LPDP Buka Beasiswa Tahap 2 Sampai 31 Juli 2026, Ini Detailnya
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan secara resmi membuka pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 pada Selasa (30/6/2026). Periode registrasi bagi putra-putri terbaik bangsa ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh hingga 31 Juli 2026 mendatang melalui laman resmi lembaga pengelola. Pembukaan seleksi berkala ini menjadi bagian dari investasi jangka panjang pemerintah dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi guna menopang pembangunan nasional.
Melalui pemanfaatan dana abadi pendidikan, program seleksi periode kedua ini dirancang untuk lebih adaptif terhadap kebutuhan sektor riil, meningkatkan kualitas layanan untuk memperluas akses, serta memperkuat keberpihakan pada kelompok afirmasi dengan memberikan prioritas kemudahan bagi anak-anak dari daerah terpencil dan tertinggal.
Mengingat pembiayaan program sepenuhnya bersumber dari dana publik, setiap penerima bantuan dana memiliki tanggung jawab hukum dan moral untuk kembali ke tanah air setelah menyelesaikan studi guna berkontribusi memberikan manfaat nyata kepada Indonesia. Proses seleksi ketat menggunakan sistem gugur tetap diterapkan bagi seluruh warga negara Indonesia yang memenuhi syarat. Pelamar diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian verifikasi, mulai dari validasi berkas, uji potensi akademik, hingga wawancara yang diselenggarakan oleh tim penguji independen.
Alokasi Bidang Studi Pada Beasiswa LPDP Tahap 2
Penyelenggaraan seleksi periode kedua pada tahun ini dibekali kebijakan baru yang lebih tajam dan terukur. Pemerintah memutuskan untuk menyelaraskan arah pemberian bantuan dana belajar ini dengan sektor-sektor prioritas yang menjadi penopang utama perekonomian masa depan, khususnya dalam memperkuat pengembangan talenta untuk industri strategis nasional.
Perubahan ini berdampak langsung pada pergeseran porsi kuota bidang ilmu yang ditetapkan oleh manajemen pengelola. Melansir dari website resmi LPDP, Direktur Utama LPDP Yon Arsal dalam paparan media briefing menjelang pembukaan seleksi di Gedung Djuanda 1 Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (29/6/2026), menjelaskan bahwa sedikitnya 80 persen alokasi beasiswa pada tahap ini difokuskan pada bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM) serta bidang-bidang non-STEM yang secara langsung mendukung industri strategis (STEM-related).
Sementara itu, kuota maksimal 20 persen dialokasikan bagi bidang social, humanities, arts for people, religious studies, economics (SHARE) untuk menjaga keseimbangan pembangunan manusia yang utuh dan berkelanjutan. "Kita peningkatan STEM bergerak terus pada 2025 itu 66 sampai 69 persen, 2026 di 74 persen. Kita akan coba sampai minimal 80 persen ke STEM dan STEM-related," ujar Yon Arsal di hadapan puluhan awak media.
Melanjutkan program pada tahap pertama, terdapat dua program utama yang disediakan, yaitu Beasiswa STEM Industri Strategis dan Beasiswa SHARE. Sektor industri strategis yang dimaksud mencakup bidang pangan, energi, pertahanan, digitalisasi termasuk kecerdasan artifisial (artificial intelligence) dan semikonduktor, kesehatan, hilirisasi, maritim, manufaktur, material maju, serta kewirausahaan dan industri kreatif.
Adapun bidang STEM-related adalah bidang non-STEM yang secara langsung mendukung pengembangan industri berbasis STEM, seperti hukum, kebijakan publik, bisnis, dan ekonomi. Di sisi lain, bidang SHARE tetap dipertahankan untuk memperkuat aspek sosial, budaya, kebijakan publik, ekonomi, pendidikan, hingga keagamaan yang menopang pembangunan nasional.
Selain dua program utama tersebut, pihak pengelola juga kembali menyediakan beberapa skema khusus lainnya. Skema tersebut meliputi program Beasiswa Akselerasi pada Universitas Unggulan, program kerjasama khusus seperti Beasiswa Keolahragaan, serta Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional melalui jalur doctor by research.
Pelonggaran Syarat Bahasa dan Pembaruan Kampus Tujuan
Salah satu pembaruan dalam pelaksanaan seleksi kali ini adalah adanya penyesuaian regulasi yang bersifat menguntungkan para pendaftar. Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso memaparkan bahwa langkah ini diambil guna mengatasi kendala administratif yang kerap menjadi hambatan utama bagi calon mahasiswa, khususnya terkait dengan pemenuhan sertifikasi kemampuan bahasa asing dan surat resmi penerimaan (letter of acceptance).
Secara garis besar, pendaftar yang telah mengantongi LoA unconditional dari perguruan tinggi tujuan kini mendapatkan kemudahan berupa pembebasan kewajiban melampirkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris, berlaku untuk pendaftar kriteria afirmasi, non-afirmasi, maupun jalur doctor by research.
