Kenapa Spanyol Hanya Terima Separuh Bonus Juara Piala Dunia 2026?
Keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 menjadi pencapaian besar dalam sejarah sepak bola negara tersebut. La Roja memastikan gelar dunia kedua setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 melalui babak perpanjangan waktu di final yang berlangsung di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, pada 19 Juli 2026. Gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106 memastikan kemenangan tim asuhan Luis de la Fuente, dilansir FIFA.
Di balik keberhasilan tersebut, muncul fakta yang cukup mengejutkan. Meski FIFA memberikan hadiah yang nilainya mencapai puluhan juta dolar Amerika Serikat kepada tim juara, sebagian besar pemain Spanyol ternyata hanya menerima sekitar separuh dari bonus yang dijanjikan.
Kondisi tersebut bukan disebabkan oleh pemotongan dari federasi sepak bola Spanyol, melainkan karena sistem perpajakan yang berlaku di negara tersebut. Lantas, mengapa bonus para pemain bisa berkurang hingga hampir 50 persen? Berikut penjelasan lengkapnya.
Mengapa Bonus Juara Piala Dunia 2026 Dipotong Hampir Separuh?
Kemenangan Spanyol di Piala Dunia 2026 membuat Federasi Sepak Bola Spanyol (Royal Spanish Football Federation/RFEF) memperoleh bagian dari hadiah yang diberikan FIFA kepada tim juara.
FIFA memberikan hadiah sebesar 51 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar 44 juta euro kepada Spanyol sebagai juara dunia. Berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat sebelum turnamen berlangsung, para pemain berhak memperoleh 45 persen dari total hadiah tersebut. Artinya, sekitar 19,8 juta euro dibagikan secara merata kepada 26 pemain yang masuk skuad juara.
Secara bruto, masing-masing pemain memperoleh bonus sekitar 754.701,92 euro atau setara lebih dari Rp15 miliar. Namun, jumlah tersebut bukan nilai yang benar-benar diterima para pemain.
Melansir GiveMeSport, penyebab utamanya adalah kewajiban membayar pajak penghasilan sesuai aturan di Spanyol. Bagi pemain yang berkarier di klub-klub domestik, bonus tersebut masuk sebagai objek pajak sehingga dikenakan tarif progresif yang cukup tinggi.
Besarnya tarif pajak berbeda di setiap wilayah karena sistem perpajakan Spanyol memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk menetapkan tarif tertentu. Akibatnya, jumlah bonus bersih yang diterima setiap pemain juga tidak sama.
Sebagian besar pemain yang bermain di kompetisi domestik diperkirakan hanya membawa pulang sekitar 353.500 hingga 385.000 euro setelah seluruh kewajiban pajak dipenuhi. Dengan kata lain, hampir separuh bonus mereka habis untuk pembayaran pajak.
Siapa Saja yang Terdampak dan Bagaimana Aturan Pajaknya?
Tidak semua pemain Spanyol menerima potongan dengan besaran yang sama. Hal tersebut bergantung pada tempat mereka bermain dan domisili perpajakan masing-masing.
Sebanyak 17 pemain yang memperkuat klub-klub di Liga Spanyol menjadi kelompok yang paling terdampak karena mereka wajib membayar pajak penghasilan sesuai wilayah tempat tinggalnya.
Beberapa contoh tarif pajak yang berlaku antara lain:
- Wilayah Madrid sekitar 45 persen.
- Wilayah Basque dapat mencapai sekitar 49 persen.
- Wilayah Katalonia berkisar antara 47 hingga 49,5 persen.
Pemain-pemain seperti Lamine Yamal, Pedri, Gavi, dan Dani Olmo termasuk dalam kelompok yang dikenai tarif pajak domestik tersebut. Semakin tinggi tarif pajak di wilayah domisilinya, semakin kecil pula bonus bersih yang diterima.
Sementara itu, pemain yang berkarier di luar Spanyol, seperti Rodri, David Raya, dan Mikel Merino, mengikuti ketentuan perpajakan negara tempat mereka bekerja.
Perhitungan bonus mereka juga mempertimbangkan perjanjian penghindaran pajak berganda (double taxation agreement) antara Spanyol dan negara tempat mereka berkarier. Selain itu, terdapat ketentuan perpajakan yang berkaitan dengan penyelenggaraan turnamen di negara tuan rumah sehingga besaran bonus bersih masing-masing pemain tidak selalu sama.
Sistem tersebut membuat nominal akhir yang diterima setiap pemain bergantung pada berbagai faktor, termasuk negara tempat bekerja, domisili pajak, serta regulasi internasional yang berlaku.
Apakah Bonus Ini Lebih Besar dari Tahun 2010?
Besarnya bonus yang diterima skuad Spanyol sebenarnya meningkat dibandingkan saat mereka menjadi juara dunia pada 2010 di Afrika Selatan.
Pada edisi 2010, setiap pemain menerima bonus kotor sekitar 600.000 euro. Sementara pada Piala Dunia 2026, bonus kotor meningkat menjadi sekitar 754.701 euro per pemain berkat kenaikan total hadiah dari FIFA.
Peningkatan tersebut sejalan dengan kebijakan FIFA yang menaikkan total hadiah turnamen menjadi 871 juta dolar Amerika Serikat untuk 48 peserta. Dari jumlah tersebut, juara memperoleh hadiah sebesar 51 juta dolar Amerika Serikat, sedangkan runner-up Argentina menerima 34 juta dolar Amerika Serikat. Selain hadiah berdasarkan prestasi, seluruh peserta juga memperoleh dana untuk biaya persiapan dan pelatihan sebelum turnamen dimulai.
Meski bonus bruto meningkat dibandingkan 2010, tarif pajak di Spanyol saat ini juga lebih tinggi dibandingkan saat La Roja pertama kali menjadi juara dunia. Pada 2010, tarif pajak tertinggi berada di kisaran 43 persen, sedangkan kini dapat mencapai sekitar 49,5 persen di beberapa wilayah. Kondisi inilah yang membuat kenaikan bonus tidak sepenuhnya dirasakan oleh para pemain.
Dengan demikian, alasan utama mengapa pemain Spanyol hanya menerima sekitar separuh bonus juara bukan karena hadiah FIFA lebih kecil atau adanya pemotongan dari federasi, melainkan akibat sistem perpajakan yang berlaku di negara tersebut.


