuk menuntut pembatasan penggunaan AI dalam penulisan naskah.
Selain itu, muncul pula kasus penggunaan AI untuk menghadirkan kembali aktor yang telah wafat, yang memunculkan perdebatan etika dalam produksi film.
Aturan Baru Oscar 2027
Berikut aturan baru Oscar, dimana sebagian besar membahas soal penggunaan AI dalam proses produksi film:
- Perubahan utama dalam aturan baru Oscar berfokus pada pembatasan penggunaan AI dalam aspek kreatif film. Academy menegaskan bahwa akting yang dinominasikan harus “secara jelas dilakukan oleh manusia”. Artinya, performa aktor tidak boleh digantikan oleh teknologi.
- Pada kategori penulisan naskah, aturan juga dipertegas bahwa naskah harus ditulis oleh manusia. AI hanya diperbolehkan sebagai alat bantu, bukan sebagai pencipta utama.Namun, penggunaan AI dalam aspek lain seperti efek visual tidak dilarang. Academy menyatakan bahwa penggunaan teknologi tidak secara otomatis meningkatkan atau menurunkan peluang nominasi, selama kontribusi manusia tetap dominan.
- Selain aspek teknologi, aturan baru Oscar juga mengubah mekanisme dalam kategori akting. Aktor kini diperbolehkan memperoleh lebih dari satu nominasi dalam kategori yang sama jika penampilannya masuk dalam lima besar hasil voting. Sebelumnya, hanya satu penampilan yang dapat diakui dalam kondisi tersebut. Perubahan ini ditujukan untuk mengurangi praktik category fraud, yaitu strategi memindahkan kategori nominasi demi meningkatkan peluang menang.
- Selain itu, Academy menegaskan bahwa hanya peran yang diperankan oleh manusia dan tercantum dalam kredit resmi film yang memenuhi syarat nominasi.
- Perubahan signifikan lainnya dalam aturan baru Oscar terjadi pada kategori film internasional. Kini, film berbahasa non-Inggris dapat mengajukan diri secara mandiri tanpa harus melalui seleksi komite nasional. Selain itu, satu negara dapat diwakili oleh lebih dari satu film. Film yang telah memenangkan penghargaan utama di festival film besar seperti Cannes Film Festival memiliki peluang lebih besar untuk masuk seleksi.
- Rumah produksi diwajibkan melaporkan penggunaan AI dalam proses pembuatan film. Jika terdapat keraguan, Academy berhak meminta klarifikasi mengenai kontribusi manusia dalam karya tersebut.
Penerapan aturan baru Oscar diperkirakan akan mempengaruhi pola produksi film. Di satu sisi, kebijakan ini mendorong kreator untuk tetap mengutamakan kreativitas manusia. Hal ini penting untuk menjaga nilai artistik dan orisinalitas karya.
Di sisi lain, industri yang telah mengadopsi AI secara luas perlu melakukan penyesuaian. Produsen film harus memastikan penggunaan teknologi tetap sesuai dengan ketentuan. Kebijakan ini juga menjadi sinyal bahwa standar penilaian industri tidak hanya bergantung pada hasil akhir, tetapi juga proses kreatif yang dilakukan.
