Hari Raya Kuningan Tanggal Berapa? Ini Jadwal, Makna, dan Rangkaian Perayaannya
Freepiik.com
Hari Raya Kuningan Tanggal Berapa
Hari Raya Kuningan tanggal berapa? Pertanyaan ini sering muncul menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan, terutama dari umat Hindu yang ingin mempersiapkan rangkaian ibadah maupun masyarakat umum yang ingin mengetahui kalender hari besar keagamaan di Indonesia.
Pada tahun 2026, Hari Raya Kuningan jatuh pada Sabtu, 27 Juni 2026. Perayaan ini berlangsung sepuluh hari setelah Hari Raya Galungan yang diperingati pada Rabu, 17 Juni 2026. Kuningan menjadi penutup rangkaian Hari Raya Galungan yang dirayakan setiap 210 hari berdasarkan sistem kalender Pawukon Bali.
Bagi umat Hindu, Hari Raya Kuningan bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam. Hari suci ini menjadi momen untuk memanjatkan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus menghormati para leluhur yang diyakini kembali ke alam spiritual setelah mengunjungi keluarganya selama rangkaian Galungan.
Hari Raya Kuningan Tanggal Berapa?
Bagi Anda yang masih bertanya Hari Raya Kuningan tanggal berapa, jawabannya Sabtu, 27 Juni 2026. Berikut rangkaian perayaan Galungan dan Kuningan tahun 2026:
• Minggu, 14 Juni 2026: Penyekeban
• Senin, 15 Juni 2026: Penyajaan
• Selasa, 16 Juni 2026: Penampahan Galungan
• Rabu, 17 Juni 2026: Hari Raya Galungan
• Kamis, 18 Juni 2026: Umanis Galungan
• Jumat, 26 Juni 2026: Penampahan Kuningan
• Sabtu, 27 Juni 2026: Hari Raya Kuningan
Karena menggunakan sistem kalender Pawukon yang memiliki siklus 210 hari, tanggal Galungan dan Kuningan tidak selalu sama setiap tahun jika dibandingkan dengan kalender Masehi.
Menjelang Hari Raya Kuningan, umat Hindu biasanya melakukan berbagai persiapan, seperti membersihkan tempat ibadah, membuat sesajen atau banten, serta menyiapkan perlengkapan upacara. Suasana religius juga semakin terasa karena masyarakat mengenakan pakaian adat dan melakukan sembahyang bersama di pura maupun sanggah keluarga. Selain itu, berbagai hidangan khas Bali turut disiapkan sebagai bagian dari tradisi kebersamaan bersama keluarga.
Makna Hari Raya Kuningan
Hari Raya Kuningan merupakan simbol berakhirnya rangkaian Hari Raya Galungan. Dalam ajaran Hindu, diyakini bahwa para leluhur turun ke dunia saat Galungan untuk memberikan berkah kepada keturunannya, kemudian kembali ke alam suci pada Hari Raya Kuningan.
Karena itu, umat Hindu melaksanakan sembahyang dengan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan, sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Prosesi sembahyang pada Hari Raya Kuningan umumnya dilakukan sebelum tengah hari. Menurut tradisi, waktu tersebut dipercaya sebagai saat para leluhur kembali menuju alam spiritual sehingga sembahyang dilakukan lebih awal.
Salah satu ciri khas Hari Raya Kuningan adalah penggunaan nasi kuning sebagai bagian dari sarana upacara. Warna kuning melambangkan kemakmuran, kebijaksanaan, serta harapan akan kehidupan yang penuh berkah.
Tidak hanya memiliki nilai religius, Hari Raya Kuningan juga menjadi momen mempererat tali silaturahmi. Banyak keluarga memanfaatkan kesempatan ini untuk berkumpul, saling mengunjungi sanak saudara, serta memperkuat hubungan sosial di lingkungan masyarakat.
Perayaan ini juga mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta sebagaimana tercermin dalam filosofi Tri Hita Karana yang menjadi salah satu landasan kehidupan masyarakat Hindu di Bali.
Hari Raya Kuningan tanggal berapa? Untuk tahun 2026, Hari Raya Kuningan diperingati pada Sabtu, 27 Juni 2026, atau sepuluh hari setelah Hari Raya Galungan yang jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026. Selain menjadi penutup rangkaian Galungan, Hari Raya Kuningan memiliki makna spiritual yang mendalam sebagai momentum bersyukur kepada Tuhan, menghormati leluhur, dan memperkuat nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.
Editor: Safrezi

