LPDP Ingatkan Pelamar untuk Tak Palsukan Test TOEFL, Konsekuensi Diblokir
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengingatkan seluruh pelamar agar tidak memalsukan sertifikat kemampuan bahasa Inggris maupun dokumen pendukung lain dalam proses seleksi Beasiswa LPDP 2026 tahap 2. Peringatan ini disampaikan pada Juli 2026 melalui sosialisasi resmi sebagai respons atas temuan kasus pemalsuan dokumen pada seleksi sebelumnya.
Kepala Divisi Rekrutmen dan Seleksi Beasiswa LPDP, Andar Ramona, menyatakan bahwa praktik pemalsuan sertifikat bahasa Inggris masih ditemukan dalam proses seleksi. Ia menjelaskan bahwa pelamar tidak hanya menggunakan sertifikat palsu, tetapi juga memanipulasi nilai agar terlihat lebih tinggi dari data asli yang tercatat di lembaga penerbit.
Imbauan tersebut disampaikan dalam Webinar Sosialisasi Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026 yang digelar pada awal Juli 2026. Dalam kesempatan itu, LPDP menegaskan bahwa seluruh dokumen yang diunggah pelamar akan diverifikasi langsung kepada lembaga penerbit, termasuk hasil Test of English as a Foreign Language (TOEFL) dan International English Language Testing System (IELTS).
Apabila terbukti melakukan pemalsuan, pelamar akan langsung dinyatakan gugur dari proses seleksi dan diblokir sehingga tidak dapat mengikuti seluruh program Beasiswa LPDP pada masa mendatang. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga integritas, transparansi, dan keadilan dalam proses seleksi.
LPDP Tegaskan Seluruh Sertifikat akan Diverifikasi
Dalam proses seleksi Beasiswa, LPDP memastikan bahwa setiap sertifikat bahasa Inggris dan dokumen administrasi wajib berasal dari lembaga resmi yang diakui. Verifikasi dilakukan secara langsung kepada institusi penerbit untuk memastikan keaslian data yang disampaikan pelamar.
Andar Ramona menegaskan bahwa pemalsuan tidak hanya berupa penggunaan sertifikat palsu, tetapi juga mencakup praktik menaikkan nilai atau melakukan top up skor yang tidak sesuai dengan database resmi. Selain itu, manipulasi identitas, masa berlaku sertifikat, hingga penggunaan dokumen milik pihak lain juga termasuk pelanggaran serius.
LPDP juga mengingatkan bahwa hanya jenis tes bahasa Inggris tertentu yang diakui, yakni tes dengan kategori English Proficiency Test. Pelamar diminta memastikan jenis tes yang diambil sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, karena beberapa perguruan tinggi memiliki berbagai jenis tes bahasa Inggris dengan fungsi berbeda.
Selain sertifikat bahasa, LPDP turut memverifikasi dokumen lain seperti ijazah, transkrip akademik, surat rekomendasi, serta surat penerimaan perguruan tinggi atau Letter of Acceptance (LoA) apabila dipersyaratkan. Seluruh proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap pelamar memenuhi standar yang ditetapkan secara objektif.
Sanksi Bagi Pelamar yang Memalsukan Dokumen Beasiswa
LPDP menegaskan bahwa pelamar yang terbukti memalsukan dokumen akan dikenai sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga kualitas peserta yang lolos serta melindungi kredibilitas program Beasiswa pemerintah.
Pelamar yang terbukti melakukan pelanggaran akan langsung dinyatakan gugur dari proses seleksi yang sedang berlangsung. Selain itu, pelamar juga akan diblokir atau masuk daftar hitam sehingga tidak dapat mengikuti program LPDP pada periode berikutnya.
Seluruh dokumen pendaftaran yang diajukan akan dinyatakan tidak sah, dan dalam kasus tertentu, pelanggaran tersebut dapat berujung pada konsekuensi hukum apabila memenuhi unsur pemalsuan dokumen resmi.
LPDP menegaskan bahwa sanksi ini berlaku bagi seluruh pelamar tanpa pengecualian, baik untuk program dalam negeri maupun luar negeri. Dengan demikian, setiap peserta memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh informasi yang disampaikan benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Tips Menghindari Kesalahan saat Mendaftar Beasiswa LPDP
Selain mengingatkan mengenai larangan pemalsuan dokumen, LPDP juga mengimbau pelamar agar lebih teliti selama proses pendaftaran. Kesalahan administrasi yang terjadi akibat kelalaian dapat menghambat proses seleksi meskipun tidak termasuk pelanggaran.
Pelamar perlu memastikan bahwa sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang digunakan masih berlaku dan sesuai dengan ketentuan LPDP. Selain itu, seluruh dokumen yang diunggah harus merupakan dokumen asli yang diterbitkan oleh lembaga resmi, serta memiliki kesesuaian identitas di setiap berkas.
LPDP juga menyarankan pelamar untuk membaca secara menyeluruh buku panduan seleksi sebelum mengirimkan dokumen. Langkah ini penting untuk menghindari kesalahan pengisian data maupun kekurangan dokumen yang dapat mempengaruhi hasil seleksi.
Program Beasiswa LPDP merupakan salah satu skema pendanaan pendidikan yang paling diminati di Indonesia. Oleh karena itu, LPDP menekankan bahwa keberhasilan dalam seleksi tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga integritas pelamar selama mengikuti seluruh tahapan seleksi.