Sementara bagi pelamar yang belum memiliki LoA unconditional, opsi jenis sertifikat bahasa kini diperluas dengan rincian sebagai berikut:
- Pendaftar Kriteria Afirmasi: Untuk tujuan dalam negeri tetap tidak dipersyaratkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris. Sedangkan untuk tujuan luar negeri, kini tersedia opsi tambahan berupa sertifikat bahasa dari pusat bahasa perguruan tinggi dalam negeri. Khusus untuk kelompok afirmasi Putra-Putri Papua, aturan dibebaskan sepenuhnya dari syarat indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal dan kemampuan bahasa, baik untuk tujuan domestik maupun mancanegara.
- Pendaftar Kriteria Non-Afirmasi (Umum/CPNS/PNS/TNI/Polri): Untuk tujuan dalam negeri, terdapat penambahan opsi sertifikat dari pusat bahasa perguruan tinggi dalam negeri serta test of english proficiency (TOEP). Untuk tujuan luar negeri, pelamar kini dapat menggunakan sertifikat Duolingo English Test.
- Pendaftar Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional Jalur Doctor by Research: Mendapatkan perluasan opsi sertifikat bahasa dari pusat bahasa perguruan tinggi domestik, disertai dengan penurunan batas skor minimal kemampuan bahasa Inggris dibandingkan dengan pelaksanaan seleksi pada tahap pertama.
Selain pelonggaran syarat bahasa, manajemen juga melakukan pembaharuan daftar perguruan tinggi tujuan.
Terdapat penambahan kuota Universitas Unggulan dari yang semula hanya 17 universitas unggulan untuk seluruh program studi, kini bertambah menjadi 31 universitas unggulan. Jumlah tersebut terdiri dari 17 universitas untuk seluruh program studi dan 14 universitas tambahan khusus untuk program studi STEM.
Pembaruan daftar perguruan tinggi ini berlaku untuk lingkup dalam negeri, luar negeri, skema double/joint degree untuk Beasiswa STEM Industri Strategis dan SHARE, serta pembaruan daftar kampus untuk Beasiswa Keolahragaan.
Realisasi Dana Abadi dan Lonjakan Pendaftar
Efektivitas penyaluran dana bantuan belajar ini terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Sebagai pengelola Dana Abadi Pendidikan, LPDP saat ini mengelola akumulasi Dana Abadi Bidang Pendidikan sebesar Rp180,81 triliun per 31 Mei 2026.
Nilai kapitalisasi yang kuat ini menjadi dasar keberlanjutan investasi pemerintah jangka panjang. Sejak mulai beroperasi pada 2013 hingga Mei 2026, lembaga pengelola ini tercatat telah menghasilkan 58.749 penerima beasiswa yang terdiri atas program magister, doktor, dokter spesialis, serta non-gelar.
Dari total jumlah tersebut, sebanyak 34.334 orang telah menjadi alumni, sementara 18.728 orang di antaranya masih aktif menjalani studi di berbagai perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri. Secara keseluruhan, melalui berbagai program kolaborasi dengan Kementerian dan Lembaga, pihak pengelola telah mendukung 98.409 penerima beasiswa program degree serta lebih dari 586 ribu peserta program non-degree, sekaligus mendanai ribuan proyek riset, penguatan perguruan tinggi, dan pemajuan kebudayaan.
Di sisi lain, minat masyarakat terhadap program bantuan dana pendidikan ini juga terus mengalami lonjakan yang masif. Pada penyelenggaraan Seleksi Tahap I Tahun 2026 sebelumnya, tercatat sebanyak 2.753 peserta dinyatakan lulus seleksi substansi dari total pendaftar yang mencapai 32.794 peserta.
Para peserta yang lolos tersebut kini sedang melanjutkan proses persiapan studi menuju berbagai perguruan tinggi terbaik di dunia. Capaian angka pendaftaran pada awal tahun tersebut mencerminkan adanya tren peningkatan minat masyarakat yang sangat signifikan, yakni naik sebesar 33,22 persen jika dibandingkan dengan periode tahun 2025.
Lini Masa Pelaksanaan Seleksi Tahap II Tahun 2026
Mengingat seluruh tahapan seleksi menggunakan sistem dengan jadwal yang ketat, para calon pelamar diimbau untuk memperhatikan setiap tenggat waktu pengerjaan administrasi. Ketepatan dalam mengunggah berkas dan mengikuti ujian menjadi faktor utama kelulusan.
Proses seleksi sendiri akan terbagi menjadi tiga tahapan besar, yang diawali dengan verifikasi berkas administratif, tes bakat skolastik, dan seleksi substansi atau wawancara mendalam.
Seluruh rangkaian proses ini dijadwalkan akan berlangsung hingga akhir tahun sebelum para peserta dinyatakan resmi diterima.
Berdasarkan pengumuman resmi, berikut adalah lini masa lengkap pelaksanaan seleksi yang wajib dicatat:
- Pendaftaran Online: 30 Juni hingga 31 Juli 2026
- Seleksi Administrasi: 3 Agustus hingga 15 Agustus 2026
- Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 20 Agustus 2026
- Seleksi Bakat Skolastik: 25 Agustus hingga 29 Agustus 2026
- Pengumuman Hasil Seleksi Bakat Skolastik: 4 September 2026
- Seleksi Substansi (Wawancara): 9 September hingga 16 Oktober 2026
- Pengumuman Hasil Akhir: 23 Oktober 2026
