Siapa François Letexier, Wasit Kontroversial Saat Argentina Lawan Mesir?

Izzul Millati
10 Juli 2026, 08:55
Piala Dunia 2026
Kompas.com
Piala Dunia 2026
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Nama François Letexier menjadi perbincangan hangat setelah memimpin pertandingan babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 antara Argentina dan Mesir di Atlanta Stadium pada Rabu (8/7/2026). Pertandingan yang dimenangkan Argentina dengan skor 3-2 itu diwarnai sejumlah keputusan kontroversial yang memicu protes dari Federasi Sepak Bola Mesir (Egyptian Football Association/EFA).

EFA menilai beberapa keputusan Letexier bersama tim Video Assistant Referee (VAR) merugikan Mesir dan memengaruhi hasil pertandingan. Federasi kemudian mengajukan pengaduan resmi kepada FIFA serta meminta investigasi terhadap wasit utama maupun seluruh perangkat pertandingan. Akibatnya, pertanyaan Siapa François Letexier kembali ramai diperbincangkan karena bukan kali pertama wasit asal Prancis tersebut berada di tengah kontroversi laga internasional.

Siapa François Letexier?

François Letexier merupakan wasit berkebangsaan Prancis yang lahir di Bédée, Brittany, pada 23 April 1989. Selain berkarier di dunia sepak bola, ia juga bekerja sebagai court bailiff atau juru sita pengadilan di Prancis.

Karier Letexier menanjak relatif cepat dibandingkan banyak wasit Eropa lainnya. Ia dipercaya memimpin pertandingan Ligue 1 sejak 2016 dan memperoleh lisensi FIFA pada 2017. Setelah itu, ia mulai rutin mendapat penugasan pada berbagai kompetisi internasional.

Beberapa pencapaian penting François Letexier antara lain:

  • Menjadi salah satu wasit termuda yang memimpin pertandingan Ligue 1.
  • Masuk daftar wasit FIFA sejak 2017.
  • Memimpin Final UEFA Super Cup 2023 antara Manchester City dan Sevilla.
  • Menjadi ofisial keempat pada Final UEFA Champions League 2024.
  • Ditunjuk sebagai wasit utama Final UEFA Euro 2024 antara Spanyol dan Inggris.
  • Dinobatkan sebagai Wasit Pria Terbaik Dunia 2024 versi International Federation of Football History & Statistics (IFFHS).

Pengalaman tersebut membuat FIFA kembali mempercayainya memimpin pertandingan fase gugur Piala Dunia 2026. Namun, sejumlah keputusan dalam laga-laga penting juga membuat reputasinya kerap menjadi bahan perdebatan.

Rangkuman Kontroversi François Letexier

Kontroversi terbaru terjadi pada pertandingan Argentina melawan Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Dalam pertandingan tersebut, Mesir sempat unggul sebelum gol Mostafa Zico dianulir setelah Letexier meninjau tayangan VAR. Wasit menilai Marwan Attia melakukan pelanggaran terhadap Lisandro Martínez pada awal proses serangan sehingga gol tidak disahkan.

Menjelang akhir pertandingan, kubu Mesir juga mengklaim terjadi pelanggaran terhadap Mohamed Salah di dalam kotak penalti Argentina. Namun, Letexier tidak memberikan penalti maupun melakukan peninjauan melalui VAR. Tidak lama kemudian Argentina mencetak gol kemenangan yang memastikan skor akhir menjadi 3-2.

Rangkaian keputusan tersebut memicu protes resmi dari EFA. Federasi menilai terjadi inkonsistensi dalam penerapan VAR dan meminta FIFA melakukan penyelidikan terhadap seluruh perangkat pertandingan.

Kontroversi yang pernah melibatkan François Letexier juga terjadi ketika ia memimpin laga play-off Olimpiade Paris 2024 antara Indonesia U-23 dan Guinea U-23. 

Dalam pertandingan tersebut, beberapa keputusannya dianggap kontroversial, antara lain:

  • Pemberian penalti kepada Guinea pada babak pertama
  • Penalti kedua untuk Guinea yang juga diprotes kubu Indonesia
  • Tidak tersedianya teknologi VAR sehingga keputusan wasit tidak dapat ditinjau ulang
  • Protes keras pelatih Shin Tae-yong yang berujung kartu merah. 

Keputusan-keputusan tersebut membuat nama Letexier sempat menjadi perbincangan luas di kalangan pecinta sepak bola Indonesia.

Setelah pertandingan berakhir, Presiden EFA Hany Abou Rida mengirimkan pengaduan resmi kepada FIFA dan meminta investigasi terhadap François Letexier, seluruh asisten wasit, serta tim VAR.

FIFA hingga kini belum mengumumkan hasil evaluasi atas laporan tersebut. Sesuai prosedur, setiap pengaduan dari federasi anggota akan diproses melalui penilaian terhadap kinerja perangkat pertandingan sebelum diputuskan apakah diperlukan tindakan lanjutan.

Terlepas dari berbagai kontroversi yang pernah terjadi, François Letexier tetap menjadi salah satu wasit elite FIFA dengan pengalaman memimpin pertandingan di level tertinggi Eropa maupun dunia. Namun, kontroversi pada laga Argentina melawan Mesir kembali memunculkan perdebatan mengenai konsistensi penggunaan VAR, kualitas kepemimpinan wasit, serta pentingnya transparansi dalam evaluasi perangkat pertandingan di turnamen internasional.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan